icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Istri Balas Dendam

Istri Balas Dendam

icon

Bab 1 Pernikahan mereka bukan hanya soal cinta

Jumlah Kata:945    |    Dirilis Pada: 24/03/2025

jalan memantulkan sinarnya di permukaan mobil yang mengilap, sementara suara musik pelan terdengar

i lagi. Besok, Eleanor akan menjadi istrinya. Wanita itu telah menjadi bagian dari hidupnya selama bertahun-tahun, seseorang yang d

iaan itu hancu

n kecepatan yang tak terkendali. Kieran baru menyada

Eleanor

ri benturan, tetapi truk itu bergerak terlalu cepat. Dentuman keras menggun

tempat Eleanor duduk. Suara jeritan Eleanor menggema d

uka matanya, ia be

gnya. Kepalanya berdenyut, tubuhnya terasa kaku. Dia mencoba mengge

ranya serak, nya

ni

g. Evangeline Lancaster, ibunya, berdiri di sisi te

bunya bergetar. "El

eakan b

Dadanya sesak, seakan-akan ada sesua

Tidak m

mbali, semua ini hanya mimpi buruk. Tapi ketika ia menata

istrinya, orang yang telah menema

. Kemarahan mengalir melalui pembuluh

terdengar rendah,

sejenak sebelum m

a pelan. "Dia kehilangan k

n men

dia se

Dia juga mengala

alanya dengan tatapan

Eleanor terbujur kaku di kamar mayat, pria yang te

d Lancaster, ayahnya, melangka

Howard dingin. "Keluarga pria itu tid

inya dengan ragu, lalu

enarik," lanjutnya. "Sopir tru

erutkan ken

n mendekat, suaran

dia menggant

seolah wanita itu tela

maksu

kata Evangeline dengan nada dingin. "Maka dia harus

n memenuh

a memahami kata-kata itu. Pernikahan? Dengan

" tanyanya, suarany

lah cara agar kita bisa membalas de

nggertakk

orang pria yang telah menghancurkan hidup

a menikahi wanita itu, dia bisa membuat hidupnya mend

ran akhirnya berkata, "Baik

nah menyangka hidupnya ak

a dan wajah penuh rasa bersalah. Vivianne tidak mengerti apa yang te

tanya membelalak. "Ay

tar. "Aku... aku tidak sengaja, Vivi

asakan dunia

salah satu keluarga terkaya dan paling berpengaruh di kota ini. Dan yang lebih bur

ang untuk menuntut s

jam-Evangeline Lancaster-duduk di ru

tanya dengan nada santai, seakan sedang berbica

e meneg

ikahi putraku,

eakan b

wanita itu deng

i... put

Y

menggeleng. "Tid

ahmu dipenjara," potong

nne t

"Tapi jika kau setuju, kam

ianne berde

penuh kepasrahan. Matanya memohon, seakan mengatakan, Maa

ng pria yang tidak dikenalnya? Dengan pria

olak, ayahnya akan

ne akhirnya berkata, "Baik.

ebih cepat dari y

gaun pengantin putih yang terasa lebih sepert

ak ada tawa, hanya bisikan-bisikan penuh rasa ingin tahu. Semua

u altar, matanya bertemu dengan

n Lan

m setelan hitam, tatapannya

a, dia berbisik dengan nada dingin

ali hari ini sel

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Istri Balas Dendam
Istri Balas Dendam
“Kecelakaan maut itu terjadi begitu cepat. Mobil sport hitam yang melaju di jalan tol dihantam truk bermuatan pasir di persimpangan. Salah satu penumpangnya, Eleanor, wanita yang seharusnya menikah besok, meninggal di tempat. Truk besar itu menabrak sisi mobil tempat Eleanor duduk, membuatnya tak memiliki kesempatan untuk bertahan hidup. Di sisi lain, Kieran Lancaster, pria yang akan menikahi Eleanor, berdiri dengan rahang mengeras, tatapannya penuh kebencian. Dendam membakar hatinya begitu dia mengetahui bahwa sopir truk yang menyebabkan tragedi ini memiliki seorang putri. Vivianne, gadis sederhana yang tidak tahu apa-apa, dikejutkan oleh kedatangan keluarga Lancaster di rumahnya. Evangeline, ibu Kieran, menatapnya dengan dingin sebelum melontarkan tuntutan yang tidak masuk akal-Vivianne harus menikahi Kieran, menggantikan Eleanor yang telah tiada. "Jika bukan karena ayahmu, Eleanor masih hidup," suara Evangeline tajam, menusuk hati Vivianne. "Ini tanggung jawab keluargamu. Kau akan menikah dengan Kieran besok." Vivianne ingin menolak, tapi ayahnya yang sudah tua berlutut di hadapan keluarga Lancaster, memohon agar mereka tidak membawa masalah ini ke jalur hukum. Dengan hatinya yang berat, Vivianne akhirnya menyetujui pernikahan itu, berharap setidaknya bisa melindungi ayahnya. Namun, pernikahan itu tidak membawa kebahagiaan. Kieran memperlakukannya dengan dingin, penuh kebencian. Setiap tatapannya mengingatkan Vivianne bahwa dia bukan Eleanor-dia hanya pengganti yang tak diinginkan. Hari demi hari, Vivianne harus menghadapi amarah Kieran. Pria itu tidak menyentuhnya kecuali untuk menyakitinya, baik dengan kata-kata tajam maupun sikapnya yang penuh penghinaan. Namun di balik kebencian itu, Kieran mulai menyadari sesuatu yang mengganggunya-Vivianne tidak bersalah. Dan semakin dia mencoba menolaknya, semakin sulit baginya untuk mengabaikan keberadaan gadis itu. Apakah kebencian yang membara di hati Kieran akan berubah? Atau pernikahan ini hanya akan menjadi luka yang tak bisa sembuh bagi mereka berdua?”