kecil gadis itu tampak kontras dengan kaos kedodoran yang dia gunakan, dan yang
baju sependek ini!" kata Elmy berusaha
cil. Boxer, mau?" goda Ra
ka merengut. "Ya udahlah, begini
pan kulkas beberapa saat. Entah kenapa perkataan dan reaksi tubuhnya tidak sinkron sekarang. Sebisa m
k mie kekny
angan kemari!" tegurnya sambil menunjuk ke arah sofa. Raffayel merasa lebih aman jika Elmy menjaga jarak d
enapa? Pikir
uduk manis di sofa, membaca buku online, dan berba
enghidangkan dua piring steak, lengkap dengan sayur pelangkapnya. Satu
nah minum it
" tanya Raffayel mengambil gelas dar
ku mabuk
menuangkan cairan pekat itu ke gelas. Melihat Elmy yang ragu, dia p
an gemuruh di luar sana beradu dengan denting garpu dan pisau di atas p
potongan steak ke wajah Raffa
ta aku ke
tanya Elm
lipun dia nawarin posisi yang lebih tinggi lagi, aku tetap pada keputusanku. Ogah!" kata Raffayel lalu
kamu,
nti kamu juga bakalan tahu, alasan aku nolak dia. Jadi, kalau saat itu tiba
kotor dan membawa ke wastafel. Bangkit dari kursi, dia berdiri di sebelah pr
k aja
h! Sini ak
ing dengan Elmy. Karena licin, piring itu jatuh, membuat pecahannya berhamburan.
ngan mudah ke atas konter dapur. Raffayel mencengkram pahanya, mer
ffayel bisa melihat pipi dan telinga Elmy memerah. Dia menyeringai. "Bisa diem sebenta
apa diam? Udah gak bisa melawan lagi? Kalau
ayel yang hanya berjarak beberapa centi darinya. Bibir gadis i
aki gadis itu, menempatkan tubuhnya di tengah-tengah. Raffayel menunduk sejenak, meng
ran konter. Buku jarinya m
l, ya? Kamu gak
rtanyaan konyol Raffayel. Dia mendorong dada pr
tubuh mereka menempel. "Badan kamu gak ada ototnya. Lihat, kenyal kayak jelly,"
dan Elmy menoleh bersama. Mereka mendapati Brian melongo di
han tadi. Sambil berjongkok, dia memandang ke atas konter. Tersenyum gel
kan kaki dan buang
anggapi deng
*
mau publ
hir-akhir ini sering mendung. Dia harus sering membawa pa
ik tahu kamu menikah dengan gadis biasa," kata Ardhi dengan muka sengit. Sekarang Raffayel tersenyum
Gak ma
a kamu bisa dapat
g takdir, apa itu bul
dari kalangan biasa. Setelah menikah, mendapat uang yang banyak ... dia pergi de
ah menyalahkan ibu soal itu. Ayah yang tak bisa memp
s. "Ya. Semoga saja gadis
ya untuk segera masuk ke ruang rapat, karena chairman sudah datang dan siap m
sul di belakang dengan asisten dan sekretarisnya yang gagah. Pria dengan setelan
Ya, meski perusahaan berkembang pesat di bawah kepemimpinannya, namun masih ada beber
kir Raffayel tak cemas sama sekali. Sejak diamanahi jabatan sebagai CEO, dia tak mau memegang penuh obsesi jabatan
pikir R
isnis yang dia kelola menambah nilai plus dalam kinerjanya. Sekalipun memiliki cata
t, walaupun dia pemilik perusahaan dan menempati posisi terti
lebih banyak peluang bisnis di republik ini dan membuka banyak ke
duk hormat pada Baskara. "Kerja bagus, Raffayel. Kedepannya semog
ghempaskan badan di kursi selepas p
ampur aduk yang menerpanya, dia perlu mendengar suara gadis itu sekarang.
oh. Kalau kamu di luar, seb
ngapain? Aku bar
. Jam tiga sore. "Enak b
elpon? Per
dah tua masih tidur siang, kah?" cibirnya sam
eleponnya!
n ditutup dulu
rkan kepala di kursi sambil terus mengamati rintik hujan yang
el? Hei
perintah
apan
adi." Raffayel menutup
/0/24611/coverbig.jpg?v=ec8a20c274b82dd9df63cf3f627d9889&imageMogr2/format/webp)