icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Patah Hati Terlalu Dalam

Bab 10 merasa dikhianati

Jumlah Kata:993    |    Dirilis Pada: 11/04/2025

ini tergeletak di samping tempat tidurnya seakan menantang untuk dibuka lebih jauh, seperti sebuah teka-teki yang belum terpecahkan. Dia bisa merasakan beban yang sangat

a bingung, tidak tahu harus memilih jalan mana. Adrian masih berusaha mendekatinya, namun semakin ia mencoba

lasan untuk tidak bisa bertemu atau tidak bisa memberikan penjelasan. Bahkan ketika mereka berada dalam satu ruangan yang sama, ada sesuatu yang menghalangi ke

sahaan itu, seakan-akan menjadi kegiatan biasa yang tak menyentuh hatinya. Meskipun ia berhasil membangun sebuah kerajaan bisnis yang kuat, hatinya tak lagi bisa merasakan keba

Liv, malam itu terasa begitu kelam. Hatinya seperti sebuah ladang yang tandus, yang tak bisa tumbuh a

jat. Ia menatap layar yang menunjukkan nama Adrian di sana. Dengan

engar lebih tegang dar

n. Tentang kita," suara Adrian terdengar terburu-buru

papun yang dia katakan. Namun, ada sesuatu yang membuatnya tetap terjaga, ingin mendengar apa yang akan terjadi sel

nya Adrian, suara

a ragu lagi. "Di luar, bukan di tempat bi

menghela napas panjang. "Baiklah, ak

ada datar. "Untuk mengungkap semua rahas

a Adrian, suara lebih lemah dari sebelumnya, dan sebe

ya menghadapi semua kebingungannya. Dengan langkah-langkah yang berat, ia berdiri dan mengambil jaket dari gantungan di dekat p

presi yang sulit dibaca. Ada ketegangan yang menggantung di udara, dan untuk pertama kalinya, Liv me

datang," katanya, suaranya agak gugup. Ada k

u? Aku... aku merasa seperti aku tidak mengenalmu lagi," jawab Liv, suaranya sedikit pecah, namun ia t

an terdengar serak, seakan menahan sesuatu yang sangat berat. "Aku tidak bisa memberi

yak hal, Adrian. Terlalu banyak. Aku tahu tentang keluargamu, tentang bisnis yang kau jalani, dan tentang semua rahasia yang kau sembunyi

u. Tapi aku tak bisa, Liv. Aku takut kau akan terlibat lebih dalam dalam dunia ini-dalam du

"Aku sudah terluka, Adrian. Hati ini sudah hancur, karena aku te

rus kulakukan. Aku... aku terjebak dalam segala hal ini, Liv. Dan semakin aku mencob

h mematahkan setiap bagian dari dirinya. Dia mencintai Adrian, tapi dia juga merasa dikh

terdengar. "Aku... aku butuh waktu. Waktu untuk berpiki

an, namun ada juga ketakutan yang tersirat

pa berkata-kata lagi. Setiap langkahnya terasa semakin berat,

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Patah Hati Terlalu Dalam
Patah Hati Terlalu Dalam
“Livia Suryani, seorang CEO muda yang telah mengukir nama besar di dunia bisnis kecantikan, dikenal dengan merek skincare "Glow Essence", sebuah perusahaan yang telah mendominasi pasar dengan inovasi dan kualitas luar biasa. Livia, yang biasa dipanggil Liv, tidak hanya sukses secara profesional, tetapi juga memiliki kehidupan pribadi yang tampak sempurna. Ia bertunangan dengan Adrian Wira, pria tampan dan berkarisma yang menjalankan bisnis showroom mobil bekas yang juga berkembang pesat. Keduanya saling mencintai dan merencanakan pernikahan mereka dalam waktu dekat. Sejak awal, hubungan Liv dan Adrian memang terlihat seperti pasangan yang sempurna. Mereka saling mendukung, penuh dengan kasih sayang dan perhatian. Liv merasa sangat beruntung memiliki Adrian, yang selalu ada untuknya, baik dalam kebahagiaan maupun kesulitan. Namun, kebahagiaan Liv berubah drastis pada suatu hari yang tak akan pernah ia lupakan. Pada malam sebelum ulang tahun Adrian, Liv merencanakan kejutan spesial untuk tunangannya. Ia ingin menunjukkan betapa dalamnya cintanya kepada Adrian, dengan membuat malam itu penuh dengan kenangan manis. Liv mempersiapkan segala sesuatu dengan cermat, mulai dari dekorasi hingga hadiah yang istimewa. Namun, saat ia tiba di rumah Adrian lebih awal untuk menyiapkan kejutan, ia justru mendapati pemandangan yang membuat jantungnya berhenti berdetak. Melalui celah pintu, Liv melihat Adrian sedang bergulat dengan seorang wanita yang tidak asing baginya-Amara, anak tiri ayahnya yang baru beberapa bulan pindah ke kota. Keduanya tampak terperangkap dalam sebuah adegan yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata, saling berpelukan dan bergumul dalam keintiman yang begitu intens. Wajah Amara yang selalu tampak ramah, kini menunjukkan ekspresi penuh hasrat yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan akan dilihatnya. Liv merasakan dunia seperti runtuh seketika. Hatinya hancur, seolah ada sesuatu yang merobek setiap bagian dari dirinya. Ia tidak bisa menerima kenyataan ini. Dengan tubuh gemetar, ia bersembunyi di dalam lemari dan merekam semua yang terjadi, berharap itu akan menjadi bukti atas pengkhianatan yang baru saja ia temui. Air mata mengalir tanpa bisa ia bendung, menyesali semua yang telah ia percayai selama ini. Setelah kejadian itu, Liv merasa seluruh dunianya hancur. Adrian, yang ia percayai dan cintai dengan sepenuh hati, ternyata memiliki sisi gelap yang sama sekali tak ia ketahui. Keputusan yang berat harus ia buat, dan dengan rasa sakit yang tak terlukiskan, Liv memutuskan untuk meninggalkan Adrian, mengakhiri hubungan yang sudah dibangun selama bertahun-tahun. Namun, bukan berarti luka di hatinya langsung sembuh begitu saja. Dalam keadaan kacau dan frustasi, Liv pergi ke sebuah klub malam yang terletak di pusat kota. Ia ingin melupakan semuanya, membiarkan dirinya tenggelam dalam kegilaan malam itu. Tanpa banyak berpikir, ia menenggak alkohol hingga tubuhnya terasa ringan dan dunia di sekitarnya semakin kabur. Keesokan paginya, Liv terbangun dengan kepala pusing dan tubuh yang terasa lemah. Ia membuka mata perlahan, hanya untuk mendapati dirinya telanjang, tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya. Kaget dan bingung, Liv berusaha mengingat apa yang terjadi semalam, namun segala hal tampak kabur, seperti mimpi yang sulit dicerna. Saat ia hendak bangkit, matanya terbelalak melihat seorang pria tampan yang terbaring di sampingnya. Tubuhnya terbungkus selimut, namun tangannya masih melingkar erat di sekitar tubuh Liv, memeluknya dengan cara yang sangat posesif. Hatinya berdetak kencang, bingung dan ketakutan. Siapa pria ini? Apa yang terjadi semalam? Pria itu tampaknya tertidur dengan tenang, wajahnya yang tampan tampak begitu damai, berlawanan dengan kekacauan dalam diri Liv. Ia berusaha mengingat lagi, namun hanya menemukan kekosongan. Apakah ia mengenal pria ini? Atau mungkin ini hanya salah satu akibat dari alkohol yang ia minum semalam? Liv mencoba bangun perlahan, menghindari untuk membangunkan pria itu, namun takdir sepertinya memiliki rencananya sendiri. Pria itu terbangun dengan perlahan, membuka matanya, dan langsung menatap Liv dengan tatapan yang penuh misteri. Sebuah senyuman tipis terbentuk di wajahnya, namun ada sesuatu dalam tatapannya yang membuat Liv semakin bingung. "Selamat pagi," kata pria itu dengan suara serak, seolah baru saja bangun dari tidur yang sangat lelap. "Kau baik-baik saja?" Liv tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya memandang pria itu, mencoba mencari jawaban dari tatapan matanya yang penuh rahasia. Apa yang terjadi semalam? Mengapa ia terbangun di samping pria ini, yang bahkan wajahnya tidak pernah ia kenal sebelumnya? Saat pria itu menarik Liv ke dalam pelukannya, Liv merasa ada sesuatu yang aneh, seperti ada hubungan tak terungkapkan di antara mereka. Namun, pertanyaan terbesar yang ada dalam benaknya adalah, siapa sebenarnya pria ini, dan mengapa dia merasa begitu terhubung dengan Liv?”