icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mendadak Disuruh Nikah

Bab 4 Milikku!

Jumlah Kata:1561    |    Dirilis Pada: 21/04/2024

erupaya beradaptasi dengan cahaya matahari yang menyorot matanya lalu dipandanginya istrinya yang sudah bersiap-siap. Dress cheongsam berwarna hitam dengan mot

ta Raihan saat ia menoleh ke arah

u bisa tidur saat menjelang subuh. Ya, lelaki siapa yang bisa menahan hasratny

i atau teh?"

. kop

Raihan lalu meninggalkan

juga rajin. Pagi-pagi sudah bangun bersia

tercium, Nico mencari sosok istrinya yang berada di dapur. Di dapur, Raihan berkuta

s itu mengaduk kopi di cangkir. "Maaf, ya..." bisik Nico, "

adis itu tersenyum, "aku mengerti, kok," ucapnya lalu memberi satu kecupan singkat di bibir Nico. I

a indah nan tajam milik Raihan. "Sepahit apa pu

ali masuk ke kamar. Beberapa kali Nico menyeruput kopinya lalu ia ke

kita di bawah," kata Raihan lalu gadis itu keluar kamar

ergi ke kam

*

aihan tiba di meja makan. Kuiper sekeluarga dan Barack sedaritadi m

alas Raihan sembari melem

u," lagi-lagi David memuji, "hm... kalau dilihat-lihat..

a bingung bagaimana menanggapi ayah mertuanya yang mengatakan ia

ak perlu bicara kali ini. Ia berdehem sekali sebelum

Nico. Nico benar-benar tidak menyangka dan tak habis pikir bahwa orang sedingin Barack ternyata bukan hanya

bil untuk dirinya sendiri. David yang melihat pemandangan itu sangat terharu dan bahagia karena

jalan ke pantai bareng-

aihan sembari

co. Nico yang tahu rencana kedua adiknya sebenarnya merasa agak terganggu karena ini adalah bulan madu ia dan Raihan, seharusnya

a menatap si tomboy Hasya ketika gadis itu memasuki mobil dan duduk di de

duduk di sini? Kau sendiri tahu kalau aku suka

debat dengan Hasya tidak akan ada hentinya. "Ter

tapi sepertinya menyenangkan bisa akrab dan bebas berekspresi dengan saud

ak Nico dan Hasya memang

enyum senang. "Iy

nik. Mereka membeli topi pantai, dan beberapa gelang hingga dream catcher. Raisya sangat menyukai Raihan begitu pun sebaliknya, ia seperti memilik

aleng dingin. Nico tak bisa mengikuti alur pergerakan para gadis-gadis s

Hasya menuju ke bibir pantai, bermain-main dengan ombak di sana, sedangk

seru Raisya. Kemudian ia dan

ninggalkan mereka berdua. Sedangkan Nico, ia malah lega akhirnya ada momen ia berdua dengan istrinya. Ia lalu mendekati Raihan

n menuju penjual minuman dan memesan minuman

gan kipas kertas yang ia beli di toko pernak pernik tadi. Nico lalu memandang R

iha

t minumannya menoleh.

ang ingin ku

? Kataka

pernah be

ya... beberap

"Lalu... yang terakhir

didua

an tak percaya jawaban

put minumannya, "itu masalah ya

ntik kamu diduakan..." gumam Nico, "lalu... a

inumannya lalu memajukan tubuhnya sembari menatap Nico dengan panda

m jahil padanya. Seolah mencari jawaban dari pertanyaan

ubuhnya kembali, "kita sudah jadi suami istri,

membuat Raihan terkejut. Raihan semakin kebingungan dan penuh

aku akan membuatmu melupakannya! Aku tidak akan membiarkan pria

anggapnya begitu serius pertanyaan yang sebenarnya hanyalah pertanyaan iseng. Bebera

a suara pria memanggi

menoleh ke arah suara yang ternyata milik

kutnya, nanti siapa lagi yang da

aihan..." tebak Jeremy dengan yakinnya ketika memandang Raihan yang duduk di sebelah Nico. Raihan melempar senyuman manisnya sebagai jawaban. "Perkenal

Raihan sembari men

i yang Raihan kenakan. Ternyata benar kata Nico bahwa istrinya amat cantik dan Jeremy meng

sih memandang kagum Raihan. Jelas ia tak senang jika istrinya di

n perasaan sahabatnya. "Dia ada kok di

melambaikan tangannya ke arah mereka dari kejauhan lalu wanita itu berlari ke tepi l

Baiklah, sepertinya ada yang kesal hari ini, aku susul istriku dulu, ya," kat

r Nico, "mengganggu sa

ereka berd

. Rai

Y

ita akan

ruma

sana sampai aku membeli rumah untuk kita," jawab Nic

an lembut. "Ya, tentu saja. Sekarang aku adalah

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mendadak Disuruh Nikah
Mendadak Disuruh Nikah
“Bacaan dewasa! Mohon Disesuaikan dengan usia! Raihan mendadak diminta menggantikan adik angkatnya untuk menikah dengan putra keluarga Kuiper, bernama Nico dan mereka dikejutkan oleh rencana pernikahan yang dibuat oleh keluarga mereka yang tinggal dua hari lagi. Awalnya, Nico tak mengira bahwa istrinya begitu jelita namun saat mereka bertemu saat usai menikah, Nico terpesona oleh kecantikan Raihan. "Kenapa kau harus bingung?" tanyanya, "sekarang aku adalah istrimu, kau bisa bebas melakukan apa saja pada diriku," lanjutnya dengan tatapan tajamnya yang menantang. "Kau bilang... aku bisa bebas melakukan apa saja pada dirimu? Apa kau mengijinkannya?" "Ya, tentu saja," jawab Raihan, "kita sekarang adalah suami istri, kenapa aku tidak boleh mengijinkanmu?" Nico yang seakan mendapat lampu hijau dari Raihan tiba-tiba saja maju dan memeluk Raihan seperti hewan liar yang menyergap mangsanya. Raihan yang terkejut seperti tidak bisa berbuat apa-apa, tubuh langsingnya terasa ringkih di pelukan tubuh Nico yang cukup atletis. "Tu-tunggu...!" Raihan menahan dada Nico, mencoba menghentikan Nico yang tampak tak sabaran. "Kenapa?" tanya Nico menatap bingung ke mata Raihan, "bukannya aku bebas melakukan apa saja?" "Iya, tapi..." sahut Raihan, ekspresi wajahnya sedikit ketakutan "bisakah kita melakukannya pelan-pelan?" "Seperti apa?" "Mungkin... kita bisa memulainya... dengan ciuman..."”
1 Bab 1 Perjodohan2 Bab 2 Pernikahan3 Bab 3 Malam Pertama4 Bab 4 Milikku!5 Bab 5 Malam Cinta6 Bab 6 Ikut Suami7 Bab 7 Pria Nekat8 Bab 8 Sosok Raihan9 Bab 9 Perhatian Nico10 Bab 10 Kejutan11 Bab 11 Rising Star12 Bab 12 Kecurigaan Nico13 Bab 13 Perhatian Seorang Kakak14 Bab 14 Hadiah Untuk Suami15 Bab 15 Ulang Tahun Nico16 Bab 16 Kamu Cantik17 Bab 17 Pria yang Dicintai Raihan18 Bab 18 Jangan Nakal19 Bab 19 Bertemu20 Bab 20 Wanita yang Dicintai Nico21 Bab 21 Andaikan