icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Penuh Luka Penderitaan

Bab 2 seseorang yang jauh lebih kuat

Jumlah Kata:992    |    Dirilis Pada: 25/03/2025

idak tahu harus mulai dari mana. Pikirannya masih terhenti pada apa yang baru saja terjadi-kehadiran Dmitri yang begitu mendominasi, kata-kata

ang di telinganya. "Kamu akan tahu apa yang aku maksu

ngan perasaan cemas yang semakin dalam. Ia merasa terkunci dalam sebuah permainan yang ti

h besar, sesuatu yang lebih mengerikan yang ia belum pahami sepenuhnya. Ia ingin melarikan diri, tetapi ia tahu itu tidak mungkin. Dmitri adalah sosok

paniknya. Beberapa menit berlalu, dan ketegangan di dalam dirinya semakin memuncak. Ia harus mencari tahu apa yang

menampilkan wajah yang lebih tegas, meskipun hatinya berdegup kencang. Pria itu tidak memberi isyarat apa-apa saat m

ri, suaranya dingin, namun ada ketegasa

a, Tuan Dmitri," jawabnya dengan suara pelan. Ia berusaha untuk tidak menunjukk

mu benar-benar tidak tahu?" katanya dengan senyum tipis yang suli

nnya tercekat. "Saya... saya hanya ingin melakukan pekerjaan saya, Tuan. S

g hampir menembus dirinya. Sepertinya ia sedang menganalisis setiap

ebih dari yang kamu kira, Valeria. Tidak ada jalan mundur. Ini bukan soal pekerjaanmu lagi. Ini tentang siap

hnya kaku. "Saya ti

"Kamu sudah ada di sini terlalu lama, Valeria. Terlalu lama berada di bawah bayang-bayang orang lain. Ka

berusaha untuk tetap tenang.

ng dingin. "Itu bukan pertanyaan yang tepat. Pertanya

luruh tubuhnya. Valeria merasa dirinya terperangkap dalam permainan yang tidak ia pilih. Sepertinya, Dmitri sedang me

mainan ini," lanjut Dmitri, "maka kamu harus menunjukkan kekuatanmu. Kamu harus tahu

pi saya hanya seorang asisten

a. "Tidak ada yang namanya 'hanya seorang asisten', Valeria. Kamu

amu akan mengerti lebih cepat daripada yang kamu kira. Tetapi ingat, dun

u-tentang bagaimana seseorang bisa mendapatkan segalanya dengan kekuatan dan pengaruh. Namun, ia selalu merasa bahw

a siap untuk itu, Tuan," Valeria be

ak perlu siap, Valeria. Kamu hanya perlu mengikuti jalan ini. Jika kamu ingin bert

ini, dunia yang penuh dengan permainan kekuasaan dan ketegangan, bukan sesuatu yang bisa ia hindari lagi. Ia telah terperang

menghindari kenyataan bahwa ia harus memilih. Ia harus memilih untuk bertahan atau menyerah. Tetapi jika ia

an yang semakin menggelora. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya-apakah ia akan menjadi bagian dari permainan ini atau

kan pernah membiarkan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Penuh Luka Penderitaan
Penuh Luka Penderitaan
“Gadis itu menunduk, menyembunyikan raut ketakutannya. Malam ini, ia terpaksa kembali pulang lebih larut untuk membersihkan ruangan CEO baru. Ia harus menurut perintah atasannya demi menghindari ejekan dari rekan-rekannya. Biasanya, tugas ini bukan hal baru bagi Valeria, namun entah kenapa malam ini terasa sangat berbeda. Valeria sedang memoles meja kaca di ruang kantor CEO ketika tiba-tiba sebuah tangan kuat menariknya ke dalam sebuah ruangan tersembunyi. Ruangan itu jauh lebih besar dari yang ia duga, dengan kasur king size di tengahnya. Tubuh kecil Valeria terdorong dengan keras ke atas kasur, diikuti oleh tubuh tinggi dan kekar seorang pria yang menjepitnya dengan tangan besar, menahannya dengan cengkraman yang tak terelakkan. Seseorang yang tak ia kenali, namun sepertinya dia bagian dari dunia yang sangat berbeda-sebuah dunia yang kini menuntutnya untuk menjadi bagian darinya.”
1 Bab 1 tempat ia bekerja2 Bab 2 seseorang yang jauh lebih kuat3 Bab 3 semakin mendekat dan menekan4 Bab 4 Ada terlalu banyak hal yang belum ia pahami5 Bab 5 tanpa ada kesempatan6 Bab 6 tak pernah ia rasakan sebelumnya7 Bab 7 Pembalasan yang Terpendam8 Bab 8 Setiap halaman yang terbuka9 Bab 9 Ketika Dmitri pergi10 Bab 10 Ruangan rapat11 Bab 11 menatap jauh ke horizon yang gelap12 Bab 12 Ia masih harus berhati-hati13 Bab 13 seperti pertempuran14 Bab 14 Setiap orang punya titik lemahnya15 Bab 15 keteguhan hati16 Bab 16 berhenti memikirkan17 Bab 17 Dua minggu berlalu18 Bab 18 melewati meja-meja19 Bab 19 dia tidak punya banyak waktu20 Bab 20 Mereka berhenti21 Bab 21 semakin mempertegas22 Bab 22 dunia yang kini mengelilinginya23 Bab 23 Dia merasa seperti terjebak24 Bab 24 menatap masa depan25 Bab 25 bagaimana menahan godaan26 Bab 26 Tidak ada jalan kembali27 Bab 27 beberapa menit lalu28 Bab 28 masih belum teratur29 Bab 29 Mata yang Mengawasi30 Bab 30 Seberapa lama mereka telah mengawasi31 Bab 31 tidak cukup terang