icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gairah Liar Sang Mantan

Bab 8 Part 8

Jumlah Kata:1225    |    Dirilis Pada: 23/03/2024

v s

capek sekali hari itu. sambil rebahan di Kasur, aku mulai memikirkan kejadian di rumah andi. Aku merasa bersalah karena aku membohongi andi pacarku. Aku sempat meneteskan air mataku saat mempersiapkan bahan masakan, dan andi melihat itu. aku bilang ke andi alasa

sholat ashar." (suara

langsung melakukan yang

v a

membuat, kontolku berdiri. Lalu aku membuka galeri foto, secara diam2 aku tadi memfoto suci saat memasak, makan dan mencuci piring. Aku menemukan fotoyang menurutku menunjukkan tubuh suci sangat seksi. Ya, foto suci saat mencuci piring. Di foto itu penampilan suci sangat menggairahkan, jilbab panjangnya di sampirkan ke bahu dan itu membuat tonjolan payudara suci terlihat jelas.

ngat lama menandaka

u langsung melihat layar hp ku, ternyata yang telpon aku si Irfan teman dekat sekaligus teman sebangku ku di sekolah. Aku mengenal Irfan pertama kali saat kelas X dan kami

u cok. aku k

asih anget2nya sama suci trus se

t cok, aku geli kalo telpo

si rental ps. Jangan lupa bawa duit yang

sudah punya janji untuk

yang sekaran cok, kamu yang ha

ngan banyak ngom

angsung masuk dan mencari Irfan. Tak lama aku untuk menemukan sahabatku itu, tapi anehnya d

k?" (tanyaku saat

ilang otw daritadi tapi

ehe maa

ku." (kata Irfan kepadaku sambil m

di". Sambil membalas uluran tanganku si wanita itu memperkenalkan

i belakangku dulu ya. Tuke

emperhatikan nisa dengan serius, "boleh juga ini nisa, pinter juga Irfan nyari

ak ini kita tanding?" (Tanya Irfan

rokok ya lupa beli tadi" (kataku sa

2 malah langsung minat rokok. kalo kam

al. Kami sudah melakukan 2 match tapi selalu imbang. Setelah hampir satu jam kami bermain si ni

ya pacarmu tu si

ia sekelas sama suci juga."

rus tadi pa

, kan aku tadi bila

tik, putih, body juga lumayan. Oiy

biasa aja." (kata andi yang lan

op. Sesampainya di warkop, aku langsung memes

sama filter sebungkus

no: "si

. Dia ternyata sedang telfon entah dengan siapa, I

dah pesen

tadi belom kamu jawab." (kata ku keirf

okoknya). Kamu kan cowok, apa lagi kita ini lagi puber2nya.

sksudnya

u dulu pernah minta cium aja dia ngancem minta putus. Nah

ok kamu bisa

ak gini (sambil memperagakan jempol tangannya diletakan di antara telunjuk dan jari t

..edan k

g edan ndi?" (sambil

u mang yang

mendengar u

pesenannya tapi jangan ngutang bayarnya. haha"

udah ngapain aja

ku paling gak tahan sama sepongannya, wenak t

k haha. Eh biasanya

disitu biliknya lumayan tinggi. Besok kap

iya kapan

n tubuhku sambil membuka hp. Tiba2 ada chat dari suci, "Sayang selamat istirahat ya. Oiya yang, besok jam istirahat pertama temuin aku di kantin bude rame

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gairah Liar Sang Mantan
Gairah Liar Sang Mantan
“Yahh saat itu tangan kakek sudah berhasil menyelinap kedalam kaosku dan meremas payudaraku. Ini adalah pertama kali payudaraku di pegang dan di remas langsung oleh laki2. Kakek mulai meremas payudaraku dengan cepat dan aku mulai kegelian. "ahhhkkk kek jangannnhh ahh". Aku hanya diam dan bingung harus berbuat apa. Kakek lalu membisikkan sesuatu di telingaku, "jangan berisik nduk, nanti adikmu bangun" kakek menjilati telingaku dan pipiku. Aku merasakan sangat geli saat telingaku di jilati dan memekku mulai basah. Aku hanya bisa mendesah sambil merasa geli. Kakek yang tau aku kegelian Karena dijilati telinganya, mulai menjilati telingaku dengan buas. Aku: "ahhkkk ampunnn kek, uddaahhhhh." Kakek tidak memperdulikan desahanku, malah ia meremas dengan keras payudaraku dan menjilati kembali telingaku. Aku sangat kegelian dan seperti ingin pipis dan "crettt creettt" aku merasakan aku pipis dan memekku sangat basah. Aku merasa sangat lemas, dan nafasku terasa berat. Kakek yang merasakan bila aku sudah lemas langsung menurunkan celana pendekku dengan cepat. Aku pun tidak menyadarinya dan tidak bisa menahan celanaku. Aku tersadar celanaku sudah melorot hingga mata kakiku. Dan tiba2 lampu dikamarku menyala dan ternyata...”