icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Not Seen

Bab 2 02. Makanan Enak

Jumlah Kata:1008    |    Dirilis Pada: 26/03/2025

kan h

-leha untuk sementara. Namun berbeda dengan Naura

a ingin cuti pihak restoran mengizinkannya, ditambah ay

ahan makanan ke pasar. Jaraknya cukup jauh se

ng, mungkin karena weekend tak begitu

satupun yang membangunkan karena mereka semua meng

akhir, Naura masih tak kunjung ba

di stasiun terakhir," ucap p

uduk tegap. "Ya Allah, saya di mana

a Anda ma

mau ke

sekali. Ini

asih sudah membangunkan saya." Naura menundukkan

ana. Kota yang sangat luas dan ramai tidak m

tepi jalan tepat

i, aku harus tenang. Ayah bilang kita harus te

arus pergi ke pasar yang ada di sini." Naura mengang

uru-buru melintas. Suara peringatan terd

ng, cepet

keretanya sud

mana si

tidak mau mati. Tu

teng

a depan angkot sudah di rel pertama, juga d

teng

obil ini masih tersangkut. Kereta sudah terlihat dari j

teng

celaka ini.

ot Abang b

supir turun terlebih dahulu m

teng

Nampaknya ia juga kesulitan. Dalam kea

teng

yalakan mesin dengan sekuat t

r

l putih di depan dan terus berusaha mendoron

teng

l, kini giliran bemper belakang mobil masih sedikit l

teng

injak gas lagi hingga mob

ggg

ggg

ng

merasa hidupnya akan mati hari ini. Namun Allah berke

ia sebelumnya hanya melihat bagaimana abang supir tadi mengem

ampiri mobil depan dan an

empuan. Cepa

it besi. Lelaki yang mengendarai mobil depan

ja," tawarnya sambil m

bisa? Mobil

memengaruhi mesin, saya aka

ambula

gu ambulans datang dalam k

at dia, Anda tidak mati hari ini," ucap salah

apanya dari dalam kemudian direbahkan di kasur pas

mobil kemudian dibawa ke dalam. Banyak sekali ma

a." Lelaki itu mematikan p

Sekretaris Rey. Ia yang selalu menjadi

ng memiliki lesung pipi, tahi lalat kecil di hidungnya, rahan

m setel

tanya Erdana Armagan

uman," sahut

rang yang telah menyelamatkan nyawa kita?"

at iba?" Ekspresi sangar Ervan mem

memiliki keberanian, mu

k, kecelakaan atau tidak, mati ya mati saj

l

mu?!" Erdana sangat marah sampai

lebih baik da

au

tuk

a melir

sahut

f mengganggu, pasien yang Anda bawa sudah

keadaan kurang sehat pun memaksakan diri unt

a sakit di kakinya sudah tidak terasa. Lebih sakit ketik

" sapa Erda

matkan nyawa kami," tambah

berdua baik-baik saj

terluka, justru k

h ya, saya mau pulang,"

patah," tahan Erdana tak

pi

Berikan saya nomor yang dapat dibuhung

punya nomo

memiliki kontak keluarga?

antarkan dia pulang,"

manatap t

mbung

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Not Seen
Not Seen
“Seorang perempuan yang terpaksa menikah dengan lelaki yang diselamatkannya. Ibu dari perempuan ini tak menginginkannya lagi. Sengaja memaksa lelaki itu untuk membawa pergi anak perempuannya. Walau hanya memiliki 1 anak perempuan, tapi sang ibu tidak memperlakukannya sebagai anak kesayangan, malah menjadikannya seperti anak tiri yang ditinggal mati oleh ayah kandungnya dengan utang yang banyak. Padahal ayahnya masih hidup. Sang lelaki merasa berhutang budi, maka dari itu ia menikahinya dan membawa perempuan malang tersebut ke kota, tempat tinggalnya. Namun tak ada yang tahu, bagaimana pedihnya tinggal di kota bersama keluarga baru. Perempuan tersebut tidak mengetahui kehidupan seperti apa yang menunggunya. Rumahnya yang di desa bak neraka sebelum mati. Setelah dibawa pergi dari sana pun, alih-alih bahagia, ia malah harus menerima dinginnya hidup seorang diri tanpa ada yang menginginkannya.”
1 Bab 1 01. Acuh Sekali2 Bab 2 02. Makanan Enak3 Bab 3 03. KUA4 Bab 4 04. Pocicah5 Bab 5 Butik6 Bab 6 Senyum Tersembunyi7 Bab 7 Paksaan Cantik8 Bab 8 Kertas Wajit9 Bab 9 Menunggu Janji10 Bab 10 Grup Karyawan Only11 Bab 11 Wanita Pengganggu12 Bab 12 5 Ember KFC13 Bab 13 Percakapan Antar Ipar14 Bab 14 Lagi-Lagi Tomi15 Bab 15 Kecelakaan16 Bab 16 Tak Kuasa Aku17 Bab 17 Musuh Jadi Teman18 Bab 18 Naura Kembali19 Bab 19 Kekesalan20 Bab 20 Cucu21 Bab 21 Di Balik Pertolongan22 Bab 22 Tiba-Tiba Saja23 Bab 23 Gak Ada Otak24 Bab 24 Air Aki25 Bab 25 Asisten Yang Iri26 Bab 26 Salah Puber27 Bab 27 Pangeranku28 Bab 28 Tangan Ervan29 Bab 29 Kalung Warisa30 Bab 30 Ketahuan31 Bab 31 Paket Menyebalkan32 Bab 32 Segepok Uang33 Bab 33 Dinas Luar Negeri34 Bab 34 Acara Makan Kantor35 Bab 35 Mukamu Matang36 Bab 36 Mulai Panas37 Bab 37 Dia Marah38 Bab 38 Papa Mulai Kritis39 Bab 39 Pelajaran Pertama40 Bab 40 Tak Fokus41 Bab 41 Awkward42 Bab 42 Over Thinking43 Bab 43 Saran Papa44 Bab 44 Surat Cerai45 Bab 45 Ketahuan46 Bab 46 Tuan Putriku