icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Anak Yang Ku Bawa Dalam Rahimku

Anak Yang Ku Bawa Dalam Rahimku

icon

Bab 1 minggu pertama

Jumlah Kata:595    |    Dirilis Pada: 04/04/2025

n setiap hari rasanya masih seperti mimpi buruk yang tak ingin ia jalani. Namun, apa yang bisa ia lakukan? Kebutuhan hidup

luar tampak kabur dan suram. Alesha memutuskan untuk membersihkan ruang tamu, berharap tu

kaya itu. Alesha menoleh dengan gugup, mencoba menenangkan diri. Reiner sering tampak begitu tenang dan berwibawa,

ni suaranya serak, hampir sepe

i, kini terlihat rapuh. Sebelum bisa berkata-kata, dia sudah berada di hadapanny

suaranya bergetar. "Kekasihku menikah dengan saha

ukan, ia mencoba berkata dengan lembut, "Tuan, Anda

dia tampaknya tak bisa mengendalikan dirinya. Tanpa peringatan, dia mendekati Alesha dengan gerakan yang begitu cepat

bulan k

mbesar. Air matanya menetes, dan dia merasakan kekosongan yang begitu dalam. Kehidupan yang i

i Neneknya membuatnya terk

di sampingnya, menatapnya dengan penuh perhatian. "Alesha, apa yan

ak tahu harus bagaimana. Aku tidak ingin membawa ini ke dalam hi

menanggung ini sendirian. Kakek dan nenek akan selalu ada un

nya. Tapi aku tidak tahu apakah dia ingat atau tidak. Dia dalam kea

kamu ingin menuntut pertanggungjawaban darinya? Atau apakah kamu akan menj

dapatkan keadilan. Di sisi lain, dia tidak tahu apakah Rei

a yang sekarang menjadi istri sahabatnya. Rasa sakit itu masih menggerogoti hatinya. Namun, tak lama kemudian, pikira

." bisikn

Apakah anak itu be

tak hanya berkutat dengan rasa sakit dari masa lalu,

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Anak Yang Ku Bawa Dalam Rahimku
Anak Yang Ku Bawa Dalam Rahimku
“Alesha Devandra baru satu minggu bekerja di rumah megah keluarga Arsanta. Gadis polos dengan kecantikan alami itu tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah selamanya dalam satu malam yang kelam. Malam itu, Reiner Arsanta, putra tunggal keluarga kaya raya tersebut, pulang dalam keadaan mabuk setelah dikhianati kekasihnya yang tiba-tiba menikah dengan sahabatnya sendiri. Dalam keadaan kacau, emosi, dan kehilangan kendali, Reiner melampiaskan rasa frustrasinya pada Alesha-gadis lugu yang kebetulan berada di tempat yang salah pada waktu yang salah. Trauma berat membuat Alesha memilih melarikan diri ke rumah kakek-neneknya di desa, berharap bisa melupakan tragedi itu. Namun, beberapa bulan kemudian, kenyataan yang lebih pahit menghantamnya-dia mengandung. Dihadapkan pada pilihan sulit, Alesha harus memutuskan: apakah dia akan menuntut pertanggungjawaban Reiner, pria yang bahkan mungkin tak mengingat kejadian malam itu, ataukah dia akan membesarkan anaknya sendirian dengan segala konsekuensi dan cibiran dari orang-orang di sekitarnya? Namun, apa yang terjadi saat Reiner akhirnya mengetahui kebenaran? Apakah dia akan menyangkal, atau justru berbalik menuntut hak atas anak yang tak pernah ia duga keberadaannya?”