icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Menantu Dari Kota

Menantu Dari Kota

Penulis: tyas
icon

Bab 1 Rumah Mertua

Jumlah Kata:635    |    Dirilis Pada: 22/07/2024

pat mengikuti langkah lebar sang suami. Tujuannya ialah terminal bis. Gandi--suam

yang kalau gak?" gerutu Shafiya sesekali mengibaskan rambut cetarnya. Sengaja biar Abang becak atau supir angkot tau

lin Gandi ... suami dingin spek kulkas dua pintu. Bawa koper segede harapa

angan misuh-misuh ke sua

ada pada suaminya. Toh, pria tersebut membawa pula satu koper milik Shafiya. Iya, bajunya banyak. Se

roma ketiak bercampur aduk sungguh membuat Shafiya menahan mati-matian

un Shafiya suka belanja, dirinya tetap tau diri menabung guna masa depan juga keperluan anaknya kelak. Walau kita belum dikaruniai buah hati selama dua tahun pernikahan

*

Kita udah

Shafiya membuat si empu sem

? Mas tau kamu cum

hafiya segera memb

la drama Korea pupus sebab kecuekan Gandi yang

nita itu tidak mengunjungi rumah mertuanya. Terakhir kali mungkin ...

dah serta rapih, lalu pohon mangga mulai berbuah tetapi masih

salam Shafiya jug

e. Iya, mereka kedua orang tuanya Gandi. Nampak Ibu mertuanya--Ratmi, m

i beliau--Seto hanya terdiam. Oh iya, pen

lengan Seto pelan. Selanjutnya Gandi menyal

s nyiapken teh haneut

. Tidak menahu apa ya

di sembari mengangkat dagu nya. I

h Ratmi dengan Seto

bat. Shafiya ketiduran saking lelahnya

e

Shafiya. Detik berikutnya air

, ya?" lirihnya senan

da sahutan, Sh

KITA BOCOR??" Shafiya be

uju kamar mandi. Dia khawatir. Apakah sang menantu kedapatan maling

aon, N

u, atap k

mi gelagapan. Dia kembali ke

lamatkan kasur juga lainnya menuju ruang tengah. Iya,

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Menantu Dari Kota
Menantu Dari Kota
“Kehidupan Shafiyah langsung berubah kala suaminya di PHK dari kantor tempat dia bekerja. Alasannya, karena ada seseorang korupsi--mengambil saham perusahaan sampai mengalami kerugian mencapai milyaran rupiah. Serba-serbi hidup mewah, bergelimang harta, kebutuhan selalu tercukupi, kini roda telah berputar. Sebagaimana takdir berkata tidak melulu kita berada di atas. Ada kalanya harus mengerti dan merasakan bagaimana kehidupan di kalangan bawah. Ya, Shafiyah terpaksa tinggal bersama dengan mertuanya. Sang suami bertani di sawah guna mencukupi biaya sehari-hari. Menghadapi orang tua suami yang masih mengenyam jadul alias jaman dulu. Kehidupan Shafiyah terombang-ambing. Bagaimanakah kelanjutannya? Apakah Shafiyah bisa bertahan hidup di desa, serta mengalami hal-hal tidak terduga?”