icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Terpaksa Jadi Playboy

Bab 3 Penjual Kue

Jumlah Kata:710    |    Dirilis Pada: 21/05/2025

E

i perawatan di rumah sakit. Cindy juga sudah dioperasi hingga patah tulang kaki yang ia alam

sa beraktivitas seperti biasa. Bahkan, beliau baru saja pulang dari Jepang den

ahku yang mengemudi dalam keadaan mabuk, sudah me

ya padaku atau masih menyimpannya. Aku sendiri hanya bisa diam. Sudah terlalu ban

. Keuntungan proyek yang aku dapatkan, habis hanya untuk membayar biaya kesehatan, ganti rugi

u tetap merasa sedih. Kerja kerasku tidak bisa kunikmati lagi.

ukan bisnisku. Aku disuruh bekerja sebagai asisten ketiga Papi di sela-sela waktu kuliahku. Gajiku digunakan u

ya. Menyuruhku melakukan pekerjaan remeh tapi melelahkan seperti membeli kopi di kafe yang terletak di lantai b

ia'. Yang ada hanya Kenzo, pekerja kel

Mami di bandara. M*rced*s S-Cl*ss S 450 Lux

elah usai melakukan perjalanan jauh yang tidak hanya menguras tenaga d

ak sibuk dengan ponselnya. Tumbe

ya," kata Mami sekonyong-konyong,

Asma? S

an lalu," sahut Papi yang ternyata sudah membuka matanya. "Besok Pa

wa mereka ke rumah sakit dan menunggu di sana hingga Mami datang. Aku dan Cindy sendiri harus ditolong oleh petu

adalah penjual kue itu. Papi pun demikian. Kudengar Mam

i brownies buatan Husna. Melalui orang lain, Mami memesan brownies

g peralatan dan bahan-bahan yang Husna perlukan, Mami langsung bergerak cepat dengan mengirim iklan khusus ke akun sosial media gadis itu. Menawarkan sebuah ru

pengorbanan gadis itu, sudah sepadan dengan apa yang dia lakukan untuk menyelamatkan Papi d

ang budi pada Husna. Untuk menuntaskan balas budi mereka, Mami dan Papi

buat hidupku kelak jungkir balik. Bukan karena dia menggangguk

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Terpaksa Jadi Playboy
Terpaksa Jadi Playboy
“Semakin aku menjauh, dia malah semakin mendekat. Padahal aku sudah menolaknya mentah-mentah, tapi berbagai peristiwa justru membuat aku semakin sering bertemu dengannya. Kenzo yang bergaya hidup bebas, tidak sudi dijodohkan dengan Husna, gadis berhijab yang ia ragukan kemampuannya dalam menjadi pendamping hidupnya. Sebab, perbedaan di antara mereka berdua, sangat jauh. Husna yang berasal dari keluarga sederhana dan yatim piatu, tampaknya tidak akan bisa mengimbangi Kenzo yang merupakan anak tunggal pasutri pengendali kerajaan bisnis dan juga adalah seorang pengusaha muda. Kenzo dan orang tuanya lalu membuat kesepakatan. Jika dalam sebulan Kenzo tidak mendapatkan wanita lain sebagai calon istrinya, maka dia harus menikahi Husna. Jika setelah kegagalan itu, dia masih menolak Husna, maka Kenzo akan kehilangan haknya untuk mewarisi kekayaan orang tuanya yang bernilai trilyunan. Maka, Kenzo memutuskan untuk 'menebar jala' demi mencari gadis pilihannya sendiri. Ia menyasar Vita, Hima dan Putri demi mendapatkan cinta salah seorang dari mereka. Anehnya, semakin ia mengejar cinta tiga orang gadis tersebut, Kenzo justru semakin sering berinteraksi dengan Husna dan menjadi semakin dekat dengannya. Jadi, apakah Kenzo harus menerima Husna? Atau, justru Husna yang menolak Kenzo karena bisa jadi membawa pengaruh buruk bagi hidupnya?”
1 Bab 1 Insiden Pagi Buta2 Bab 2 Si Pembuat Celaka3 Bab 3 Penjual Kue4 Bab 4 Supir Keren5 Bab 5 Permintaan Bu Krisye6 Bab 6 Visi Papi7 Bab 7 Si Gaun Biru8 Bab 8 Duit9 Bab 9 Brownies10 Bab 10 Bang Ojol11 Bab 11 Drama dan Kejutan12 Bab 12 Mimpi13 Bab 13 Panik14 Bab 14 Jejaring15 Bab 15 Pulang Bersama16 Bab 16 Perhitungan17 Bab 17 Kebetulan18 Bab 18 Sepupu19 Bab 19 Matahari20 Bab 20 Terhubung21 Bab 21 Berdamai22 Bab 22 Terpaksa Jadi Playboy23 Bab 23 Tak Terduga24 Bab 24 Perkara Saling Sayang25 Bab 25 Asumsi26 Bab 26 Mati Kutu27 Bab 27 Rumit28 Bab 28 Barang29 Bab 29 Tidak Minta Digendong30 Bab 30 Satu-Satunya