icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Aku Menyerah, Memilih Pergi

Bab 3 menghabiskan waktu bersama

Jumlah Kata:2016    |    Dirilis Pada: 21/06/2025

ikuk. Hubungannya dengan Dewi dan Bibi semakin erat, mereka bukan lagi sekadar teman kos, melainkan keluarga baru yang memberinya kehangatan dan dukungan yang selama ini ia rindukan. Pagi-pagi ia

bercerita atau sekadar menonton televisi, menciptakan suas

bihi ekspektasi mereka. Reputasinya mulai terbangun, dari mulut ke mulut, dan ulasan positif di platform freelance membuatnya semakin dikenal. Uang yang ia hasilkan, meskipun belum besar, cukup untuk menopang hid

hal baru, keluar dari zona nyamannya. "Naira, kamu punya bakat seni yang luar biasa. Kenapa tidak mencoba membuat karyamu sendiri dan men

dak tahu, May. Aku hanya ingin

," balas Maya lembut. "Kamu sudah melewat

Arka masih menyisakan luka yang dalam, namun intensitasnya perlahan meredup, digantikan oleh kesibukan dan fokus pada masa depan. Ia mulai meng

ringat dingin, napas terengah-engah, teringat wajah pria yang menyerangnya dan tatapan kosong Danang. Ada trauma yang belum sepenuhn

ui hal yang sangat berat. Itu akan membantumu memproses semua

mencari psikolog adalah tanda kelemahan. "Ak

nnya. "Kuat itu bukan berarti kamu harus menanggung semuanya sendiri.

uaranya tercekat setiap kali ia mencoba menceritakan kejadian malam itu. Namun, psikolog itu sangat sabar dan suportif. Perlahan, dengan bimbingan profesional, Naira mulai bisa mengeluarkan semua beban yang

un Ke

ggal di rumah kos. Ia sudah mampu menyewa sebuah studio apartemen kecil yang minimalis namun nyaman, dengan cahaya matahari yang melimpah. Di sana, i

n. Beberapa klien besar mulai mempercayakan proyek-proyek penting kepadanya, dari mendesain website hingga mengembangkan bran

a. Maya, yang kini menetap di Jakarta untuk mengembangkan brand activewear yoganya, sering meminta Naira untuk mendesai

yek besar dengan Maya dan Dewi di sebuah restoran, Maya

yum. "Beruba

kamu mekar. Matamu bercahaya, senyummu tulus, dan kamu punya s

dalah bukti nyata bahwa dari kehancura

arga. Ia telah menemukan kembali dirinya, Naira yang kuat, mandiri, dan berani. Ia juga telah belajar memaafkan-bukan mem

penuh kasih sayang. Ada sedikit rasa cemburu, sedikit kerinduan akan sesuatu yang tidak pernah ia miliki. Namun, ia tidak lagi membiarkan perasaan itu menguasai dirinya. Ia

ik yang T

erdering. Nomor asing. Ia

Naira?" suara

saya," ja

man, katanya Anda adalah desainer yang sangat berbakat. Kami sedang mencari desainer untuk proyek bes

yang sering ia dengar. Sebuah proyek dengan dampak sosi

dan profesionalisme. Pihak yayasan terkesan dengan visi dan portofolionya. Mereka s

sa berkontribusi pada masyarakat, dan inilah kesempatannya. Ia mencurahkan seluruh jiwanya ke dalam proyek ini

al, menarik perhatian publik dan media. Donasi mengalir deras, dan Yayasan Peduli Anak

g peduli dan punya visi. Tawaran kerja sama dari berbagai pihak mulai berdatangan, termasuk dari perusahaan-perusahaan besar dan agensi p

a ia bangkit dari keterpurukan dan membangun karirnya dari nol. Di panggung, ia berbicara dengan keyakinan, menginspirasi ba

n yang T

di salah satu nomine. Ia mengenakan gaun malam yang elegan, rambutnya ditata rapi, dan senyum percaya diri terpanca

siluet yang familiar. Seseorang yang berdiri tak jauh darinya, dikelilingi oleh beberapa pria b

Da

lihat sedikit kedodoran, dan ada kerutan lelah di wajahnya. Rambutnya sedikit acak-a

mun, takdir punya rencana lain. Danang, yang sepertinya

car di wajahnya. Ia tidak menyangka akan bertemu Naira di acara semacam itu, apalagi melihat

hanyalah orang asing yang kebetulan berpapasan dengannya. Ia tidak menunduk, tidak berpaling,

hanya mengangguk tipis, sebuah isyarat dingin yang mengakhiri pertemuan mata mereka. Kemudian

ersisa untuk Danang. Kemarahan, kesedihan, kekecewaan-semuan

rolan, ia mendengar suara

ak menoleh. Ia tidak ingi

ah kita bicara sebentar?" Suaranya terd

eh, menatapnya. "Ada

n atau kesedihan yang dulu sering ia lihat. Yang ada hanyalah kete

entang Arka," Danang memulai, suarany

i saya? Setelah setahun? Sete

hu kami salah, Naira. Ak

apa-apa. Ia hanya

a sedikit bergetar. "Rumah berantakan, Arka semakin sulit diatur. Dia... dia t

ncarinya, entah kenapa, sedikit meluluhkan hatinya yang beku. Namun,

ian, Danang," kata Naira dingin. "Kalian

menyesal, Naira. Aku benar-benar menyesal. Bisakah..

n memperlakukanku seperti pelayan, setelah kalian membiarkanku nyaris mati? Danang, aku sudah mat

ak pria itu. "Aku sudah punya kehidupan sendiri sekarang. Kehidupan yang a

merah, matanya berkaca-kaca. "Tap

ng Naira tegas. "Dia anak

Danang. Ia terdiam, tak mampu lagi memban

ia berbalik, meninggalkan Da

nerima penghargaan. Ia naik ke panggung dengan langkah mantap, senyum yang merekah di

, melainkan karena kebahagiaan dan rasa syukur. Ia telah sampai di titik ini. Ia telah

masa depan, namun ia tahu satu hal: ia akan menghadapinya dengan kekuatan, keberanian, dan tekad yang baru

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Aku Menyerah, Memilih Pergi
Aku Menyerah, Memilih Pergi
“Naira, dengan ketulusan hati yang luar biasa, menikah dengan seorang duda beranak satu. Ia mencurahkan segala perhatian dan kasih sayangnya untuk merawat putra suaminya, Arka, sejak Arka berusia tiga tahun. Ia berusaha menjadi istri dan ibu tiri terbaik, berharap bisa membangun keluarga yang hangat dan bahagia. Namun, apa yang Naira dapatkan? Bertahun-tahun berlalu, usahanya sama sekali tak dihargai. Suaminya, Danang, tak pernah memandangnya sebagai seorang istri seutuhnya. Arka pun memperlakukannya dengan dingin, seolah Naira tak lebih dari seorang pelayan di rumah mereka. Hati Naira hancur berkeping-keping melihat sikap mereka yang acuh tak acuh. Puncaknya terjadi pada suatu malam yang mengerikan. Naira diserang, nyaris mati terbunuh dan diperkosa. Dalam keputusasaannya, ia memohon pertolongan kepada Danang dan Arka, namun mereka hanya mengabaikannya. Mereka membiarkan Naira terkapar tak berdaya, tenggelam dalam keputusasaan yang mendalam. Setelah malam yang kelam itu, Naira bertekad. Ia tak akan lagi membiarkan dirinya diperlakukan seperti itu. Dengan sisa kekuatan yang ada, Naira memutuskan untuk meninggalkan Danang dan Arka, yang telah menunjukkan kekejaman yang tak termaafkan.”
1 Bab 1 luka dan kekecewaan2 Bab 2 jauh dari tempat3 Bab 3 menghabiskan waktu bersama4 Bab 4 Kehidupan Naira5 Bab 5 Pemulihan6 Bab 6 temukan di hatinya7 Bab 7 Kesibukan8 Bab 8 Pernikahan9 Bab 9 Waktu10 Bab 10 pengingat akan cinta11 Bab 11 semangat untuk memaafkan12 Bab 12 senyuman tulus13 Bab 13 Mempertahankan14 Bab 14 berjuang demi kebaikan15 Bab 15 bagaimana penderitaan terdalam dapat melahirkan16 Bab 16 kasih sayang17 Bab 17 Ribuan tahun18 Bab 18 Empati19 Bab 19 Energi Kasih Sayang