icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Affair With Santa

Bab 5 Persaingan dimulai

Jumlah Kata:1065    |    Dirilis Pada: 14/02/2024

astikan putri kecilnya-Catalea tidak tertidur dalam perjalan mereka menuju kota. Meski begitu, Andre han

ngnya dirimu Lea, untuk bertemu dengan Uncle, hingga kau berdandan

nya sambil memperbaiki duduknya di carseat dengan manis. Bertepatan dengan mobil

ah mengisyaratkan kegelisahan yang ia rasakan. Andrew hanya menggele

lakang untuk Lea,kemudian meninggalkan An

benaknya. Tangannya menekan speed dial nomor satu, menunggu panggilan yang sementara tersambung.Dia kaget den

Andre segera memberikan kode pada p

a?" Gumam

Lea. Anak kecil itu bahagia, menatap kedua orang tuanya ber

sebelah kiri Lea.Sekilas mereka terlihat seperti keluarga bahagia-kec

dengus Ara pelan sambil melirik Lea yang duduk di antara mereka. Anak perem

angan. "Kau memiliki adik yang hebat ya..aku penasa

atuh cinta. "Tidak. Daddy yang paling tampan" sambung Lea tanpa menol

man mu," sambungnya lagi sambil mencoba cari sang pemilik acara. Pria yang cukup misterius, bagai

ncess C

an lantang. Seketika itu juga dia menyipitkan mata, mema

Marcel,

Masih dengan tertegun, Andre melihat wanita-nya

dre

ap Andre dengan bingung. Lalu Santa beralih

rena mengingat perkataan Marcel yang membuat dia setuju ada d

ak kecil itu membuat satu ruangan menatap M

ta. "Ya, bisa dibilang seperti itu" jawab Marcel sambil menatap kedua mata wanita yang berjarak setengah meter di dep

akan menikah? Dia a

etik, dia baru sadar kalo anak kecil yang dipang

rencananya. Dia berdiri, berjalan dengan anggun ke arah mereka. "Kau sangat

yang ayo bergabung disini" panggilnya. "Bukankah kau mengena

capnya sambil me

am "Nama saya pasti tidak asing lagi karena suami And

pannya sedikit amarah yang tersisa di sana. Seper

bahkan dari keseluruhan, tidak ada gen Andre sama sekal

klah, mungkin sudah cukup permainannya hari ini, dengan melihat ekspresi Andre dibalik meja yang berjarak b

dah berdiri dan membuka acara. Santa memaksakan senyum keti

tulang, atau mungkin sendi-nya sudah susah diajak kerja sama. Dia duduk, tangannya yang gemetaran di

Santa tersenyum. Dia tidak bersahabat dengan air yang be

ng tidak tahu kalau ini permainan Ara dan adiknya. Yang buat dia tidak mengerti, kenapa Santa masuk dalam permainan ini? Mengapa dari semua gadis di daratan New York, Santa yang ditar

ri jarak beberapa meter, Marcel memastikan kalau wanita itu memandangnya, meski dengan ta

epenuhnya khawatir, kecuali tangannya y

Dia melirik sedikit ke tangan Marcel, "Ya, aku ba

Suara Lea terdengar sa

ambil memandang Marcel dengan sinis. Dia

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Affair With Santa
Affair With Santa
“Gemerisik dedaunan, dentingan ranting-ranting yang saling bersentuhan akibat tiupan angin membuat siapa saja lebih memilih memilih bergelung di bawah selimut atau paling tidak meminum cokelat hangat. Hari sudah semakin larut tapi kota New York seperti tidak pernah tidur. Seorang gadis mengeratkan jaketnya yang tebal, giginya sedikit bergemelutuk, bahkan sepatu boots hingga ke lutut tetap tidak melindungi kakinya seperti sudah membeku. Berdiri di bawah pohon besar di saat suhu dibawah nol derajat merupakan pilihan paling buruk bagi siapa saja, termasuk gadis itu. Dia bukanlah seorang yang bodoh dan tidak mempunyai pilihan. Dia punya pilihan untuk pulang, mematikan ponsel dan berakhir tertidur lelap di tempat tidurnya, tapi dia tidak melakukan itu. Bagian bawah sepatunya sudah menipis sehingga tidak dapat melindungi kakinya dari dinginnya es membeku di bawah sana. Sesekali dia meringis karena demi apapun kakinya sudah tidak bisa digerakan lagi. Apakah darah yang dipompa jantungnya sudah tidak sampai ke bawah sana? Entahlah. Kedua tangannya yang terbungkus sarung rajutan merah saling berkumpul untuk menggesek telapak tangan sehingga menghasilkan rasa panas sedikit di sana. Dia mendesah sambil memajukan kepalanya sedikit ke arah badan jalan, tapi tidak ada tanda-tanda kedatangan orang yang ditunggunya. Akhirnya, dia tersenyum kecut. Dia memang bodoh, lagipula ini sudah terjadi lebih dari satu kali, seharusnya dia boleh belajar dari pengalaman saja tanpa mengulang itu. Sebelum dia membalikan tubuhnya menuju tempat pejalan kaki yang berada satu meter di belakangnya, tubuhnya oleng. Astaga, apakah dia hipotermia? Di sini? Di sudut taman tanpa satu orangpun melihatnya? Sayup-sayup sebelum kepalanya terbentur ujung ayunan di taman itu, dia merasakan pelukan hangat seseorang. Lebih hangat dari jaket tebal yang dia gunakan ataupun penutup telinga berbulu halus, sangat hangat sampai dia merasakan jantungnya tidak akan beku meskipun keluar dari tubuhnya karena berdetak semakin menggila. "Kau baik-baik saja?" Gadis itu tidak bisa menjawab, tapi dengan mata tertutup, telinganya bisa menangkap jenis suara berat itu milik seorang pria. Dia masih berkutat dengan pikirannya untuk mengembalikan kesadarannya yang berangsur-angsur pergi, gadis itu tidak ingin penolongnya menghilang setelah menyelamatkannya; khas film yang dia tonton akhir-akhir ini.”
1 Bab 1 Birthday Andre2 Bab 2 Istri bayangan3 Bab 3 Undangan Pesta4 Bab 4 I'M Marcel5 Bab 5 Persaingan dimulai6 Bab 6 Mata-mata7 Bab 7 Siasat8 Bab 8 Perpisahan 9 Bab 9 Misi10 Bab 10 Simpanan11 Bab 11 Terbang ke jakarta12 Bab 12 Curiga13 Bab 13 Gencatan