icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Menikah dengan Tuan Muda Aneh

Bab 5 5. Kemarahan Nyonya Hartati

Jumlah Kata:1124    |    Dirilis Pada: 29/01/2024

lut Devan. Satu Minggu putranya itu tidak pulang ke rumah. Sekalinya pulang, Devan m

an, Van? Kamu lagi nge-prank

tawa sumbang. Bagaimana mungkin, Devan bisa berbuat seperti ini padan

dengarnya pagi ini hanyalah mimpi. Ia yakin telinganya sal

gar jawaban dari Devan. Sekali lagi, putranya itu memberik

ia adalah istriku. Kami b

lemas. Wanita paruh baya itu

nte

Nyonya Hartati. Terlihat jelas raut keterkejutan yang nyata diw

atir. Nyonya Hartati tak menjawab. Wanita itu memba

lepas dari putranya dan juga w

i? Beraninya ... beraninya kamu menika

am yang tertahan. Devan yang melihat sorot mata penuh

..

k bersuara. Wanita paruh baya itu mengangkat tangan

wa sama k

yang berada disampingnya pun kecewa. Sama seperti Nyonya Hartati. Namun

ta pilihan Devan. Dan, Sania adalah wanita yang Devan pilih. Devan sangat mencin

Tapi juga mengejutkan Sania. Wanita itu bahkan sampai menole

a kali, guna mencerna kalimat

ilang apa tadi? Dia mencintaiku? Ya Tuhan! Bukankah

ima wanita ini sebagai bagian dari keluarga kita. Sementara Ibu tidak mengenalny

an dan saling mengenal. Toh, sekarang Sania sudah menjadi istri Devan.

itu. Apalagi ketika mendengar ucapan Devan barusan. Semakin

. jika kamu ingin mengajak

perasaan cemas dan khawatir. Terlihat jelas j

gajak wanita yang dikenalkannya sebagai 'istri' itu

pertinya tetap sia-sia. Karena apa ya

keluarga ini. Sebagai menantu dari keluarga Adiwiya Tama. Tentu saja, Sania a

u keluarga kita, Devan! Ibu tidak sudi!" serga

hirnya terpancing juga emosinya. Tapi, meskipun begi

Devan. Devan harap, Ibu bisa menerimanya. Meskipun dengan terpaksa." Tek

yonya Hartati den

elah. Aku ingin istirahat." Devan segera menyela. Guna

at ke kamar kita," ajak

kamar. Namun, baru saja keduanya melangkahkan kaki selangkah.

kan mu, Devan! Karena bagi Ibu, wanita itu tidak pantas menjadi bagian dari keluarga

a yang saat itu mendengar ucapan dengan nada kebencian dari mertuanya. Hanya

rnah dia dihina seperti ini sebelumnya. Baru kali ini, Sania dihina. Bahk

isini, atas kemauan dari Tuan Devan. Suamimu. Itu berarti. Kamu cukup mendengarkannya. Jangan denga

a hanya sedang emosi." Devan berbisik p

rahan Nyonya Hartati. Devan dan Sa

pergian keduanya dengan tatapan taja

salahkan Ibu, Devan. Ibu juga akan melakukan sesuatu semau Ibu. Tidak akan pernah Ibu membiarkan wanita mi

rakan dengan baik-baik. Jika Tante seperti ini, Devan tidak akan pernah

hela nafasnya. Guna mengontrol perasaannya yang dil

melihat wajah Nyonya Hartati yang kem

Kamu pasti kecewa dengan semua ini." Ny

angkan diri Tante. Jangan berpikir terlalu berat. Ingat kesehatan Tant

epada Tante. Tapi apa yang Devan lakukan. Dia malah menikah dengan wanita lain. Ya

~

mbung

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Menikah dengan Tuan Muda Aneh
Menikah dengan Tuan Muda Aneh
“"Aku tidak menerima penolakan. Suka atau tidak, malam ini kau harus melayaniku," ucap Devan dengan tegas. Tanpa membalikkan tubuhnya. "A-aku tidak bisa. Tolong jangan memintaku melakukannya," Sania bicara dengan suara terbata. "Kau lupa jika sudah menandatangani perjanjian itu?" tanya Devan. "A-aku ...." Sania tidak dapat melanjutkan kalimatnya. Gadis itu sibuk memilin ujung gaun pengantinnya. Sania merasa gugup. ------------------***---------------- Pertemuan Devandra Adiwiyatama dengan Sania Pertiwi, membuat keduanya terlibat dalam sebuah perjanjian pernikahan. Namun, siapa sangka. Ternyata pernikahan mereka tidak mendapatkan restu dari Nyonya Hartati-- ibu Devan. Sementara Devan menikah dengan Sania demi memenuhi wasiat ayahnya dan juga demi kepentingannya. Lalu bagaimanakah kisah Devan dan Sania selanjutnya? Apakah tidak akan ada cinta yang hadir dalam pernikahan mereka? Sementara Devan menuntut Sania untuk memberinya keturunan. Apakah mereka akan terus bersama setelah Sania melahirkan anak? Atau Devan akan membiarkan Sania bebas sesuai dengan janjinya?”