icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dosenku Mantan Suamiku

Bab 4 Batas kesabaran

Jumlah Kata:1129    |    Dirilis Pada: 18/03/2025

" ujar Ardan dengan nada ketus. "Balikin semua uang saya waktu

luar dari bibirnya. Tidak ada lagi yang bisa ia katakan sela

. "Waktu itu pas aku balikin, kamu malah nolak. Sekarang tiba-tiba diminta lag

peduli lagi jika pria di depannya merasa tersi

sampai tujuh turunan," balas Ardan dengan nada sombong, matanya menatap Luna tajam. "Saya cuma nggak

, tidak percaya apa yang baru saja ia dengar. Sungguh, kalimat seperti itu keluar d

ng aku lahirkan itu terbukti anak kamu, kamu jangan nyesel," uj

yang nggak bersalah, aku nggak terima. Apalagi anak yang kamu tuduh lahir

atap Luna dengan tatapan

nya," ujar Luna lagi. "Sesusah-susahnya aku, aku nggak pernah ngasih makan anakku pakai uang

engusap air matanya dengan kasar. Tanpa menunggu tanggapan

anya terpaku pada punggung Luna yang

.. dr

raih ponselnya yang bergetar dan m

Citra

esar 200.000.000 belum kami terima. Kami mohon agar pembayaran segera dilakukan paling lambat hari ini untuk menghindari denda atau tindakan lebih

rkan tubuhnya pada kursi, lalu memijat pangkal hidungnya dengan jari-ja

ia kembali mengendarai mobilny

**

NDA

atinya saat memasuki rumah. Cio berlari

enyambut pelukan hangat anaknya. "Kok udah di rum

et soalnya ada pasien," j

kepala anaknya. Kemudian ia menuntun ana

mau dirayain kayak temen-temen," pi

api ucapan bocah itu. "Dirayain? Emang

a roblox," jawab Cio, mata

hat antusiasme anaknya. "Iya, nanti

kegirangan, meskipun bundany

has persiapan ulang tahun itu. Jika tidak dirundingkan dengan

diundang, ya!" pintanya

na seraya mengambil air

adi ayahnya Cio," celetuknya tiba-tiba, membuat Lu

ta Om Dylan, Bunda pernah cium pipi Om

! Om Dylan bohong itu," bantahnya sa

ylan, ia malah mendaratkan bibirnya di pipi pria itu. Kejadian itu sangat memalukan, hingga membuat

a beranjak menuju dapur untuk membantu ibun

bu cetak, kamu tinggal

arti tinggal buat kue

goreng donatnya dulu, nanti Ibu

usaha fokus pada pekerjaannya, meskipun pikirannya

**

nyiapkan sesuatu di dapur. Setelah selesai, ia membawa piring tersebut ke ru

saus padang. Masak dari pagi sampai sore dikasih makan a

ka laptopnya sambil menggerutu. "Buang aja kalau nggak mau. Kamu pikir aku pengangg

memerah. "Ya belikan di luar kalau

, Lan. Apapun yang kamu mau udah aku turuti. Aku sampai terlilit hutang juga gara-gara kamu. Sekaran

nting piring ke lantai dengan keras. Bunyi pecahan piring yang memekakkan t

alau nggak ada kepitin

an emosi. Sesaat, ia hanya bisa menatap

buruk kamu masih dipertahankan. Egois, keras kepala, boros, pemarah

il kunci mobil dari meja, dan tanpa berkata apa-apa lagi, ia ber

anita itu dengan suara melengking.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dosenku Mantan Suamiku
Dosenku Mantan Suamiku
“Ardan menceraikan Luna setelah dia mengira bahwa anak yang dikandung Luna bukanlah darah dagingnya, melainkan anak dari laki-laki lain. Lima tahun kemudian, Ardan dan Luna kembali di pertemukan lagi. Ardan yang dulu menjadi pengusaha besar, kini beralih menjadi Dosen di kampus tempat Luna belajar. "Setelah lima tahun, saya pikir kamu sudah hancur, ternyata masih belum. Entah apa alasannya, Tuhan masih memberi nyawa ke tubuh pengkhianat."- Ardan Willy Kusuma. "Aku curiga sama kamu deh, Mas. Dari tadi ngikutin aku mulu. Kamu masih suka sama aku?"- Drucia Luna.”
1 Bab 1 PROLOG2 Bab 2 Bertemu Kembali3 Bab 3 Dendam yang tersisa4 Bab 4 Batas kesabaran5 Bab 5 Mengembalikan harta yang diminta6 Bab 6 Si pemaksa7 Bab 7 Menyesal8 Bab 8 Karma9 Bab 9 Pengakuan Wulan10 Bab 10 Menebus kesalahan11 Bab 11 Memohon kembali12 Bab 12 12. Cemburu berat13 Bab 13 13. Membalas hinaan dengan kesombongan14 Bab 14 14. Cari muka15 Bab 15 15. Being a good father16 Bab 16 16. Manja17 Bab 17 17. Sayang anak18 Bab 18 18. Cio sakit19 Bab 19 19. Dylan vs Ardan20 Bab 20 20. Bertemu mantan mertua21 Bab 21 21. Kedengkian Wulan22 Bab 22 22. Rencana licik yang terbongkar23 Bab 23 23. Tertangkap basah24 Bab 24 24. Pengakuan Luna25 Bab 25 25. Curhat26 Bab 26 26. Perseteruan Luna dan Wulan27 Bab 27 27. Tersudutkan28 Bab 28 28. Pulang ke Jakarta29 Bab 29 29. Terbongkarnya hubungan Luna dan Ardan30 Bab 30 30. Digantung31 Bab 31 31. Gara-gara Ardan32 Bab 32 32. Rahasia dibalik pernikahan Ardan dan Wulan33 Bab 33 33. Jahil tapi perhatian34 Bab 34 34. Kecelakaan kecil