icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Duet Maut Janda dan CEO Badass

Bab 5 Mereka Menyiksa Lagi

Jumlah Kata:1218    |    Dirilis Pada: 27/10/2021

erry pulang lebih cepat d

ahnya dengan tenang, dan merelakskan pikirannya yang kalut. Namun, pemandang

ska. Mungkin bagi yang melihat kejadian ini sejak awal

ya pemandangan itu tampak sepert

di mata Gerry. Ada yang salah di situasi sekarang pikir Gerry

hat pemandangan sadis itu, mereka

Gerry dengan fokus. Bibirnya sangat kesul

Gerry, dia membuat semuanya

a mengeluarkan air matanya agar semua tampak sangat meya

erani menyakiti ibunya, a

u ibu untuk menghuk

ar perempuan tak tahu di untung!" suaranya berat dan sangat marah. Alisnya bertaut

Vina merasa sangat ketakutan. Dia berdoa dalam hati, berharap ba

uma

ah kesulitan bernapas, Gerry malah melaya

GH

hingga Vina kehilanga

ngat menyakitkan diban

san. Tidak ada satu pun yang peduli dengan itu, walaupu

emandangi Vina, mengasihani,

dirinya yang bahkan tidak pern

udara dan lantai. Kepalanya masih terasa sangat pusing, dan seluruh tubuhnya sanga

bangun dan tidak melihat ibunya, Crysta akan sang

tar ke masa dulu, di mana saat itu dia adalah seorang dewi. Anak semata wayang dari pengusaha

kemanjaan di dalam dirinya membuat dia tidak bisa apa pun. Mencari uang adalah hal yang susah untuk

a," kata orang tuanya. Karna mereka begitu yakin

elah tersedia. Seorang dewi itu tidak boleh bekerj

na dengan sepenuh hati. Merawatnya seperti anak sendiri, hubun

sendiri, membelikan apa pun yang Vina inginkan. Bahkan Vina memberikan kartu kreditnya pada Sisk

yangka harga barang itu sangat mahal, karna dia t

jelaskan Siska dan anak-anaknya adalah sebuah kebohongan. Namun

sukses, bahkan jika dia berbelanja

ubah menjadi buruk. Kedua orang tuanya bangkrut, hutang di

kannya. Bahkan untuk memberikan Vina makan yang baik saja dia

ensitif, tetapi ternyata bukan. Itu karna

awa bersama temannya. Bebas, berjalan-jalan, dan

ak bisa. Air mata kesedihan itu mengalir sendiri tanpa perintahnya, hing

tus asa memb

dia mendengar suara isa

a, "Ibu, menangis?" dia memeluk ibun

i ini. Di harus bangkit, dan tegar. Akan sangat

ngis itu sekuat tenaga, d

r. Rupanya sentuhan hangat dari Cryst

ut pirang yang terlihat sangat sexy. Sebagian besar dari gunung kembar miliknya terlihat, lidahn

ndangan ini. Gadis di layarnya menggoda

bungan yang sangat dekat, hubungan yang melebihi suami istri. Bagi Gerry, Dona se

eknya di depan Gerry, lalu gadis itu dengan percaya d

dangan itu. Paha mulus milik seorang pere

a tergoda, kepunyaannya di

malah tertawa, apa yang dia inginkan akan segera terjadi. Tanganny

y. Bahkan itu sekarang bukanlah menjadi rahasia, tapi setiap

ng-orang katakan. Bahkan sikapnya yang som

hnya membuatnya mabuk kepayang, servis yang dia berikan begi

na mengirimkan foto menggunakan lingeria dengan pose menungging yang menggoda. Besok pagi,

mua stresnya hilang, kesenangan mereka berdua dalam bermain sangat hebat.

nya, dia akan mewujudk

AMBU

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Duet Maut Janda dan CEO Badass
Duet Maut Janda dan CEO Badass
“WARNING 21++ DIPEBUHI DENGAN ADEGAN KEKERASAN, SEKS DAN LAINNYA. TOLONG BIJAKLAH . "Sekarang, kau lihat, siapa yang ada di bawah?" ** Vina Pryanika, seorang janda 29 tahun yang harus bercerai dengan suaminya. Dia tidak pernah bekerja sebelumnya, membuat dirinya kesulitan untuk mencari pekerjaan untuk menghidupi dirinya dan anaknya sendiri. Suatu hari, ketika dia mabuk, Vina menampar seorang pria yang ternyata adalah Eros Gaharu. Seorang CEO dari perusahaan teknologi terkenal, yang dikenal mempunyai desikap tempramental, bebas, dan kejam. Karna insiden itu, Eros meniduri Vina yang pingsan karna mabuk sebagai bentuk balas dendam. Sedangkan Vina, menginginkan balas dendam untuk keluarga mantan suami dan mantan suaminya. Dia ingin mereka ada di bawah kakinya lagi, dan hancur seperti dirinya. Keduanya membuat sebuah kolaborasi yang mematikan untuk keinginan masing-masing. Apakah ini hanya tentang kolaborasi? Atau tentang lainnya yang tidak mereka perkirakan?”