icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

BABY CEO 21+

Bab 9 Chapter 8

Jumlah Kata:1473    |    Dirilis Pada: 25/09/2024

pte

ya. Menurutnya, Vanya sangat cerdik dalam setiap tindakan bahkan terlalu

gat natural hingga Ares tidak menaruh sedikit pun kecurigaan saat itu. Juga saat Vanya duduk dengan tenang dan mereka menyan

unjukkan emosinya. Menarik, batin Ares dan dia penasaran bagaimana cara m

nsel untuk menghubungi Leya, berharap Ley

anya Leya dengan suar

"Ya. Aku ingin

pa bukan kau saja ya

ra di layar iMac. "Ada pert

ak perlu menyuruh Leo untuk mengawal Vanya. Apa lagi gadis itu mengatakan ada pertandingan renan

memberitahu jika kau sibuk?" tany

kau?" tan

nan menuju stas

u mengg

senang hati digan

nyum samar mendengar ucapan manis

h ringan. "Apa aku

ser

menyelesaikan gairahmu, aku belum

alam hal itu karena kau

an saja jika kita saling

kebanyakan wanita yang menuntut sebuah hubungan serius dan pernikahan sehingg

nita yang ingin menjadikan Ares sebagai kekasih mereka, tetapi Leya

yang bisa

memiliki seorang

apa yang har

perempuan berusia delapan belas. Jadi, kupikir kau pas

jeda ucapannya. "Kau tanyakan saja apa yang dia sukai, kemudi

kin Leya tidak akan memberi solusi sepert

h itu, bukankah wajar jika dia perl

aan mereka, Vanya tidak segan-segan men

menyukai barang-barang unik dan mengg

lewati jendela kamarnya kemarin malam, Ares memeriksa kamar Vanya da

itu?" ta

ya tiket untuk menonton penya

a, dari pada aku menebak-nebak, bagaimana jika k

rtemukanku denga

an kau a

"Besok siang aku memiliki waktu luang. Sorenya aku harus perg

*

ng. Untungnya Vanya memiliki senjata yang mematikan, bagi pria setampan Ares jika nomor ponselnya tersebar dipastikan nada pemberitahuan ponselnya ak

datang. Tammy dan geng sampahnya akan menghasut murid lain untuk ikut mengejek

di kursi bangku yang terbuat dari besi di tepi kolam dan Tammy y

a kau tidak data

ggungnya ke atas bangku.

bahunya. "Kami den

ik. "Oh, ya? Aku m

tangannya sebatas dada dan mengedikkan alisnya. "

mpilan dan tampang. Saat Wilson serius memasuki dunia balap, kelak pasti akan b

n menjadi pacar Ta

ia membiarkan ka

dengan santai. "

emudian bersedekap. "Kupikir setelah disko

an darinya jika dia tidak membatalkan skors itu, ia melempa

?" tanya

pura-pura t

u sehingga tidak bisa, ya sehari saj

Yang benar saja, kau itu cuma gadis hina

i itu, siapa pun berhak sekolah di sini sela

r sekolah di sini kalau bukan karena

emiliki toko anggur yang cukup ternama. Namun, Vanya tidak pernah ingin menjelaskan apa pun kepada ora

yakini apa yang ingin mereka ingin yakin

pa ada lagi yang ingin kau uc

hu saja tadi pagi Vanya membawa pria seusiamu ke sini juga. Kau h

ersikap sopan," kata L

alau dia adalah anak dari perempuan penggoda... Ah, atau jang

ta penggoda, tetapi saat tudingan itu dilontarkan ol

arnya, kau ingin menantangku berenang

ng? Bukankah ibumu mem

emosiku karena sudah hampir tiga tahun di club re

epala, kau tida

ikir jika aku segan membuka sesuatu yang s

a ada percaya?" ucap Ta

sut ke tepi kolam renang hingga jaraknya

a dengan suara pelan, tetapi dapat didengar oleh oran

mbelalak. "Ka

menceritakan itu kau masih menganggapku sebagai sahabat dan

Tammy mendorongnya. Namun, Wilson segera melompat ke dalam air untuk menolongnya. Pria itu bahkan t

pa orang mengacungkan jari tengah kepada g

yang mengulurkan tangannya unt

apa?" tanya Leo yang b

uk dan menggeleng dengan

raya melepaskan jasnya dan

son yang sedang melepaskan pakaiannya

enatap Tammy. "Aku akan mela

an menatap Vanya. "Semua yang

ulai sekarang, jika ada yang berani menggunjing

a yang pandai merayu pria tua d

ia yang kau bicarakan itu a

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
BABY CEO 21+
BABY CEO 21+
“⚠️ Cerita dewasa! Bukan bacaan anak di bawah umur yang masih sekolah! Pilih bacaan yang sesuai rating usia kalian. "Ares...," erang Vanya saat Ares begitu dalam menciumnya hingga ia nyaris tak dapat bernapas. Namun, pria itu tidak menghentikan ciumannya. Vanya justru mendapatkan remasan lembut di payudaranya hingga erangan keluar dari tenggorokannya seraya menggeliat semakin gelisah. Bibir Ares berpindah ke dada Vanya, kecupan demi kecupan di payudaranya yang mengeras Vanya terima. Begitu juga saat lidah Ares menjilati puncak payudaranya, Vanya merasakan jika kegelisahan dan kesengsaraan yang menderanya seakan hendak membunuhnya. "Ares...." "Jangan terburu-buru," kata Ares. Vanya tidak mengerti maksud Ares, tetapi juga tidak mengerti untuk apa ia terus saja memanggil Ares. "Ares, kumohon."”
1 Bab 1 Prologue2 Bab 2 Chapter 13 Bab 3 Chapter 24 Bab 4 Chapter 35 Bab 5 Chapter 46 Bab 6 Chapter 57 Bab 7 Chapter 68 Bab 8 Chapter 79 Bab 9 Chapter 810 Bab 10 Chapter 911 Bab 11 Chapter 1012 Bab 12 Chapter 1113 Bab 13 Chapter 12