icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Become True

Bab 3 Karena Medina

Jumlah Kata:1109    |    Dirilis Pada: 26/04/2024

nghentikan pergerakan Adam yang s

menggantung di tembok rumah sederhana yang mereka

r yang sejak tadi ia tenteng, ia letakkan begitu saja di atas meja. Tapi tak sedikitpun menarik perhatian Ada

au masuk ke rumah ucapin assalammuala

..iya.

antah. Tatapannya masih terfok

h keluar rumah," Assalammualaikum!!" seru Med

," sahut Adam sambil menutup bukunya. " Jam

i kenapa ngila

an kakak," pinta Adam

na karena memang selama di kampus tadi ia tidak di berikan kesempatan masuk kelas,

u kita nggak ngerayain valentine, tapi mereka ngotot pengen ngasih kakak dengan alasan itu 'kado bias

u? Apa itu bukan amanah juga?" tanya Adam berusaha mengingatka

yang hanya di tanggapi anggukan kecil dari Adam. " Hm...kalau itu

pengakuan sang adik, jika sudah urusan makan, n

Mau belajar bolos ya?" selidi

s," jawab Adam dan ke

da, kenapa pagi

a urusan

ya Medina cepat. Karena memang pertanyaa

an Adam namanya jika tidak bisa mengontrol situasi. Ia

us. Kamu ngga

akak dari dulu? Kenapa kakak buang kesempatan emas itu?" tanya Medina runtu

Alih – alih menjawab Adam malah mengalihkan pem

a susahnya sih?" kesal Medina

kilah Adam semakin membuat marah Medina. Seja

beasiswa penuh sama mahasiswanya. Kenapa kakak tolak? Nggak enak sama aku yang terkenal punya ni

kembali mengalihkan pembicaraan.

e kamar. Bantingan pintu yang ia ciptakan sudah cukup

erima beasiswa itu? Bagaimana bisa ia pergi dan meninggalkan adiknya seorang diri di sini? Medina itu satu – satuny

*

Jika saja ia tidak ingat kalau ponsel itu di belikan Adam dari gaji pertama kerja p

itahuan tentang vote atau komentar pada cerita yang sudah satu bulan lalu ia publish di

mati bosan, ia terlalu gengsi untuk menyapa kakakn

ari kerja part timenya. Ia kemudian mengarahkan pandangannya ke arah atap kamar yang tidak di tutupi plafon atau semacamnya. Tatapannya menerawang, tubuh m

ggak pamit ya, w

dia

eterlal

esal melingkupinya t

mereka, Medina jadi malu dan merasa jadi adik yang tidak tahu diri karena selalu melaw

baik, sangat baik, dan teramat baik. Ia rela bekerja ban

m sebagai coffee maker, hingga menjadi buruh

gamen di perempatan lampu merah hanya untuk membe

apa yang sudah ia lakukan untuk me

buat susah kakaknya. Medina bahkan tidak tahu apa yang bisa membua

, luruh tanpa di perintah membasahi pipi mulusnya. Medina menyesal karena tela

seperti ini, kakaknya juga haru

l yang harus ia lakukan sekarang. Ia tahu persis, alasan

inya, kare

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka