icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kekasihku Menikahi Saudaraku Disaat Aku Lumpuh

Bab 2 Mentari membawa angin

Jumlah Kata:2065    |    Dirilis Pada: 30/06/2025

gan kemewahan yang mengelilingi Arjuna, atau dengan tatapan sinis dari beberapa staf yang menganggapnya aneh. Mentari hanya peduli pada tugasnya: membantu Arjuna, entah itu secara fisik

bu-debu yang menari di udara. Arjuna masih enggan bangun. Ia memejamkan mata, berharap semua

ih! Nanti rezeki dipatok ayam!" Suara Mentari, nya

amarnya? Ia melirik jam. Pukul tujuh pagi. Masih terlalu pagi b

nampan berisi sarapan. Wajahnya berseri, seolah tak ada beban sam

yak makan biar cepat pulih!" Mentari meletakkan

a dengan malas.

ajah lapar. Kamu harus makan, Pak. Nanti kalau sakit

hilangan kata-kata. Ia akhirnya menyerah, mengambil sendok, dan mulai menyantap s

asak?" tanya Arj

ada rasanya," jawab Mentari jujur, membuat Arjuna ters

n teratur, dan bahkan menemaninya menjalani terapi fisik. Awalnya, Arjuna menolak keras. Ia tidak ingin orang lain

Mau jadi patung pahlawan di depan menara Dirgantara?"

harinya, tentang rencana usahanya, tentang anak-anak panti. Terkadang, ia akan menyanyi dengan suara sumbang, membuat fisioterapis

Arjuna suatu kali, setelah Mentari selesai

? Nyanyi kan menyenangkan. Daripada mu

istis, selalu membahas uang. Di sisi lain, ia memiliki hati yang tulus dan tidak pern

entari adalah pendengar yang baik. Perlahan, Arjuna mulai membuka diri. Ia bercerita tentan

ngumpat pelan. "Dasar wanita ular! Tidak tahu diri!" atau "Bima

eaksi Mentari yang blak-blakan.

n? Dia yang salah. Kamu itu bukan cacat, Pak. Cuma lagi l

a lebih menenangkan daripada ribuan kata motivasi dari psikolog. Ia tidak memandan

ng berebut kekuasaan, dan ia tidak bisa melakukan apa-apa. Ia merasa tak berdaya. Ia membuka pintu kama

menjahit. Suara mesin jahit manualnya mengisi keheningan malam.

nya Arjuna, suara

juna. Belum ngantuk. Tanggung ini, mau

kkan kain, matanya fokus, raut wajahnya serius. Jauh berb

ukai pekerjaanmu,

i. Dari kain biasa, jadi sesuatu yang bisa dipakai. Apalagi kalau

aat, hanya suara mesin ja

iba, suaranya bergetar. "Perusahaan sedang ber

serius. "Tidak berguna? Siapa bilang? Pak Arjuna itu otaknya masih jalan, kan? Ta

hela napas.

kepala Arjuna. "Dan di sini," ia menyentuh dada Arjuna, tepat di atas jantun

a. Yang cerdas, yang kadang nyebelin, yang sekarang lagi sedih. Aku nggak peduli kamu bisa jalan atau nggak. Yang penting kamu bangkit. Ka

kataannya yang jujur, tanpa tedeng aling-aling, membangkitkan sedikit semangat yang mulai padam

ia akan memberikan hal lain yang lebih baik. Mungkin Tuhan sedang mengambil kakimu untuk sementara,

engan begitu polos, terdengar begitu dalam. Selama ini, ia terlal

if mengikuti terapi, bukan lagi karena paksaan, melainkan karena ia ingin sembuh. Ia mulai membaca laporan perusahaan lagi, mencoba meng

Bima dan Indra semakin berani. Mereka bahkan berani mengabaikan panggilan telepon dari

juna, proyek pembangunan resort di Bali terancam batal. Investornya men

lah salah satu proyek impiannya, yang telah

ang berani mengambil keputusan. Investornya sudah meng

. Dirgantara Group adalah warisan ayahnya, dan ia tidak aka

h Arjuna, suaranya tegas. "Dan pastikan sem

a. Ada kilatan di mata Arjuna yang sudah la

akah kamu yaki

n aku akan mempertahankannya,"

rak, mendengar percakapan itu. Ia tersenyum tipis.

i tempat masing-masing, berbisik-bisik. Bima dan Indra terlihat gugup, namun berusaha mempertah

nnya. Arjuna duduk di ujung meja, dengan tatapan tajam menyapu seisi ruangan. Ia tidak menguca

ara Arjuna memecah keheninga

dengar proyek resort di Bali terancam bat

direktur utama, harusnya yang pertama bica

proyek ini. Kenapa bisa jadi begi

"I-itu... ada masalah komunikasi, Kak.

tidak akan menarik diri tanpa alasan yang kuat. Saya sudah mendengar semua gosip tentang ketida

duk. Bima dan Indra

ng hanya memikirkan ambisi pribadi. Kalian berdua, Bima, Indra, telah gagal membuktikan kemampuan

gang. Arjuna mengh

ini, saya akan kembali mengambil alih kendali penuh. Saya akan memimpin rapat, sa

tot. "Tapi, Ka

menggelegar. "Dan keputusanku mutlak. Siapapun yang tidak setuju, silakan

kepemimpinan Arjuna, yang dulu selalu memancar, kini kembali.

berikan instruksi tegas kepada setiap direktur, dan menuntut laporan harian. Ia bahkan meminta asistennya unt

ngah terbuka, ia bisa mendengar semua yang terjadi. Ia tersenyum bangga. Ini dia,

r, meskipun harus dilakukan dari kursi rodanya. Ia memimpin rapat, meninjau laporan, dan membuat keputusan p

sisi semula, dengan pengawasan ketat dari Arjuna. Meskipun masih menyimpan dend

a melakukan presentasi yang meyakinkan, menjelaskan visinya, dan menjamin stabilitas perusahaan. Ia mem

itu masih setia menemaninya, membawa bekal makan siang, mengingatkan jadwal te

u sore, saat Arjuna baru saja menyel

idak seberapa. Ini semua b

a kan cuma memotivasi.

ntari telah menjadi penopang yang tak terduga. Ia tidak tahu bagaimana caranya, tetapi Ment

bayangan masa lalu yang menghantuinya, dan ia masih harus membuktikan kepada dirinya sendiri bahwa ia bisa berjalan kembali. Namun, setidaknya, sekarang

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kekasihku Menikahi Saudaraku Disaat Aku Lumpuh
Kekasihku Menikahi Saudaraku Disaat Aku Lumpuh
“Arjuna mengalami kecelakaan tragis yang membuatnya harus duduk di kursi roda untuk sementara waktu. Dunia seolah runtuh di bawah kakinya; beberapa orang bahkan memandangnya sebagai pria cacat dan tidak berguna. Padahal, Arjuna masih seorang CEO hebat yang disegani dan ditakuti oleh saingan dan lawannya. Kirana tak sanggup menerima kenyataan bahwa Arjuna lumpuh. Dia membatalkan pernikahan mereka dan menikah dengan Bima, adik Arjuna. Keputusan Kirana sungguh melukai hati Arjuna yang telah menjalin kasih dengannya selama dua tahun. Kondisi Arjuna yang lumpuh juga memicu perebutan kekuasaan. Kedua adiknya, Bima dan Indra, memperebutkan posisi CEO, padahal kemampuan mereka belum mumpuni untuk menduduki kursi pimpinan tertinggi di perusahaan keluarga. Arjuna mulai merasa frustrasi dengan keadaannya. Banyaknya terapi fisik yang harus ia jalani setelah kondisi tubuhnya membaik membuatnya pesimis akan bisa berjalan normal kembali. Dewi, ibu Arjuna, tak tega melihat putra kesayangannya terpuruk. Ia pun menjodohkan Arjuna dengan salah satu anak panti asuhan milik sahabatnya. Mentari, seorang wanita "barbar" namun baik hati, mata duitan, penyayang, jago masak, dan menjahit, hadir sebagai cahaya baru dalam hidup Arjuna.”
1 Bab 1 Sejak kecelakaan2 Bab 2 Mentari membawa angin3 Bab 3 menyingkirkan ketidakpastian4 Bab 4 kebahagiaan5 Bab 5 Pengakuan6 Bab 6 perbedaan status7 Bab 7 Cincin yang melingkar di jari8 Bab 8 memuji9 Bab 9 seorang ayah yang sangat menyayangi putrinya10 Bab 10 mengubah11 Bab 11 Mentari12 Bab 12 mereka bukan lagi sekadar sepasang kakek13 Bab 13 Kepergian14 Bab 14 mengambil alih15 Bab 15 telah tiada16 Bab 16 menjangkau semesta17 Bab 17 tak terpisahkan18 Bab 18 Rentang waktu19 Bab 19 Milenia telah berlalu20 Bab 20 Kesadaran21 Bab 21 tak terhitung22 Bab 22 keberadaan23 Bab 23 memastikan24 Bab 24 setiap tingkatan25 Bab 25 momen