icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

The Cruel Prince

Bab 4 Predator dingin

Jumlah Kata:1370    |    Dirilis Pada: 25/10/2021

ruel P

y Natali

las di area bahu. Begitu juga dengan bekas k

da hanya isak tangis dan sakit hati yang mendalam. Tangannya mulai membelai lembut are

ak sebanding dengan rasa tekanan batin dan kelembutan hatiny

saat, kini berubah sepe

nduk, lalu mulai mengeringkan dirinya. Semuanya terasa pegal da

i, ia terpaksa memilih tinggal di gedung apartemen lama. Sejak kuliah, ia terp

*

Mark

kanan yang menjadi stok mingguannya, dan ada juga

!" suara seorang pr

hanya halusinasik

asya.

tangan kanannya yang sed

dan sangat terkejut melihat sosok

amu tidak lagi mengenaliku.." kata pr

" Nathasya masih berusaha me

l.." kata pr

nner.." kata Nathasya d

nya Jenner, meraih keranjang belanj

aja membeli beberapa kebut

h xx. Jenner sangat tampan, mudah bergaul, berkulit p

gila. Perutnya yang kotak dan tubuhnya yang kekar jarang terlihat, dan jika ingin melihatnya, hanya saat dia melakukan seni bela d

enambah kesan pria jantan dan idaman para wanita. Jenner selalu menjadi sorotan para dosen wanita di kampusnya, bahk

gan sesaat. Ia tidak ingin mengotori dir

buk dengan urusan kuliah, juga pekerjaan paruh waktunya

?" tanyanya dengan senyuman yang be

arena, hari ini adalah hari liburku, d

u makan malam bersama??" Jenner justru m

buat kekasih s

us mengatakan omong kosong s

a, Nathasya.." balas Jenner yang m

seingat saya begitu banyak

berakhir. Aku juga tidak pedul

Tidak jelas mau ke mana, karena sebenarnya Natha

an membuat penampilannya semakin cantik. Ah well, Jenner sangat menggoda dalam t-shirt abu-abunya, y

a Jenner dengan senyum yang se

athasya menjawab dengan

giginya yang putih mampu membuat wanita tergila-gila. Senyum tipis yang selalu ia tunjukkan kepada seseorang

*

n gedung apartemen,

a telah membawaku pulang." Ucap Na

memutar setir dan melambaikan tangannya saat kaca hitam

k jantungku semakin tida

..

man Na

iki tangga flat. Tepat di lantai dua,

rek

, dan mengemas beberap

nya begitu erat hingga me

menoleh ke belakang. Sesuatu yang menakutkan kini mula

n pria lain.." bisik pria itu tepat di teling

a mulai tidak teratur. Sensasi panas bergejolak di

Zakra mulai meremas daerah perutnya, d

mencoba membodohiku ya!!" Bentak Zakra samb

kan padamu tidak cukup!!" bentaknya lagi dan benar-benar membuat N

lih hidupku sendiri. Kita hanya kenangan..." kata Nathasya

erlahan ke arahnya, lalu mencengkeram dagu

ganku huh!!" Bentak Zakra t

uruh tubuh ini!!" Bentak Zakra sambil mengelus d

sya merintih pelan diiringi hel

mendengar desahan indahmu, dan merasa penasaran.."

gannya, ketika Zakra menyentuh area sensitifny

yang..." ucap Zakra sambil terus men

s Nathasya, dengan sekali lirikan

ingin menghajarmu agar tidur nyenyak..

meremas dada kiri Nathasya dengan kuat, sedangkan tangan kanannya meremas bokong Nathasya h

ap bibir mungil Nathasya, membuatnya se

pria lain lagi.." ucap Zakra sambil me

a menyelesaikan aktivitasnya dan membiarkan Nathasya meluncur ke bawah, du

" kata Zakra yang kini berdiri dengan

mengisinya dengan air keran yang b

a sambil menyiram wanita yang saat ini duduk lemas di depannya. Dari ujung rambut hingga u

ya !!" Bentak Zakra sambil

a sudah mengalir. Perlakuan Zakra benar-benar menyakitinya, apalagi hatinya begitu hancur.

sebatas itu.." Nathasya

ia itu. Jika tidak, aku akan membuatmu merasakan hukuman

thasya, entah bagaimana caranya. Tapi tidak Zakr

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
The Cruel Prince
The Cruel Prince
“Mature | Vampire - Fantasy - Gore- Romance Novel ini mengandung gore 85% "Kau hanya milikku, dan hanya aku yang boleh menyentuh seluruh tubuh ini!" bentak si pria sambil menjambak rambut panjang sang kekasih yang tengah terisak dan meringis kesakitan. Terjebak dalam cengkraman pria maniak sex, dan sangat terobsesi dengan gadis-gadis perawan. Cinta pertama yang akhirnya membawa penderitaan dan siksaan yang tiada akhirnya Semua impian mau pun harapannya seakan sirna. Akankah Nathasya mampu menghadapi segala penderitaannya?”