icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kado Dari Masa Lalu

Bab 8 bukan musuh

Jumlah Kata:397    |    Dirilis Pada: 06/06/2025

um pernah ia temui. Mereka bukan musuh, tapi bukan juga sekadar teman. Ini adalah aliansi yang terbentuk

enalkan Elio d

k itu. "Elio adalah masa depan. Jika The Veil men

mengangguk. "Kami punya sumber daya dan informasi.

pulih, tapi bayangan masa

Declan tentang rahasia yang

rih. "Ada sesuatu yang lebih besar. Sebuah perja

aat Elise mengungkapkan sebuah dokum

leluhur mereka dan organisasi rahas

dengan harga yang mahal," Elise menjelaskan.

bekerja sama denga

asi untuk menggagalkan rencana The V

rasa ada yang tidak beres. Ada ketegangan

ya berbicara secara rahasia deng

ng pengkhianatan dan kesepakata

u kau punya agenda lain,"

t saat Declan mengh

ga memiliki dendam terhadap T

n lagi. Tapi aku juga ingin kekuatan it

ya melawan The Veil, tapi juga tentang siap

h akan bekerja sama denga

Elio semakin menunjuk

hal-hal di sekitarnya deng

rus belajar mengendalikan kekuatanmu, Elio. D

n Maya yang

g percaya, Maya mengkhianati mereka dan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kado Dari Masa Lalu
Kado Dari Masa Lalu
“Di ulang tahunnya yang ke-35, Declan Montereau mendapat "kado" paling mengejutkan sepanjang hidupnya: seorang bocah laki-laki berusia empat tahun yang berdiri di depan pintu rumahnya, dengan mata abu-abu yang begitu familiar dan sebuah kalimat yang mengguncang dunia Declan. "Namaku Elio... Mama bilang, kamu ayahku." Declan, pria yang selalu menolak pernikahan, tidak pernah tertarik membangun keluarga, dan terlalu sibuk mengejar kejayaan bisnisnya, kini terjebak dalam satu kenyataan pahit-ia mungkin saja sudah menjadi ayah tanpa pernah mengetahuinya. Wajah Elio adalah cerminan dirinya di masa kecil, dan setiap gerak-geriknya menyayat logika yang selama ini Declan banggakan. Ia mencari penjelasan, bukti, dan siapa perempuan dari masa lalunya yang membawa serta rahasia sebesar ini. Pertanyaan demi pertanyaan menghantuinya: Bagaimana bisa seorang pria yang bahkan tidak percaya cinta... memiliki seorang anak? Dan yang paling membuatnya gila: mengapa wanita itu pergi tanpa mengatakan apa pun selama ini?”