icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Harga Diri Seorang Suami

Harga Diri Seorang Suami

Penulis: Ayu anggita
icon

Bab 1 Kabar Duka

Jumlah Kata:1023    |    Dirilis Pada: 26/02/2024

n berkacak pinggang sambil meme

abrik sedang mengalami kemunduran. Jadi sebagian besar k

kan apa kalau kamu nggak k

n mencari pekerjaan setelah ini. Aku akan beru

alam hati dia bersyukur karena sang suami dipecat. Dia jad

nkan posisi kamu di pabrik. Kamu k

pa saat pemilik pabrik merumahkan sebag

uh baya yang sejak tadi diam, kini ikut berbicara

a napas panjang. "Maafkan aku, Bu. Aku nggak bisa berbuat a

ngos dan pergi dari ruang tamu. Sedangkan Angg

ami nggak berharga ya kamu ini!" Anggun menunjuk

uk menimpali ucapan sang istri. Dia tak ingin ter

jak dari ruang tamu menuju kama

li keluar dari kamarnya. Dia menghampiri sang an

panggil

angan sekarang deh. Aku lagi nggak pe

annya. "Bukan. Ibu nggak mau m

rtanya dengan keni

ak sama Rendi?"

i siapa?" ta

man. Yang dulu mau dijodohka

ngat nama yang diseb

mana sih?" tanya

ekarang dia tambah kaya lho. Mo

ukan parejo!"

dia, hidup kamu pasti akan bahagia. Hidup kamu ngg

jujurnya dia sangat mencintai Gunawan. Tapi dia juga tak ingin

a terpaut pada cinta seorang Gunawan yang kala itu masih karyawan biasa. Setelah menikah, b

muan sama Rendi lagi?" Pertanyaan

sang ibu dan berkata, "

u. Kalau kamu menikah sama dia, hidup kamu p

b perkataan sang ibu, dia beranjak d

nak mau menuruti perkataannya kali ini. Dia ingin melihat sang anak menikah dengan orang

*****

atas ranjang. Dia menoleh ke samping, tak ada sang istr

tanya pada sang mertua sembari me

awan. Dia hanya melengos saja kemu

ia harus membiasakan diri dengan sikap

ngan kebawa perasaan. Biar nggak jadi runy

ja. Biar bisa menghidupi keluargaku," ucapnya dalam hati. Dia

elesai mandi. Dia lantas bersiap-sia

meminta doa restu agar langkahnya diberkati. Tapi sang ibu mertua tak kunj

ku supaya bisa cepat dapat kerjaan lagi," ucap

sih tahu dia kalau aku keluar untuk m

g. Dia lantas segera keluar dan memakai sepatu bututnya. Dia be

nggun. Dia baru saja tiba d

era dapat kerjaan," ucap Gunawan. Senyum manis menghi

n yang bener. Biar aku sama ibu bisa hidup

rinya harus mencari pekerjaan dengan gaji yang lumayan agar Anggun dan bu Ika bisa berfoy

Gunawan menyodorkan tan

salaman segala. Entar kalau udah dapat kerjaan, ba

ngar ucapan sang istri. Tapi dia tak

jalan dulu ya. Assalamu

alam!" jawab

ring. Gunawan merogoh saku dan segera mengambil benda pipih itu. Sebuah nam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Harga Diri Seorang Suami
Harga Diri Seorang Suami
“Gunawan dipecat dari jabatannya sebagai kepala pengawas di pabrik. Tak hanya itu, istrinya menggugat cerai dirinya dan mengusirnya dari rumah. Sebagai pria, Gunawan jelas tak terima. Ia berusaha untuk bangkit dan membuat orang-orang menyesal telah meremehkannya...!”
1 Bab 1 Kabar Duka2 Bab 2 Perseteruan 3 Bab 3 Mencari Pekerjaan Baru 4 Bab 4 Penghinaan5 Bab 5 Menuruti Gengsi 6 Bab 6 Perempuan Murahan7 Bab 7 Demi Uang 8 Bab 8 Keterlaluan 9 Bab 9 Kebusukan Rendi10 Bab 10 Sikap Anggun11 Bab 11 Curiga 12 Bab 12 Kejutan 13 Bab 13 Kejutan Kedua 14 Bab 14 Terusir15 Bab 15 Fitnah 16 Bab 16 Bimbang 17 Bab 17 Berharap 18 Bab 18 Menata Hati19 Bab 19 Pekerjaan Baru 20 Bab 20 20. Teman-teman Baru21 Bab 21 Masalah Baru22 Bab 22 Hinaan dan Cacian23 Bab 23 Jatuh Cinta 24 Bab 24 Sebuah Perasaan25 Bab 25 Persiapan Pernikahan Mira26 Bab 26 Karma Untuk Anggun27 Bab 27 Sebuah Kisah28 Bab 28 Tamparan Keras29 Bab 29 Status Baru30 Bab 30 Undangan31 Bab 31 Memulai Semuanya Dari Awal32 Bab 32 Kesedihan dan Kekecewaan33 Bab 33 Dibalik Rasa Kecewa34 Bab 34 Kilasan Masa Lalu35 Bab 35 Kejujuran36 Bab 36 Pengakuan37 Bab 37 Keputusan Bersama38 Bab 38 Pekerjaan Baru Lagi39 Bab 39 Bertemu Kembali40 Bab 40 Si Pembuat Masalah41 Bab 41 Rencana Yang Gagal42 Bab 42 Salah Paham43 Bab 43 Belum Berakhir44 Bab 44 Menepati Janji45 Bab 45 Siasat Busuk46 Bab 46 Akhirnya47 Bab 47 Memulai Lagi48 Bab 48 Menata Kembali49 Bab 49 Mulai Membuka Hati50 Bab 50 Jatuh Hati51 Bab 51 Jujur Itu Lebih Baik52 Bab 52 Yang Terbaik53 Bab 53 Sebuah Nasihat54 Bab 54 Memperingatkan55 Bab 55 Fakta Mengejutkan56 Bab 56 Patah Hati57 Bab 57 Akhir Kisah Itu58 Bab 58 Move On59 Bab 59 Salah Sasaran60 Bab 60 Berakhir Sudah