icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pernikahan Penuh Rahasia

Bab 12 memancarkan kepanikan yang jarang terlihat

Jumlah Kata:1032    |    Dirilis Pada: 10/12/2024

rasa sakit. Setiap langkah yang diambilnya seperti menembus batas kemampuannya, tetapi dia tidak ped

tidak bisa begi

Buka bab ini

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pernikahan Penuh Rahasia
Pernikahan Penuh Rahasia
“"Selama tiga bulan, aku terperangkap dalam permainan ini, Kieran. Apa kau memang berniat menghancurkan segalanya? Apa semua ini hanya permainan bagimu?" teriak Nara dengan mata yang hampir meneteskan air mata, suaranya bergetar penuh kebingungan dan kekecewaan. Di hadapannya, pria dengan sosok tinggi dan tampan berdiri tegak, wajahnya datar dan matanya tajam seperti pisau. "Apakah kau benar-benar tidak peduli dengan pernikahan ini?" tanya Nara, suaranya menjadi lirih, hampir seperti bisikan angin di tengah hutan yang sunyi. Kieran menghela napas, mengalihkan pandangannya sejenak, kemudian menatap Nara dengan ekspresi yang sulit dibaca. "Dengarkan aku baik-baik, Nara. Aku menikahimu karena itulah yang diinginkan ayahku. Bukan karena aku mencintaimu. Jangan pernah berharap itu, meskipun aku harus menanggung rasa malu menjadi suami dari seorang gadis yang hanya dikenal sebagai putri petani desa," jawabnya dengan nada dingin, nada suara yang membuat daging di tubuh Nara menggigil. Nara terpaku, lidahnya terasa kaku di mulut, matanya membulat lebar saat kata-kata Kieran menyusup ke dalam hatinya seperti jarum yang menusuk perlahan. Perasaan itu, yang selama ini dia pendam, seolah-olah mencair, berubah menjadi sepasang mata yang berisi air mata yang sudah tak mampu ia tahan lagi. Kieran menatapnya, terlihat sejenak ragu, namun segera mengalihkan pandangannya. Pernikahan ini adalah hasil dari utang yang ditinggalkan oleh ayah Nara, utang yang tidak sempat dibayar hingga akhir hayatnya. Kieran, pewaris dari keluarga terkaya di kota, diikat oleh perjanjian yang mengharuskannya menikahi Nara, mengikat hidup mereka dalam kontrak pernikahan selama sembilan puluh hari. Di dalam rumah tua yang kini jadi rumah mereka, Nara merasa semakin terperangkap. Hatinya bergejolak dengan pertanyaan yang tak kunjung terjawab-apakah selama tiga bulan ini mereka hanya akan terus hidup dalam kebencian, ataukah ada secercah harapan di balik semuanya?”
1 Bab 1 Tiga bulan sudah berlalu2 Bab 2 Kieran meninggalkan rumah dengan ekspresi yang sama3 Bab 3 menyapu pandangan ke seluruh ruangan4 Bab 4 perbedaan dalam hubungan5 Bab 5 Perpisahan yang Mempatahkan6 Bab 6 berharap untuk menemukan ketenangan7 Bab 7 kemarahan dan rasa sakit8 Bab 8 Malam itu begitu sunyi di rumah Kieran9 Bab 9 Nara berjuang keras menjaga Kieran tetap sadar10 Bab 10 Suara tembakan menggema di udara11 Bab 11 Pagi datang dengan lambat12 Bab 12 memancarkan kepanikan yang jarang terlihat13 Bab 13 memikirkan banyak hal14 Bab 14 harapan baru yang perlahan mulai tumbuh15 Bab 15 Seminggu telah berlalu sejak kepergian Kieran16 Bab 16 hatinya jauh lebih terluka17 Bab 17 Debu dan darah masih menempel di tanah18 Bab 18 melakukannya sendirian19 Bab 19 tidak harus melawan sendirian20 Bab 20 Bagaimana jika kita tidak siap 21 Bab 21 Jeritan pertama terdengar dari arah utara desa22 Bab 22 bersumpah untuk melawan sampai akhir23 Bab 23 Angin malam menusuk tajam hingga ke tulang24 Bab 24 Kieran akan menghilang25 Bab 25 bergabung dengan Nara26 Bab 26 Pertarungan itu berlangsung dalam keheningan27 Bab 27 Teriakan dan dentingan logam yang bertubrukan di luar28 Bab 28 Kedua pihak bertarung dengan semangat yang hampir habis29 Bab 29 Keduanya terengah-engah30 Bab 30 menyinari sepertiga dunia yang masih menderita