icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

HITAM

Bab 3 Bagian 3

Jumlah Kata:2600    |    Dirilis Pada: 21/03/2024

ar-benar menjadi istri Hasan dan dia harus malu dan sangat malu karena terus digoda oleh Fadli. Selain itu Tintrim jug

mencebik, selama ini Hasan hanya sama galaknya saja dengan Bai, selebihnya tida

Azzam. Heni semakin geli, benar, kan? Hasan itu galak sekali, tidak jauh beda dengan Hasn

elihat Faizah yang berlari ke arahnya. Heni s

a Heni. Merek

lain?" ta

dia mencari Faiz. Heni

dalam. Budhe di luar saja, panas, Zah," j

Hasna merajuk dan manja pada Hasan. Ah, Heni tak tega. Dia kasihan melihat Hasna tinggal sendirian

al di pesantren,"

ndelik k

tampar kamu!" teriak Hasan. Has

ummi mereka-- dan Galang. Kadang Heni merasa begitu iba kepada mereka berdua. Mereka seperti dua orang anak yang saling memiliki, tidak punya siapa-siapa

am pun mulai menangis karena ingin ikut abinya, Heni yang mulai merasa gerah dan kepananasa pun mulai ikut murka, untung ada Aini, istri I

dihan di wajah wanita itu. Rasanya nelangsa sekali. Wanita itu cantik molek, dengan pipi yang agak tembam sedikit dan kulit yang kuning langsat, mungkin wanita itu sudah tua, tetapi

ekali. Dan Heni melihat perut Arini. Oh, hamil lagi nampaknya. Mau tak mau Heni tersenyum jug

terharu ketika melihat begitu banyak orang yang mengantarkan Setiyadi ke peristirahatannya yang terakhir. Heni tahu, seseorang itu dicintai atau tidak dili

rjalan bersama dengan seorang pria sepuh yang menangis tersedu

kan Setiyadi ke makamnya. Sedihnya. Rasanya Heni --yang bahkan sama sekali belum mengen

k heran, Setiyadi, kan asisten Bambang dalam waktu yang cukup lama,

hnya

dzah

sa dan Yasna mendekatinya. Mere

ak Arini dan keluarga belum dapat dikunjungi," kata

m main dengan Aini,"

a ter

n khawatir. Monggo ke rumah saya saja sekalian ambil Azzam. Eh, la, tadi A

uk di sam

rena panasnya itu, lo!" keluh Yasna. Heni tertawa. Ternyata

ikut,

meng

sudah berangkat waktu mereka baru sampai," jawab Yasna, tetapi dia kel

sini?" tanya Yasna keheranan, se

iminta menempati rumahnya. Kita ke sana saja,

tetapi entah kenapa, sepertinya hari ini memang

*

ya beberapa tahun yang lalu, saat dia dan Karima sedang memb

. Nurul Ikhlash berusaha tidak menangis, mengingat dulu dia selalu berkonsultasi pada Setiyadi tentang masyarakat Ketanggungan, tentan

an Setiyadi yang tiada duanya, bahkan menurut Nurul Ikhlash sepertin

ta aneh itu. Ah, rupanya 'trouble maker' itu sudah melihat Nurul Ikhlash terlebih dahulu. Nurul Ikhlash berusaha bersikap tenang dan mendelik ke

goda. Nurul Ikhlash diam saja, dia tambah mendeli

ari Ustadz Nurul Islam, Ust,)" lanjut Fiki. Nuru

lash dalam desisan. Fiki menahan tawa

anak

ab dari Tintrim dan aku diminta menempati

hon

ul Ikhlash nyaris murka dan hampir saja dia mencubit Fiki agar diam, tetapi

u marah, Fik!" de

dua tertaw

Kita buktikan aku bohong apa tidak," kata Fiki

, tetapi katanya dia tadi haidh dan belum sem

enak, jiwa tengi

jawab Fiki menggoda. Nurul Ikhl

*

tu. Fadli keheranan dari mana Fiki bisa mendapatk

gat mumpuni dalam ruqyahz sekaligus sangat ngeyel dan keras kepala. Fadli nyaris tertawa membayangkan mereka bertiga saling bertengkar dan kemudian salah satu akan p

at,

atidz sekalian. Panjeneng

iga saling

ahkan duduk di dalam. Di sini

mbenarkan perkataan Fiki, di luar

tadz tahu rumah ini milik siapa?)" tanya Fadli pada

tahu siapa teman yang dimaksud Fiki," jawab Nurul Islam denga

n kepalanya. Dia m

nyak anak-anak dan balita di sana. Rash

lam ada kola

gus, Mbah! Ayo

a rumah ini memiliki begitu banyak kamar. Bukan selayak rumah tinggal. Fadli semakin curiga dan dia sangat ingin

yang duduk di tepi kolam dengan

di rumah tahfidz yang kedua di Tintrim. Tadi aku b

diri ke dalam kolam renang dan berenang dengan Rashif dan Aidan. Mereka berdua tertawa ke

n baru di ruang makan. Fadli tersenyum simpul, ah, Iqbal memang pintar menjadi seorang ya

, minum dulu

sampingnya. Fiki tersenyum, dia tahu Fadl

nsya Allah akan saya gunakan untuk rumah tahfidz khusus Ikhwan. Rumah tahfidz yan

otong Naim sambil tersenyum penuh makna, semua mata memand

langsung mengalihkan pembicaraan ke masalah yang lain. Fadli paham, dia tahu Fiki malu d

tanda bahwa dia adalah orang yang sebegitu kaya dan sebegitu d

atau dipersiapkan untuk membuat rumah tahfidz atau pesantren," kata Fiki, "dari situlah saya mengenal Ustadz Setiyadi lebih dekat. Ah, beliau sosok yang sangat sabar dan bijaksana. Salah satu

e mana-mana, padahal selain meruqyah, beliau juga menengok rumah tahfidz yang beliau bina, untuk melihat perkembangan dan kemajuannya, juga untuk menanyakan masalah atau hal yang menghalangi perkembangan rumah

biasa," bisik Nurul Islam. Semua m

*

ak mertuanya, sehingga dia menyempatkan diri

tapi Salma bilang, lebih baik bapak diberitahu setelah semua selesai saja, s

ersenyu

pada Yasna. Kalau saya tahu hal ini, pastilah Yasna juga tahu da

Pak Sapto, beliau penikmat drama kami. Beliau tidak seperti orang lain yang akan mengingatkan kami, "

gusap air

ah berpikir jauh ke depan, sangat jauh ke depan. Jazakallah sudah membuat saya sangat bangga dan bahagia, semo

sedikit, tetapi dia tidak tega me

sihat beliau, Ustadz Fiki menjadi berbuat begitu banyak kebaikan," bisik Fadli. Fiki mengangguk takzim, d

*

u. Bahkan dia juga ikut ke makam untuk mengantarkan ust

elihat seperti apa teman-teman Setiyadi yang telah sedikit mengacaukan tapa bratanya kem

nnya. Asap hitam hasil pembakaran menyan khusus. Dia tertawa. Kesuka

*

di teras rumah Bambang setelah

Ustadz Setiyadi meningg

lupa tentang pesan Setiyadi padany

an bisikan Setiyadi padanya malam

anya Firman mereka berpandangan dan saling mengg

*

enjadi pawang hujan, bisa ditanyai nomor togel yang akan keluar besok, bisa mengetahui jenis kelamin janin di kandungan,

danya untuk minta bantuan, minta petunjuk, minta wangsit, dia tidak ped

k bisa diajak

lelakinya itu sama sekali tidak peduli. Ketika disuruh tapa berendam, anak itu malah pergi dengan teman-temannya entah ke mana, ketika disuruh tap

dalam rumah maupun di depan teman-temannya, agar anaknya menurut padanya

cara. Dia mengeluh pa

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka