icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Purwoko Family: Selipan Utara

Bab 4 Kuntilanaknya jatuh

Jumlah Kata:1182    |    Dirilis Pada: 09/08/2024

ilana

AAA

gungnya terkejut dan terbawa. Rista sempat menangkap tangan Amira. Jadilah

hi

t kuntilanak di ujung pohon bambu itu. Rasa raku

hi

rie

k krata

rie

k krata

itu hingga melengkung tajam. Dengan posisi tengkurap, kuntilanak

u artinya, semakin dekat pula kuntilanak itu dengan Yudi. Sedangk

hatinya, saat melihat kuntilanak itu menertawakannya.

Rista, begitu mereka telah m

ft. Itu" jawab

sta lagi. Rendi m

erkejut, menyadari Yudi

tinggal, sih?

ia ikut lari"

n-jangan dia masih di

harus balik

na! Gimana sih,

mana

liat apa, kunti

u Rista sambil m

berada. Di sisi lain, Yudi masi ketakutan melihat kunti

ya badan penakut gini sih?

at penakutnya. Saking takutnya, untuk

getawain lagi. Ya Alloh, punya t

lagi, kuntilanak itu akan berhasil menar

rie

k krata

rie

k krata

hi hi

mendapati kuntilanak itu tertawa tepat

rie

k krata

rie

k krata

UDI

i dari kejauhan. Yudi hanya bisa

hi

rie

k krata

rie

k krata

UDI

hi

KR

Hi

tercekat saat terden

k krosa

iiiii

ang saat merosot jatuh bersam

iak Rendi mempe

ede

Hi

KUUU

elihat kuntilanak itu terja

Rafi menarik

. Pecicilan, si

ak dipisuhi" komentar

ersengal. Mereka baru berhenti setelah m

ak perlu takut lagi. Mereka pergi ke mushola dengan berj

dari teman-teman mereka yang lain. Dan cerita mere

engang. Mereka seperti diingatkan pada peristiwa yan

rngan? Mengapa di lingkungan mereka ada lagi h

bah Har, pak Purwoko dan pak Purboyo masih tinggal di mushola untuk berbincang-binca

Masih nyes

Dia menatap bayangan wajahnya sendiri di cermin. Banyak

deh" gumamnya s

kan karena perbuatannya tadi bersama

ohu A

ang tertebak oleh kakak iparnya, membuatnya tersenyum lagi. Senyum malu-malu itu, walau hanya ti

eee

u Ifa merasa ada

kh...

g du

papun yang menjerat lehernya. Namun dia tak menemuka

... Eee

Matanya terpejam dan t

at untuk memeriksa lokasi munculnya kuntilanak tadi, sed

ehadiran Yudi sendiri. Hanya sedikit pertanyaan tentan

anak itu dia terlalu takut walau hanya membayangkanhya saja. Dia suda

wa ponsel. Walau masih sd, dia sudah diberika ponsel sendiri oleh ayahnya. Namun

na, pulangnya?" T

hu, dek" j

ia bermain bahasa isyarat dengan Rista, membi

Entar aku anteri

rhatian mereka. Ternyata

kata Amira dan

doang, ustadz?

ng nongol lagi, gimana

ng ada lampu jalan, terang begitu mana

tu gedenya aja patah, gimana pohon jagung?

ak umpet b

ish

ng menukas celetukan

on jagungnya tinggi-tinggi" ta

ja apa kata ustadz!" Kat

nya kenceng banget, jug

laupun nongol paling juga nyariin Yudi. Kan cuman Yu

g sih, nggak usah ayun-ayunan di bambu! Ayu

stadz Ghof

, lagi. Giliran patah, bing

tadz Ghofur mulai tak

ng aku kesel banget. Jadi pas denger bunyi krosak

askan langsung sama Gusti All

hofur semakin tak ku

ah, suara kuntinya kaya

ha ha

Yudi bercerita, ditambah ekspresi dan gerakan tangannya yang menirukan si kunt

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Purwoko Family: Selipan Utara
Purwoko Family: Selipan Utara
“Karya ini berkisah tentang pak Purwoko dan keluarganya yang harus pulang kampung karena bangkrut. Dengan harapan bisa memulai hidup baru yang damai. Ternyata penyebab dia bangkrut ada di di kampung yang sama. Keluarga ini malah terseret perebutan penggilingan padi atau selipan antar orang tua pam Purwoko dengan bapak orang yang membuatnya bangkrut. Teror langsung terasa begitu sampai di kampung. Bisakah pak Purwoko membawa keluarganya keluar dari semua masalah ini? Ikuti kisahnya!”
1 Bab 1 Pulang kampung2 Bab 2 Bertemu penggemar masa kecil3 Bab 3 Bertemu kuntilanak4 Bab 4 Kuntilanaknya jatuh5 Bab 5 Kelindihen6 Bab 6 Tak ada nabi yang bernama Toyib7 Bab 7 Demit kejepit silit njerit8 Bab 8 Main pingpong9 Bab 9 Cewek jadul10 Bab 10 Bertemu hantu Ninik11 Bab 11 Sejarah si Ninik12 Bab 12 Ikhlas itu berat13 Bab 13 Mantra pu jipa jipu14 Bab 14 Kuthuk nyedaki sunduk15 Bab 15 Pesan dari Ninik16 Bab 16 Memanggapi keluhan warga17 Bab 17 Perjanjian kerja berbau perbudakan18 Bab 18 Perampokan19 Bab 19 Spekulasi20 Bab 20 Dicubit Ambar 21 Bab 21 Kabut tebal22 Bab 22 Bertemu arwah Ambar23 Bab 23 Pembunuh Ambar tertangkap24 Bab 24 Kenangan25 Bab 25 Di selipan belakang26 Bab 26 Amira kesurupan27 Bab 27 Teguh yuwono slamet, slamet soko ngarsane Gusti28 Bab 28 Tukijan, Kadelan, Ngatiyem, Cikrak29 Bab 29 Jumiran marah30 Bab 30 Gombalan Yudi31 Bab 31 Rista kerasukan32 Bab 32 Tebakan Icha33 Bab 33 Ingatan yang kembali menari34 Bab 34 Selipan beras jangan diisi tahu! Benyek35 Bab 35 Preemptive strike36 Bab 36 Sartono dapat salam olahraga37 Bab 37 Penculikan38 Bab 38 Adu taktik39 Bab 39 Pengintai yang diintai40 Bab 40 Paranormal expendable41 Bab 41 Sartono tertawan tak berdaya42 Bab 42 Sudah waktunya jujur Fa43 Bab 43 Cosplay jadi sun go kong44 Bab 44 Adu strategi di mulai45 Bab 45 Ambulance46 Bab 46 Kejar-kejaran47 Bab 47 Masih kejar-kejaran48 Bab 48 Ular-ular kiriman49 Bab 49 Satu misi sukses50 Bab 50 Menuju misi ke dua51 Bab 51 Rencana membuang Sartono