icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Wanita Yang dulu kau Sia-Siakan

Bab 3 Cemburu

Jumlah Kata:653    |    Dirilis Pada: 06/03/2024

rt

ihat penasaran dengan jawaban suaminya, ada terbersi

SMA? " Bima malah kembali melontarkan pertanyaan pada Istrinya yang sedang penasaran, Waj

biasa, rona ceria kemb

ga punya." Cahaya mulai mencair, ia me

aku ketauan ' bat

pasti Bima merahasiakan Ma

lihat kamu dan wanita ini hidup bahagia, aku tak bisa diam saja m

n mas Bima sih gak pernah cerita apa apa sama aku, wajar dong aku sebagai is

bahu sangat istri, keduanya ter

g delapan tahun lalu telah merenggut kesucian nya hingga karena kelakuan

menyembuhkan luka hatiku selama bertahun tahun karena mu' Arini berkata dalam hatinya, ing

i dari tempat itu, lama lama air m

ukan, menyadari ada tamu yang dibi

dari tadi, ayo mbak silakan masuk, kita minum teh dulu

saya harus pergi, ada banyak p

berapa mbak jumla

uta se

kan pada Arini. Adi sang Asisten Arini segera menurunkan

ekali, ia ingin sekali membatalkan kerjasama dengan Arini.

sama kita berjalan baik" Seru Cahaya se

ti akan menguntungkan semu

m ke arah Arini, ia merasa kata kata

Arini segera pergi meningga

tak menduga akan menjalin kerja sama dengan laki laki y

uhan? Aku benci dia, Aku muak melihat wajah dia, Aku benc

adanya. Bagaimana bisa, lelaki itu begitu mudah menodainya, lalu pergi begitu saja

ya istri, lalu, sedangkan Aku? Jangankan untuk beru

g telah menghancurkan masa depannya hidup bahagia dengan

ng mau menerima Arini ya

nak saja kamu Bima, setelah kau hancurkan masa depanku

hadap rumah tangga Bima,

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Wanita Yang dulu kau Sia-Siakan
Wanita Yang dulu kau Sia-Siakan
“Arini bertemu kembali dengan laki-laki yang pernah menodainya delapan tahun yang lalu, Bima. Lelaki yang pernah menjadi kekasihnya di masa SMA kini berada tepat di depan matanya. Ada sejuta tanya di benak Arini, mengapa laki-laki itu pergi meninggalkan dia saat pria itu telah menabur benih di rahimnya?”