icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Berkah Kekonyolan Gue Yang Gila! "Seribu Nyawa, Jatuh Berkali-kali"

Bab 4 Part 4. Batal ngampus

Jumlah Kata:483    |    Dirilis Pada: 09/01/2025

... Aarr

hingga membuat gue terbangun kag

lagi!" Gue beneran telat ke kampus nih. Biasalah, kosan gue cuman punya beberapa kamar mandi doang, itu pu

ar deh gue balik lagi ke kamar gue dulu.

na

dengan m

a." Penampakan muka gu

g...ting.

tu ya" Huh sesak banget kalau nangisnya dalam hati aja, dada malah jadinya sumpe

ang hujan deras kan

Ya mending gue berkelana di kamar gue yang sepi ini, sambil manja, kel

ar kamar, melihat situ

an gue, ternyata kebanjiran. "Yes, lengkap deh

paling parah banget tuh ditempat parkiran. "Kalau mau mancing ikan bole

in ya. Maklum penyakit amnesia nya kambuhan. H

gak berhenti bermimpi mengejar masa

macetnya ya! Emang sih, sejak masuk sekolah menengah pertama dulu, gue udah gak bareng ortu gue lagi. Ya, Taulah

erti rasanya tuh bawang bombay yang pedas, lebih enakan di tumis itu. Eits, diiris-iris hati

knya sedih banget deh hati gue. Gue kadang diperlakukan tidak adil, gue kadang dihina orang hingga sampai di telinga gue. Andaikan mereka mengerti hati gue. "Bertanya sama siapa sih gue, c

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Berkah Kekonyolan Gue Yang Gila! "Seribu Nyawa, Jatuh Berkali-kali"
Berkah Kekonyolan Gue Yang Gila! "Seribu Nyawa, Jatuh Berkali-kali"
“Pernah gak sih dapat sial dalam hidupmu, bahkan bisa sampai berkali-kali. Itu yang gue alami sepanjang perjalanan hidup gue, mulai dari fisik gue yang gue benci, kekurangan gue yang membuat gak bisa beruntung, sering mengalami kecelakaan berkali-kali, sampai tetap bisa selamat, bak seperti kucing. Percintaan yang selalu gagal, cepat baper dengan seseorang, banyak yang tak munyukai gue. Bahkan ada yang suka menertawakan diri gue. Sampai ada yang ingin menyakiti gue. Trauma yang membuat hidup gue ektrim dan penuh dramatis. Dan paling ekstrimnya gue pernah di pelet cinta... Yah, tentu sakit...! Sakit di fisik, hati dan jiwa raga. Menyukai tapi menyakiti. Rasanya konyol ya, jika mengingat setiap kejadian itu!”