icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Gadis Terbuang vs Raja Bisnis

Gadis Terbuang vs Raja Bisnis

icon

Bab 1 batu pualam

Jumlah Kata:770    |    Dirilis Pada: 03/04/2025

lat yang ia pegang terasa semakin berat, meskipun hanya berisi berkas lamaran kerja dan CV sederhana yang ia tulis dengan harapan tinggi. Kaki-kaki sepatu bututnya melang

diri berasal dari keluarga biasa. Keluarganya tidak pernah bisa memberikan apa yang ia impikan-pendidikan yang layak, kehidupan yang nyaman, atau bahk

?" gumamnya pelan, matanya menatap lang

ang tak bisa disembunyikan. Rambut hitamnya yang semula terikat rapi kini sudah terlepas sedikit, beberapa helai rambut menempel di

ak pernah bisa dijangkaunya. Pekerjaan. Uang. Kehidupan yang

epan sebuah gedung perkantoran yang cukup besar. Di depan gerbang utama, ada pos penjaga yang biasanya dijaga oleh dua satpa

sa mengubah nasibnya. Meskipun hanya perusahaan kecil, setiap kese

ia sedikit bergetar, meskipun ia berusaha menyembunyikan kecemasa

nya sedang berpikir. "Sebaiknya kamu langsung ke bagian HRD, di d

berbalik, suara deru mesin mobil yang halus mengalihkan perhatiannya. Ia men

memandangnya dengan rasa kagum yang tertahan, meskipun ia tahu mobil seperti itu bukan untuk orang sepertinya.

ia, sedikit bingung dengan

emberi isyarat agar Olivia menunggu. "Ini Bos dari perusahaan," tam

p. Ia mengenakan jas hitam dengan ikatan dasi rapi, terlihat sangat sempurna dalam setiap langkahnya. Namun, yang paling menarik perhatian Olivia bukan ha

ketika ia melewati pos satpam, matanya secara tidak sengaja bertemu dengan mata Olivia. Hanya dalam hitungan detik, dunia

ng dan tidak pantas berada di sana. Matanya menatap tanah, berusaha menghindari perasaan aneh yang tiba-tiba muncu

aku pikirkan?" pikirnya dalam hati, merasa tidak percaya pada dirinya s

njang, ia melanjutkan langkahnya menuju pintu masuk gedung. Hari ini mungkin tidak me

a. Dan dalam tatapan itu, ia merasa seolah-olah dunia yang penuh dengan ketidakpastian dan keputusasaa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gadis Terbuang vs Raja Bisnis
Gadis Terbuang vs Raja Bisnis
“Langkah Olivia terasa berat saat ia menyusuri trotoar dengan map coklat yang mulai lecek di tangannya. Matanya yang letih terus menelusuri setiap pos keamanan yang ia temui, berharap menemukan kesempatan kerja. "Permisi, Pak. Apakah ada lowongan di perusahaan ini?" tanyanya dengan suara lirih pada seorang satpam yang berjaga. Baru saja pria itu hendak menjawab, suara deru mesin halus menarik perhatiannya. Sebuah mobil hitam mengilap berhenti di depan gerbang utama. Dengan sigap, satpam itu segera meninggalkan Olivia dan bergegas membukakan gerbang. Dari dalam mobil, seorang pria melangkah keluar-tinggi, berwibawa, dengan aura yang membuat siapa pun menahan napas. Alexander Drake, pemilik perusahaan, bahkan tanpa sadar mengerutkan kening saat matanya menangkap sosok Olivia yang masih berdiri di dekat pos satpam. Tatapan mereka bertemu sekilas. Olivia segera menunduk, merasa tak pantas berada di tempat itu, sementara Alexander diam-diam mempertahankan pandangannya. Ada sesuatu pada gadis itu yang menarik perhatiannya-entah apa. Namun, tanpa kata, ia melangkah masuk ke gedung kantornya. Olivia menghela napas panjang, tak menyadari bahwa dalam hitungan detik, hidupnya akan berubah selamanya.”
1 Bab 1 batu pualam2 Bab 2 sekadar sekilas pandang3 Bab 3 apa pentingnya seorang CEO yang meliriknya sesaat 4 Bab 4 Ia tidak bisa membayangkan5 Bab 5 membuatnya bertanya-tanya6 Bab 6 Apakah ini peringatan7 Bab 7 Suasana di kantor tampak sama8 Bab 8 memperkuat rasa9 Bab 9 pertemuan penting10 Bab 10 mencari jalan keluar11 Bab 11 kini menjadi kenyataan12 Bab 12 seharusnya terasa aman13 Bab 13 menemui seseorang14 Bab 14 Segalanya yang terjadi15 Bab 15 Tidak ada satu pun16 Bab 16 pertahanannya17 Bab 17 tidak salah18 Bab 18 mencoba menghubungkan19 Bab 19 beristirahat sepanjang malam20 Bab 20 Apa yang sebenarnya ia hadapi 21 Bab 21 memberikan kesan22 Bab 22 ada kehidupan23 Bab 23 menentukan arah24 Bab 24 informasi25 Bab 25 semakin terasa26 Bab 26 memperingatkannya27 Bab 27 keinginan28 Bab 28 bukanlah langkah kecil29 Bab 29 salah satu penguasa30 Bab 30 kebebasan yang telah ia perjuangkan31 Bab 31 ketika mereka bertemu