icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Nikah Kontrak Dengan CEO Dingin

Bab 2 Aturan yang Tak Tertulis

Jumlah Kata:918    |    Dirilis Pada: 07/10/2024

gin dan hampa. Matahari sudah mulai mengintip dari balik tirai tebal, tetapi suasana hatinya sama kelamnya seperti hari-hari sebelumnya. Tak a

hadapi lebih buruk dari yang dibayangkannya. Sejak pernikahan kemarin, tak ada satu pun kata lembut yang terucap dari mulut Leonardo

membuatnya menoleh. Leonardo berdiri di ambang pintu, mengenakan sete

ara," ujarnya t

lan kepahitan yang menyelimuti teng

kita harus menjalani kehidupan sesuai aturan yang aku tentukan. Jangan mengharapkan apa pun dariku yang melibatkan cinta atau ka

lumnya, mendengarnya secara langsung dari mulut Leonardo tetap membuat hatiny

akan menuntut banyak darimu, kecuali kau harus menjaga dirimu sebagai istri yang

n penuh pertanyaan. "Dan... bagaimana dengan hubungan kita?" tanya

apnya dengan dingin. "Hubungan k

i tentang hubungan yang lebih baik. Dia tidak mengharapkan banyak sejak awal, tetapi k

riku?" Nadine mencoba untuk tet

i, kau bebas melakukan apa pun, selama itu tidak mengganggu jadwalku atau pekerjaank

i dua bagian yang tidak akan pernah bersatu. Nadine merasa

Leonardo menatapnya tajam, memperingatk

, Leonardo bukan pria yang bisa dia tantang atau ajak bernegosiasi. Hidupnya kini sepenuhnya ada

terjebak dalam pikirannya sendiri. Ia merasa seperti boneka yang ditempatkan dalam sangkar emas. Kamar me

-

ang ditetapkan oleh Leonardo. Setiap hari, dia bangun lebih awal, menikmati sarapan sendirian di ruang makan besar yang selalu kosong. Leonardo sering kali p

padanya, dia bisa merasakan tatapan dingin itu setiap kali mereka berpapasan di rumah. Seperti p

dibacanya. Hatinya terasa kosong, seakan-akan ia telah kehilangan segala sesuatu yang berarti dalam h

uara itu tiba-tiba ter

ri di ambang pintu. Dia mengenakan jas yang masih rapi

ine pelan, meskipun dia tahu suaminya

n panjang menyelimuti mereka berdua. Nadine merasa canggung, tetapi tidak tahu bagaimana memulai percakapan

ne akhirnya mencoba memecah keheningan

e repot-repot bertanya. "Lancar," jawabnya singkat t

mencoba. Suasana kembali hening, hanya suar

" ucapnya pelan namun tegas. "Pernikahan ini hanyalah formalitas. Jangan pernah berpikir lebih

keras bagi Nadine. Dia menundukkan kep

gkat, menelan perasaan pahit

h lagi. "Bagus," gumamnya sebelum meninggalkan Nadin

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Nikah Kontrak Dengan CEO Dingin
Nikah Kontrak Dengan CEO Dingin
“Nadine Arwen dijual oleh ayah tirinya kepada seorang muncikari dan dibeli oleh Leonardo Ethan, seorang taipan sukses yang sedang mencari istri dengan syarat harus perawan. Namun, di balik pernikahan mendadak ini, Leonardo memiliki agenda tersembunyi: ia ingin menghindari pernikahan yang dipaksakan oleh kakeknya. Pernikahan mereka jauh dari kata bahagia. Leonardo bersikap dingin dan tidak peduli terhadap Nadine. Apa pun yang Nadine lakukan selalu salah di mata suaminya, seakan Leonardo menyimpan dendam dan obsesi tersembunyi yang membuat Nadine merasa terperangkap dalam kehidupan yang penuh kesulitan. Mampukah Nadine bertahan dalam pernikahan tanpa cinta ini? Atau, akankah ia memilih untuk menyerah menghadapi pria yang misterius dan dingin seperti Leonardo?”
1 Bab 1 Pernikahan Tanpa Cinta2 Bab 2 Aturan yang Tak Tertulis3 Bab 3 Dia hidup dalam bayang-bayang aturan Leonardo yang ketat4 Bab 4 Nadine tak menyangka Leonardo akan terbuka5 Bab 5 Ada sesuatu yang disembunyikan Leonardo6 Bab 6 Malam itu terasa lebih sunyi dari biasanya7 Bab 7 Nadine merasa dadanya sesak8 Bab 8 memikirkan langkah selanjutnya9 Bab 9 saat mereka berpelukan di sofa10 Bab 10 Dengan harapan dan keteguhan hati11 Bab 11 Beberapa hari berlalu setelah pertemuan12 Bab 12 Dengan harapan baru dan cinta yang menguatkan13 Bab 13 mereka berdua mulai merencanakan langkah selanjutnya14 Bab 14 ketegangan antara Nadine15 Bab 15 berusaha memberikan keyakinan16 Bab 16 Menjadwalkan pertemuan17 Bab 17 Sesampainya di rumah18 Bab 18 Nadine merasakan detak jantungnya semakin cepat19 Bab 19 Keesokan paginya20 Bab 20 ponsel Leonardo bergetar di atas meja21 Bab 21 menerima kabar dari seseorang22 Bab 22 Nadine merasa cemas23 Bab 23 Mereka harus tetap waspada24 Bab 24 mencoba menemukan kekuatan di tengah badai