icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Istri Cadangan

Bab 4 penasaran dan marah

Jumlah Kata:680    |    Dirilis Pada: 09/04/2025

mun di dalam ruangan, ketegangan terasa lebih pekat dari udara lembap yang mengisi setiap sudut. Ia berdiri di depan

bergetar

asuk da

ina. Bukan hanya soal bisnis. Ini soal

ernyit. Tangannya gemetar pelan, antara pe

arang. Bawa se

dengan map hitam berisi dokumen dan sejumlah foto ce

lai dari mana, Bu. Tapi... ini

dengan nama asli: Saskia Delora. Seorang anak dari keluarga bermasalah yang tumbuh di panti

tanda tangan seseorang-Reza Adri

ak bisa menyeles

gram beasiswa yang didanai oleh Reza ketika beliau masih belum menikah.

r. Ini bukan hanya soal perselingkuhan. Ini p

Ia membangun kehidupannya di atas fondasi kebo

ang nyaris pudar. Di dalamnya, tampak Reza, muda dan mengenakan jas SMA, be

. Bahkan jauh sebel

h strategi. Sekarang, ini bukan hanya soal bisni

ng jurnalis lama yang pernah ia bantu naik daun, seseorang yang masih berutan

erajaan bisnisnya dari skandal masa lalu. Tanpa

tanya jurnalis it

i situ. Tapi jangan tampilkan semua. Sisa

nya. Kali ini dari grup besar yang sebelumnya sangat loy

rensi pers! Klarifikasi,

?" Reza masih mencoba bersikap

Dan dia tahu semua tentang aku.

amu bilang semua sudah

dia menemukan surat adopsi itu. Dan jika

tak. "Jangan ulang

eperti gadis panti yang menjerat pria kaya. Dan kau tahu dun

bahwa Nadia bukan hanya istri yang dikhianati. Ia adalah ancam

asuki kantor pengacara ternama. I

Tapi gugatan pencemaran nama baik, pelanggaran perja

pelan, menatap dokumen. "

nya mereka merasa apa yang aku rasak

nerima pesan anonim

n lolos begitu saja? Aku akan kupas sat

laptop dengan

rsenyum tipis, menyesap anggur

a dimulai. Dan ia ya

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Istri Cadangan
Istri Cadangan
“Nadia berdiri terpaku di ambang pintu kamar tamu, tubuhnya membeku melihat pemandangan yang menghancurkan dunianya dalam sekejap. Di atas ranjang yang seharusnya hanya milik pernikahannya, Reza-suaminya-berbaring bersama wanita lain. Wanita itu adalah Karina, seseorang yang selama ini tinggal di rumah mereka dengan alasan butuh tempat sementara. Alih-alih merasa bersalah, Karina menatap Nadia dengan senyum penuh kemenangan. "Sekarang kau tahu, Nadia," ucapnya tanpa sedikit pun rasa bersalah. "Reza memilihku. Kami saling mencintai." Reza, yang seharusnya bersujud meminta maaf, justru mengangguk setuju. "Aku ingin menikahi Karina. Aku harap kau bisa mengerti." Darah Nadia mendidih. Penghinaan ini terlalu besar untuk bisa dibiarkan begitu saja. Ia mengangkat dagunya, menatap mereka dengan mata penuh tekad. "Kalian pikir aku akan menangis dan menyerah begitu saja? Jangan bermimpi." Dengan hati yang membara, Nadia berjanji pada dirinya sendiri-pengkhianatan ini akan dibayar lunas.”
1 Bab 1 menjalani rutinitas tanpa curiga2 Bab 2 Setelah kejadian3 Bab 3 suasana hati4 Bab 4 penasaran dan marah5 Bab 5 memperjelas kepanikan6 Bab 6 Gugatan cerai7 Bab 7 Tidak ada rasa bersalah8 Bab 8 menyajikan sarapan9 Bab 9 suasana yang suram10 Bab 10 membangun kepercayaan11 Bab 11 menguat dalam dirinya12 Bab 12 Di ruang pengadilan13 Bab 13 hidupnya sudah diambil14 Bab 14 permainan strategis15 Bab 15 Kebenaran yang Menghancurkan16 Bab 16 Serangan balik17 Bab 17 berhembus kencang18 Bab 18 sibuk kini tampak sunyi19 Bab 19 menyusun20 Bab 20 mengusir21 Bab 21 mencekam seiring berlalunya waktu22 Bab 22 disembunyikan23 Bab 23 rumah yang menjulang24 Bab 24 sangat nyata terpendam25 Bab 25 menjadi saksi26 Bab 26 hanya preambul27 Bab 27 berjuang untuk melawan28 Bab 28 beberapa hari terakhir29 Bab 29 diprediksi30 Bab 30 sudah terlalu jauh