icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Saya Pembunuh

Bab 3 Saya Pembunuh

Jumlah Kata:1131    |    Dirilis Pada: 12/04/2024

b.

ka menata

las 1 SMA . Bagaimana deng

prof Dr Wijay

u Hanum ini cerdas sekali. Prestasinya bagus sekali . Insya A

otongan buah mangga. Di luar dugaan, Hanum yang hanya

papa mama yang satu ini hebat. Kalau l

ya melihat papanya samb

u mau k

an bicaranya tapi malah menunduk

a diam, Hanum

mengge

ak mau ku

ar jawaban Hanum , lan

ah , jangan pulang ke rumah ini. Buat apa ki

alu punya adik pe

ih, Hanum

aku mau sep

ya bersamaan

rti pa

ih , Hanum

tapi biayanya mahal sekali. Apa aku

orang tuany

ak, H

ya be

edokteran, Hanum ?. Kenap

langsung Hanum memeluk m

rumah sakit, meskipun ayah meninggal karena l

m anak angkatnya. Hanum mas

Orang baik yang mengo

anya, mengusap kedua matanya ,dengan

i, Ha

yang langsung memeluknya d

teran , papa yang membia

itu me

kak Raditya, kak Adit dan kuliahku.

angsung m

ada papa dan mama. Ini cara Alloh menolong kami untuk terus mera

p papanya ya

atmu sebagai anak kami, langsung papa

a meny

h yang telaten mengajarimu mengaji dan membantu merawatm

ersenyum sambil mengangguk. Mama

eka semangat belajar dan berprestasi di sekolah sampai merek

leng. Mamany

kuliah kedok

, ma

uk lengan adi

tis biaya masuk kuliah, malah kamu dapat uang saku tapi kamu haru

h, kak R

jalur prestasi mendaftar dan d

melompat k

, aku

menata

a kita ziarah ke makam kedua orang tua kandungmu dan soren

a, terim

_

tetap fokus menekuni kuliahnya meskipun Sinta Amelia mahasiswi jurusan ekonomi pembangunan tergila- gila padanya. Semua mahasiswa mahasiswi sudah tahu Sinta Amelia adalah gadis manja berwatak keras yang ingin kemauannya harus selalu di penuhi karena Sinta Amelia anak tunggal yang

ita ke k

uk kantin , Lemba

n. Bagaimana kalau kita du

ekali Sint

, Lemb

uki kursi kosong di sebelah Aditya. Pandangan kemarahan Sinta pada Lembayung tampak jelas di mata Sinta. Dengan kesal, terpaksa Sinta dud

sai makan.. tolong an

tap saja mngunyah bakso. Lemb

ita nonton

i tapi tangan Sinta me

arkanku pulang sek

k tangannya sa

kalian berdua tapi so

itu pada mereka berdua. Aditya berlalu meninggalkan mereka yang masih

Sinta ?. Bikin k

penuh kemarahan pada

k menemaniku, kenapa kamu lanc

s lembayung

uduk dekat Aditya ?.

Baga kan di sambar petir. Kemara

kenapa kamu naksir Aditya pada

dengan Sinta sahabatnya.

mahasiswa idola itu. Kita bersaing saja siapa di

am menunduk tapi di dalam hatinya berkata.. kamu sahabatku tapi kamu membuatk

__

. Bahkan Lembayung rindu tak segan-segan berpacaran dengan banyak laki tua yang seumuran dengan ayahnya. Tidak jarang Lembayung rindu kelua

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Saya Pembunuh
Saya Pembunuh
“Sebelumnya... maaf, mohon pengertiannya jika di cerita ada sesuatu yang dianggap mengerikan .🙏🙏 Sinta Amelia bersahabat dengan Lembayung Rindu yang sama-sama mencintai Aditya Bagaskara pemuda tampan dan kaya namun Aditya Bagaskara mencintai Dewi Utari gadis lugu dan sederhana yang berhasil merombak gaya hidup Aditya Bagaskara anak dari profesor dokter Wijayanto seorang direktur rumah sakit di Jakarta.. Sinta Amelia yang awalnya menganggap lembayung rindu sebagai sahabat dan saudara terbaik tapi akhirnya Sinta Amelia sakit hati dan membencinya dengan amat sangat.yang menimbulkan dendam pada Lembayung rindu. Kemarahan, kebencian, sakit hati, , amarah Sinta Amelia benar -benar tak terbendungkan dan tak seorang pun yang bisa menghentikan balas dendam Sinta Amelia. Hanya dokter Hanum Permatasari yang bisa meredam segalanya di diri Sinta Amelia. Apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka semua dan kenapa Sinta Amelia bisa dengan mudahnya mengikuti kemauan dokter Hanum Permatasari ?”
1 Bab 1 Saya Pembunuh 2 Bab 2 Saya Pembunuh 3 Bab 3 Saya Pembunuh 4 Bab 4 Saya Pembunuh 5 Bab 5 Saya Pembunuh 6 Bab 6 Saya Pembunuh 7 Bab 7 Saya Pembunuh 8 Bab 8 Saya Pembunuh 9 Bab 9 Saya Pembunuh 10 Bab 10 Saya Pembunuh 11 Bab 11 Saya Pembunuh 12 Bab 12 Saya Pembunuh 13 Bab 13 Saya Pembunuh 14 Bab 14 Saya Pembunuh 15 Bab 15 Saya Pembunuh 16 Bab 16 Saya Pembunuh 17 Bab 17 Saya Pembunuh 18 Bab 18 Saya Pembunuh 19 Bab 19 Saya Pembunuh 20 Bab 20 Saya Pembunuh 21 Bab 21 Saya Pembunuh 22 Bab 22 Saya Pembunuh 23 Bab 23 Saya Pembunuh 24 Bab 24 Saya Pembunuh 25 Bab 25 Saya Pembunuh 26 Bab 26 Saya Pembunuh 27 Bab 27 Saya Pembunuh 28 Bab 28 Saya Pembunuh 29 Bab 29 Saya Pembunuh 30 Bab 30 Saya Pembunuh 31 Bab 31 Saya Pembunuh 32 Bab 32 Saya Pembunuh33 Bab 33 Saya Pembunuh 34 Bab 34 Saya Pembunuh 35 Bab 35 Saya Pembunuh 36 Bab 36 Saya Pembunuh 37 Bab 37 Saya Pembunuh 38 Bab 38 Sayang Pembunuh 39 Bab 39 Saya Pembunuh 40 Bab 40 Saya Pembunuh 41 Bab 41 Saya Pembunuh 42 Bab 42 Saya Pembunuh 43 Bab 43 Saya Pembunuh 44 Bab 44 Saya Pembunuh 45 Bab 45 Saya Pembunuh