icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Kado Dari Masa Lalu

Kado Dari Masa Lalu

icon

Bab 1 Kado dari Masa Lalu

Jumlah Kata:849    |    Dirilis Pada: 06/06/2025

ang menyala memperlihatkan angka-angka yang terus berubah, grafik naik turun yang mewakili kekayaan dan kesuksesan yang ia bang

tuk mulai merasakan penyesalan. Tapi penyesalan itu belum pernah datang, bukan karena ia tak punya al

ar sebelah terdengar. Seorang wanita muda masuk mem

gkat tanpa menoleh. "

rtahun-tahun setia mendampinginya. "Acara kecil hari i

ang tahun seperti ini sia-sia. Setiap tahun, perayaan itu hanya mengingatkannya

ara bel pintu menggelegar di ruang tamu. Declan mengerutkan

ya pada Elise yang

a sedikit tirai dan menatap ke l

seorang anak laki-laki berusia sekitar empat tahun, dengan rambut ikal coklat gelap dan mata abu-abu yang menusuk.

an terdengar serak, anta

engan sedikit bangga. "Namaku

rti petir di siang bolong, menggun

dengan suara nyaris tak perc

terlihat sedikit bingung. "Mama bilang kamu

bocah kecil itu dengan lebih seksama. Ada sesuatu yang sangat familiar dalam wajah Elio-buka

" Declan akhi

tidak bilang. Tapi aku

lombang emosi bergejolak dalam dadanya: keterkejutan, ketakutan,

harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya memiliki seorang anak. Anak yang sela

agar sejajar dengan Elio. "Dengar, Nak. Kamu harus cer

guk, menatap

aimana Declan selama ini menghindari urusan pribadi dan

Masa Lalu y

ang belum terwujud. Ia bertemu dengan seorang wanita bernama Lysandra, seorang artis muda dengan mata tajam

leh hubungan yang menurutnya akan membebani masa depannya. Lysandra menghilang tanpa jejak setelah me

a har

ya dengan tatapan penuh kejujuran. "Aku ingi

gaimana bisa Lysandra membiarkan anak ini datang ke

? Kenapa kamu harus di sini, Nak?"

ng dia tidak bisa. Dia bila

nya. Ia mencoba mengingat kembali setiap detik yang pernah ia habiskan be

laskan semuanya sekarang. Tapi aku ja

is, seolah mengerti bahwa per

ang kerja, Elio tidur pulas di kamar ta

di antara dokumen-dokumen pribadi Declan-fo

elah menolak lebih dari sekadar pernikahan. Ia menolak dirinya sendiri, menolak ke

itu, dan yang lebih penting, masa dep

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kado Dari Masa Lalu
Kado Dari Masa Lalu
“Di ulang tahunnya yang ke-35, Declan Montereau mendapat "kado" paling mengejutkan sepanjang hidupnya: seorang bocah laki-laki berusia empat tahun yang berdiri di depan pintu rumahnya, dengan mata abu-abu yang begitu familiar dan sebuah kalimat yang mengguncang dunia Declan. "Namaku Elio... Mama bilang, kamu ayahku." Declan, pria yang selalu menolak pernikahan, tidak pernah tertarik membangun keluarga, dan terlalu sibuk mengejar kejayaan bisnisnya, kini terjebak dalam satu kenyataan pahit-ia mungkin saja sudah menjadi ayah tanpa pernah mengetahuinya. Wajah Elio adalah cerminan dirinya di masa kecil, dan setiap gerak-geriknya menyayat logika yang selama ini Declan banggakan. Ia mencari penjelasan, bukti, dan siapa perempuan dari masa lalunya yang membawa serta rahasia sebesar ini. Pertanyaan demi pertanyaan menghantuinya: Bagaimana bisa seorang pria yang bahkan tidak percaya cinta... memiliki seorang anak? Dan yang paling membuatnya gila: mengapa wanita itu pergi tanpa mengatakan apa pun selama ini?”
1 Bab 1 Kado dari Masa Lalu2 Bab 2 penuh pikiran3 Bab 3 membuat pikirannya kalut4 Bab 4 perjuangan menjaga Elio5 Bab 5 masa lalu yang terus menghantui6 Bab 6 penderitaan yang mereka lalui7 Bab 7 Apa tujuan mereka 8 Bab 8 bukan musuh9 Bab 9 menguatkan dirinya dan putranya10 Bab 10 persembunyian baru yang sudah disiapkan11 Bab 11 penentuan nasib mereka12 Bab 12 keputusan Declan13 Bab 13 penuh semangat14 Bab 14 luka yang dalam15 Bab 15 mengamati target16 Bab 16 rasa bersalah17 Bab 17 setuju bersatu18 Bab 18 harus mereka balas19 Bab 19 masih lemah20 Bab 20 menyatukan hati21 Bab 21 membahas rencana22 Bab 22 Ruangan rapat23 Bab 23 Menyatukan Kepingan24 Bab 24 Langit di atas markas25 Bab 25 Waktunya membalikkan keadaan26 Bab 26 Langit akan cerah dalam tiga hari27 Bab 27 Markas pusat siaga28 Bab 28 keinginan untuk penebusan29 Bab 29 Tiga hari sunyi yang dipenuhi reruntuhan30 Bab 30 Kita semua hilang bersama31 Bab 31 keempat penumpang