siap mau menemui Elmy untuk memilih baju pengantin. Melihat Hannah duduk di sofa dan
nya kamu b
ke butik sama Elmy bua
masam. "Oh. Kapan kalian menikah? K
nggu
tap Raffayel tak per
nya. Elmy sekarang pasti sedang menunggu, pikir pria itu. Beberapa menit la
ya kamu eman
aik sebelah, dia mengamati muka Hann
polos, Raffa
u," kata Raffayel menoleh ke jendela besar di depan sana, melihat langit mulai menggelap.
s itu menaikkan dagunya. "Ayah minta kamu data
al
uga tidak tahu apa
dari butik, ak
ang. Bukan nanti." Titah Hannah sama
ruangan, Raffayel mengeluarkan ponsel, menelepon Elmy. Dia mengerang sebal ketika melihat
lur, merasakan rintik hujan yang semula kecil berubah menjadi butiran air yang membua
ggu, tapi ayah
wan. Dipasrahi jabatan yang tinggi di perusahaan Baskara merupakan faktor yang membuatnya tunduk pada Hannah dan ketua. Belum la
unggu oleh pria paruh baya itu di ruang keluarga. Hannah m
al perjodohan yang saya tawarkan?"
lalu melirik Hannah, kemudian pada Baska
Ketua. Saya akan menikah de
Raffayel, tapi dia berusaha tetap tenang. Jika pria ini menawarkan hal besar, Raffayel tak
akan jamin hidup kamu lebih baik, jabatan kamu di perusahaan Baskar
san saya." Raffayel menyela lebih dulu sebelum pria itu
akan memberitahu gadis itu kalau apapun yang dia t
abut jabatan kamu?" ta
a keputusan itu, Ke
perlu minta maaf. Kamu boleh pergi, Raffayel. Sa
ebut. Dia bergegas keluar dan berlari menuju mobil. Melirik arlojinya yang b
*
ca sejak tadi. Mungkin sibuk; ada rapat kali; mungkin dia lupa; begitulah yang Elmy tanamkan dalam
enak dia mendongak, melihat rintik hujan yang belum reda juga. Kilat dan guntur saling bergant
tik. Daripada luntang lantung tidak jelas seperti
nya lepek, dan perutnya sudah bergemuruh sejak tadi. Elmy berdecak, jika saja hujan badai in
mbuat pohon di pinggir jalan bergoyang. Dia menunduk, menum
*
cukup baginya untuk membuka deretan pesan yang Elmy kirimkan. Melambatkan laju m
al
n yang licin. Melawan arus hujan yang disertai angin kencang itu. Jujur saja, Raffaye
i ke seberang halte. Dada Raffayel berdegub kencang. Dia berhenti sejenak m
nya. Angin masih meraung di luar, siap menghantam apa saja yang dia lewati. Raffayel m
ucap syukur setelah berhasil menyeret seorang gadis k
pasi terduduk di trotoar. Tanpa basa-basi dia berjongkok,
merangkum wajah Elmy yang dingin dengan
Brian jemput kamu, tapi tele
gak peluknya biasa aja, g
Perlahan dia membantu Elmy berdiri. "Bisa ja
ber
apa
3
nnya ke lipatan kaki Elmy. Menggendong gadis itu menuju mobil. Bebera
akan ga
ah
nget. Yakin ini 43 kg aja?" ta
akan sih sej
ya membuka pintu mobil dan mendudukkan El
menye
ju. "Gak! Setelah ini kita ke apartemen aku. Makan yang banyak
enggoda Raffayel yang berjongkok di depan pint
dongak ke arah Elmy. Segera dia bangkit da
ara itu Raffayel terkikik
/0/24611/coverbig.jpg?v=ec8a20c274b82dd9df63cf3f627d9889&imageMogr2/format/webp)