icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

KEPINCUT PAPA MUDA

Bab 5 KPM - 5

Jumlah Kata:1626    |    Dirilis Pada: 12/07/2024

n kita meni

-nya berhasil mendapatkan kembali kewarasannya yan

a? Ini masih pagi loh, sarapan

kir aku

ang waras yang baru pertama k

gnya s

pokoknya. Ng

Bukannya kamu sudah j

a belas dengan pasiennya, sama-sama rewel. Ia mencoba menelan bubur di bawah tatapan Evander yang tajam.

enunjuk pada Omelet yang te

uga ma

ian-bagian kecil. Dengan sendok ia pindahkan ke piring masi

guk kompak. "Enak, Mama."

i mendingin. "Sayang sekali, kamu menolakku

pelahan namun masih dapa

ggak mau jadi M

, Pak. Tapi" Waj

erhasil menggoda wanita manis di depa

yang terus menatapnya. Wanita mana yang tidak tergoda saat ada pria tampan, dengan senyum menawan, menatap dengan pand

mendekat. Marni menga

pir suda

mereka ke depan. Ay

g. "Nggak mau, p

s pulang. Harus s

o i

g. Sekarang s

sap rambutnya dengan lembut. "Lio, saying sekarang nurut dulu ya

t dirinya mama, karen

anteli

arang berangkat sendir

ereka pamit dengan sang papa, dan kemudian mengecup pipi Althea. Keduanya berlari-

u. la adalah seorang Dokter anak, sudah tentu ia sangat menyukai anak-anak. Namun dengan kedua bocah kembar ini berbeda. Tingkah mere

pergi, sekarang waktun

h Evander dengan kage

kelewat tenang malahan. Ada segaris senyum

ta berdua ad

embahas perni

ngga tidak dapat memahami ucapan Evander. Melihat waj

yang belum siap untuk diajak menikah. Duduklah

nya yang mendadak perih. la melihat warna keunguan yang sangat kontras dengan kulitnya, pun beber

pemilik rumah ini. Tampan, kaya, tapi s

lu bersikap seperti itu pad

kotak kecil berwarna putih di tangan. Pria itu berlutut di

ea berusaha berdiri, tapi

g benar Althea. Aku cum

a sendir

, karena kamu sudah menolong Lia semalam. Dan juga

santai, Pak. Itu tangan ngelus-ngelus deng

ya, bahan dress itu selalu membuatnya terangkat lebih tinggi ketika sedang duduk. Baru kali

anya Evander, kali ini mengoles o

bagaiman

lompati pagar itu berbahaya? Apalagi pagar rumah ini kan cukup tingg

ngkah. Mereka berpandangan sesaat sebelum Althea mengalihkan t

a sakit. Aku ya ikut panik, Pak. Takutnya mereka berdua kenapa-kenapa di

ereka? Padahal kamu baru bebe

engan seseorang yang sangat mengkhawatirkan anak-anaknya dengan tulus. Bi Marni tidak ma

a itu basic instinct manusia ya, Pak? Apalagi untuk wanita dewasa, kami secara naluriah akan berusaha m

tik dengan sisa-sisa make up yang masih tercetak jelas di sana.

na setiap wanita pasti punya hati nurani untuk melindungi anak-anak. Evan

lthea. Sudah bai

erhadapan dengan jarak yang cukup dekat, dan Althea menyadari betapa tinggi pria it

embali, Pak. Ak

ntar?" tan

belah saja." Althea melangkah perla

untuk pulang, Althea."

amping menatap wajah tampan di sebela

barangkali saja akhirnya kamu beruba

ke teras. la tidak habis pikir bagaimana pria itu selalu bicara tentang pernikahan, s

b!" gumam Althea keluar dari pintu dengan mat

alahnya juga, tertidur di ranjang orang lain. Padahal niatnya hari ini adalah b

tanaman bonsainya. Sang asisten terheran-heran melihat penampilan Nona majikannya yan

Mbok pikir tadi si

bangun tadi pagi, dan kilasan kejadian pagi tadi

a Non?" Tanya, Mbok Mar

, tadi wis sarap

itu Lio atau Lia, mungkin terlihat menggemaskan. Namun ini Mbok Mar, wanita yang memasuki

belah, Non? Ngga

itanya panjang, Mbok. Pokoknya intinya itu kemarin malam aku bantuin anak-anak sebelah. Si Lia dema

akkan diri di kursi kayu teras rumahnya, dilepasnya sepatu yang

dengan Mbok Mar merawat koleksi bonsainya. "Gara-gara merawat Lia

tawa terpingkal-pingkal. Seluruh lemak dalam tubuhnya hingga ikut ber

ma ketemu Papa' ya, Non. Kayak sing ndek TikT

kenal sama pemil

pernah lihat beberapa kali. Bapak sebelah iku DuRen loch, Non. Nyonyane meninggal pas lahiran Si

el. la tidak habis pikir, Evander meskipun berstatus duda tapi kaya raya. Bukankah harusnya banyak wanita yang bersedia menjadi pendampingnya?

sering jajan?' P

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
KEPINCUT PAPA MUDA
KEPINCUT PAPA MUDA
“"Anak-anak manis, kalian tidak apa-apa?" Kedua anak kembar itu mendongak, wajah mereka sudah dibasahi hujan dan air mata. Mendadak, kedua anak itu berteriak keras sambil memeluk Althea. "Mamaaaa...!!" "Wait... Mama? Siapa Mama?" "Eh, tunggu. Kalian siapa?" tanyanya bingung. "Oh, ada mamanya. Bagaimana kerja kamu jadi jadi orang tua, hah! Anak dibiarin hujan-hujan. Lihat, nih, saya hampir jatuh karena ngindarin anak itu!" Althea, seorang dokter muda mandiri yang tidak mengenal kata manja. Ia dibesarkan oleh orangtua tunggal, Mama-nya, setelah Papa-nya meninggal karena terlambat mendapat penanganan medis. Sang Papa adalah pekerja keras yang memilih meninggalkan kekayaan keluarganya dan hidup bersama Mama-nya. Setelah kepergian Sang Papa, Opa dari Papa-nya kembali datang untuk membawa Althea dan Mama-nya masuk menjadi bagian keluarga. Ketulusan dan kebaikan hati Althea dan Sang Mama membuat Opa-nya begitu menyayangi dan mempercayakan seluruh asset-nya untuk mereka kelola. Hingga di akhir hayatnya, Sang Opa mewariskan seluruh asetnya kepada keduanya. Hal ini menimbulkan konflik dengan Sang Tante serta sepupu-sepupunya. Kelembutan hati Althea membawanya bertemu dengan sepasang anak kembar yang telah ditinggal meninggal oleh Mama-nya sejak kecil. Rasa senasib karena harus hidup dengan orangtua tunggal, membuat Althea sangat memahami kesepian anak-anak itu. Terbukti dengan begitu mudahnya ia dekat dan sayangnya Althea pada kedua anak kembar – anak tetangganya itu. Kedekatannya dengan anak-anak itu membuat mereka merasa aman dan bergantung pada Althea. Siapa sangka, kasih sayangnya pada anak-anak itu membawanya pada kisah cinta yang tidak biasa namun tetap indah. Sementara itu Evander, duda keren beranak dua, tidak pernah menyangka bahwa usahanya untuk membentengi diri dari wanita demi anak-anaknya, justru dibuat kembali merasakan jatuh cinta seperti anak remaja oleh seorang wanita unik. Kisah cinta mereka tidak semulus jalan tol, juga tidak secantik taman bunga, tapi cukup menggemaskan dan penuh tantangan.”