icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gadis Terbuang vs Raja Bisnis

Bab 2 sekadar sekilas pandang

Jumlah Kata:587    |    Dirilis Pada: 03/04/2025

rti mengapa tatapan pria tadi masih membekas di pikirannya. Tatapan itu bukan sekadar sekilas pandang,

ukan waktunya untuk memikirkan hal-hal yang tidak masuk akal. Fokusnya adalah mendap

di luar. Di dalam, lobi luas berkilauan dengan lantai marmer mengilap, dinding kaca yang tinggi, dan lampu gantung kristal yang memancarkan cahaya lembut. Oran

a resepsionis, tempat seorang wanita berusia sekitar akhir dua puluhan duduk dengan rapi di balik meja kayu berlapis kaca.

sa saya bantu?" tanyanya de

ingin menanyakan apakah ada lowongan kerja di perusahaa

yum tipis. "Anda bisa meninggalkan berkas lamaran

ancara langsung. Tidak ada kesempatan untuk meyakinkan mereka dengan kata-katany

ima kasih,

gema dari arah belakang. Suara yang begitu berwibawa,

engannya di depan gerbang-melangkah masuk ke lobi.

sempurna dengan sedikit gelombang alami. Wajahnya tajam, dengan rahang tegas dan sorot mata yang menusuk, seolah dia selalu mengamati seg

dalah caranya berjalan-penuh kendali, seol

egang. Pria itu tidak menghindari pandangannya, tidak seperti sebelumnya

erapa detik yang terasa l

yang langsung terbuka saat ia mendekat. Beberapa pegawai yang berada di lo

enyadari

. Dia adalah seseorang yang memil

berdegup kencang, Olivia b

engan suara pelan

esi sedikit terkejut, lalu tersenyum ke

ke," jawabnya. "CE

ander Drake. Pria yang baru saja meliriknya dua k

an aneh itu semakin menguat, ses

wal dari sesuatu. Sesuatu yan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gadis Terbuang vs Raja Bisnis
Gadis Terbuang vs Raja Bisnis
“Langkah Olivia terasa berat saat ia menyusuri trotoar dengan map coklat yang mulai lecek di tangannya. Matanya yang letih terus menelusuri setiap pos keamanan yang ia temui, berharap menemukan kesempatan kerja. "Permisi, Pak. Apakah ada lowongan di perusahaan ini?" tanyanya dengan suara lirih pada seorang satpam yang berjaga. Baru saja pria itu hendak menjawab, suara deru mesin halus menarik perhatiannya. Sebuah mobil hitam mengilap berhenti di depan gerbang utama. Dengan sigap, satpam itu segera meninggalkan Olivia dan bergegas membukakan gerbang. Dari dalam mobil, seorang pria melangkah keluar-tinggi, berwibawa, dengan aura yang membuat siapa pun menahan napas. Alexander Drake, pemilik perusahaan, bahkan tanpa sadar mengerutkan kening saat matanya menangkap sosok Olivia yang masih berdiri di dekat pos satpam. Tatapan mereka bertemu sekilas. Olivia segera menunduk, merasa tak pantas berada di tempat itu, sementara Alexander diam-diam mempertahankan pandangannya. Ada sesuatu pada gadis itu yang menarik perhatiannya-entah apa. Namun, tanpa kata, ia melangkah masuk ke gedung kantornya. Olivia menghela napas panjang, tak menyadari bahwa dalam hitungan detik, hidupnya akan berubah selamanya.”