icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Berkah Kekonyolan Gue Yang Gila! "Seribu Nyawa, Jatuh Berkali-kali"

Bab 5 Part 5. Katanya gue pintar dan cantik

Jumlah Kata:468    |    Dirilis Pada: 09/01/2025

sewaktu masa-masa sekolah dulu.Sampai jaman kuliah juga, teman-teman gue pada suka nimbrung ngontekin tugas-tugas kampus gue. Mereka tinggal copy-paste aja terus ganti nama doang. Tapi, kenyataannya

coba bisa lolos dari penjagaan sekolah, entahlah gue juga udah lupa. Terus gue juga lupa waktu kalau belajar sampai Nyokap gue ngomel-ngomel kayak semut. "Baru tau ya, kalau semut itu ribut! Hahaha..." Kalau nyuruh gue ini-itu, gue malah ngebantah nyokap gue. Meski pergi tapi dengan uneg-uneg dulu. Gak tau banget ya, kalau gue lagi belajar, mah! Halahh alasannya. Dosa kah Baim ya Allah? Oh sadar loh sekarang Nora, dengan hidup loh jadi anak durhaka! So what, gue akhirnya mohon ampun atas dosa-dosa gue dulu, astagfirullah...Gue ngerasa kalau sekarang ini lumayan bisa dibilang cantiklah, "cieeh dengan sombongnya."Lah kan, kalau gue jelek mana mungkin ada yang naksir sampai segitu banyak, terus ngejar-ngejar gue hingga ke ujung dunia. Kepo deh! Sebagai gambaran gue tuh putih alami ya. Bukan dikasih backl

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Berkah Kekonyolan Gue Yang Gila! "Seribu Nyawa, Jatuh Berkali-kali"
Berkah Kekonyolan Gue Yang Gila! "Seribu Nyawa, Jatuh Berkali-kali"
“Pernah gak sih dapat sial dalam hidupmu, bahkan bisa sampai berkali-kali. Itu yang gue alami sepanjang perjalanan hidup gue, mulai dari fisik gue yang gue benci, kekurangan gue yang membuat gak bisa beruntung, sering mengalami kecelakaan berkali-kali, sampai tetap bisa selamat, bak seperti kucing. Percintaan yang selalu gagal, cepat baper dengan seseorang, banyak yang tak munyukai gue. Bahkan ada yang suka menertawakan diri gue. Sampai ada yang ingin menyakiti gue. Trauma yang membuat hidup gue ektrim dan penuh dramatis. Dan paling ekstrimnya gue pernah di pelet cinta... Yah, tentu sakit...! Sakit di fisik, hati dan jiwa raga. Menyukai tapi menyakiti. Rasanya konyol ya, jika mengingat setiap kejadian itu!”