icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
BONEKA PEMUAS CEO

BONEKA PEMUAS CEO

icon

Bab 1 Menjual Diri

Jumlah Kata:1260    |    Dirilis Pada: 01/09/2026

ku lakukan," gumam Mingmei

erenggut nyawa kedua orang tuanya. Sejak saat itu, hidup Mingmei berubah total. Tidak ada lagi canda tawa di meja makan, tidak ada lagi kehangatan peluk

yang kurus namun berisi di bagian yang seharusnya menonjol. Penampilannya yang sempurna sering membuat orang-orang terpana. Wajahnya yang menyerupai boneka Barbie membuatnya banyak dilirik para pria, namun di balik penamp

tuanya. Namun, kebutuhan hidup sehari-hari yang tak tercukupi, semua membuatnya tenggelam dalam kesedihan, belum lagi biaya pendaftaran ke perguruan tinggi sangatlah mahal. Pekerj

ertemu dan berbicara dengan Zay, sa

i dengan suara yang nyaris berbisik saat

, sebuah keluarga kaya raya yang memiliki pengaruh besar di kota mereka. Meski hidupnya sendiri sulit, Zay selalu berusaha membantu Mingmei se

Zay terdiam tanpa kata mencoba menunggu kelanjutan perkataan gadis yang ada di sampingnya. Wajah

dak bisa melunasi tunggakan sekolahku, dan menebus ijazahnya nanti

berdaya melihat temann

nya, kalimat itu keluar dengan begitu sulit. "Aku butuh uang, Zay. Tolong bantu aku untu

r kata-kata yang memang sudah beberapa kali Mingmei katakan padanya. Zay selalu mencoba membujuk Mingmei untuk bekerja lebih keras lagi, begitup

olusi yang baik. Kamu tidak perlu melakukan ini," kata Zay

k ada yang berhasil. Aku tidak mau menyerah begitu saja. Aku harus bisa masuk

rdesak, tapi dia juga tahu betapa berat keputusan ini. Setelah beberapa saat,

sulit. Dia pun kembali berkata, "Aku akan coba bicara deng

kin mau denganku, lebih baik kau cari saja pria lain," ujar

i pria dewasa yang tegas, sedikit misterius, dan memiliki karisma yang tak bisa diabaikan. Meski tak pernah

ingmei sebagai seseorang yang layak diba

*

mu dengan Gibson. Zay diam-diam membuka pintu ruang kerja yang di dalamnya

n itu dipenuhi dengan buku-buku tebal dan perabot

temanku, Mingmei," kata Zay gugup. "Dia sedang kesulitan dan sangat membutuhkan uang. Aku tahu

kepalanya. Matanya menatap Zay dengan tajam, seolah menilai setiap kata yang keluar dari mu

am, menatap Zay dengan ekspresi yang sulit diartikan

Aku ... aku tidak seharusnya mengajukan permintaan seperti i

u, takut ketahuan ibunya karena telah

menarik napas panjang dan langsung

gmei untuk menemuinya. Dengan wajah penuh penyesala

a-apa. Aku rasa kita tidak bisa mengandalkannya. Mungkin... mungki

pannya hancur seketika. "Mungkin kamu b

ekuatan. "Aku tahu ini sulit, tapi kamu masih punya w

inya, Mingmei tahu bahwa

a, merasa putus asa karena tidak bisa membantu temannya. Akhirnya di

u inginkan, tapi ... mungkin kamu bisa coba kerja di

u asing dan berbahaya bagi gadis seperti dirinya. Namun, dengan ti

Zay," jawab Mingmei denga

, dan kesepian. Di tengah kegelapan malam, air mata mengalir di pipinya, membasahi bantal yang sudah usang. Dia tahu bahwa keputusan yang

dunia seolah tidak berpihak padanya tetapi demi mewujudkan harapan orang tuan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
BONEKA PEMUAS CEO
BONEKA PEMUAS CEO
“21+ Hidup sebatang kara tak semudah itu bagi seorang gadis seperti Mingmei Xia. Setiap hari adalah perjuangan untuk mewujudkan impian kedua orang tuanya yang telah tiada. Namun, dia terjebak dalam kehangatan yang tak pernah dia rasakan sebelumnya. Sikap pria itu tak dapat di tebak, kadang hangat, kadang dingin, membuatnya seperti boneka yang dikendalikan oleh iblis yang bersembunyi di dalam ketampannya. Akankah dia mencintai Mingmei?”