icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dan ternyata cinta

Bab 3 Menunggu Andrian

Jumlah Kata:1099    |    Dirilis Pada: 21/01/2024

adat.Disaat sela segala aktivitasnya Vita terkadang ingat kata - kata sang ibu, jika beliau sudah menginkan tam

kan panggilan vidio call.Dua pemuda pemudi itu saling bertukar cerita tentang perjalanan hidupnya,hati Vita setiap menerima chat atau panggilan te

at kosong di penerbangan Vita me

..! notifikas

eragam kerjanya.senyum di sudut bibir Vita mere

rsi pesawat paling belakang,Saat keadaa

apa k

u ap

i Andrian di

membalas pesan singkat dari Andrian yang membu

ganti jadwal te

gi sibuk

ngetikan kata - kata lalu

ihan ter

akut ket

t bidadari kayangan]belakang kal

embaca pesan itu, lal

ilot tempur l

leh takut ketinggian gimana k

malah ciut karena di kalimat Andrian yang pertama meli

a,lagi seny

, whatsapku ini

ta.

getik kata

amu, pas offday nan

.senyumnya semakin merekah rasanya ia ingi

tem

ngapa

ta - kata lagi dan di

bole

gin sesuatu

al juga sama

kalau kam

ta berdetak, tak percaya m

balas apa pesan Andrian.Lalu ia memco

udnya

emu ibuk

rian mengetik

lebih serius dar

lau aku

lagi hanya memba

ngkin cowok setampan dia suka sama aku

ra nih," gelak Asanti yang bediri di belakang kursi tempat V

ot hiiiiih, "ujar Vita seraya mema

mau di lamar kamu Vit.malah cepet j

mmmm....do'a in a

ti mengacungkan

knya dia baik deh Vit.sssstttt ngak ka

u yang lain dengar," bisik Vita jari telunj

sih dia ganteng juga tapi agak pl

n pilot tempur itu buat aku klepek - klep

nya sahabatku ini, jatuh c

hift lagi sama kita?" alih

tif akhir - akhir ini.Kayaknya

au keluar dari kerjaan bergensi

at dua pundak dan kedua tanga

~

nya ke Andrian hatinya sedikit lega, karena beban rasa di benaknya yang

tu sang ibu membereskan rumah.setelah pekerjaan rutinitas ruma

suk ke gawainya ia memeriksa den

suara notifika

i,"desis Vit

capan sederhana pe

parkan begitu saja.hingga mengenai kepala mbak Susi kakak ipar Vita yang tengah berdiri pada

gak?"suara mbak Sus

mbak Susi hehe

eng kenapa sih?liat Arsen ngak?"

.ngrengek pengen ikut mbah utinya t

ekalian bantu ibu jualan," kata Su

n chating denga

ggang boleh nggak kalau nant

eh n

pada intinya, tak perlu menunggu

eh a

rumah temen ngg

seraya

nti malam

i nggak on

embala

ff day kok, main

ungkas Andrian di

~

barat, warna raja dunia itu telah berubah menjadi jin

ak dari tadi tidak ada notifikasi dari Andrian.Kar

sih," lirihnya s

ku chat duluan nggak ah malu," ujarnya lagi se

ilfil gini sih.Ih

rena sekarang sudah tepat pukul 7.00 waktu masuk isya.Vitapun melaksanakan kewajiban

ulu nduk," perintah

r" sahutnya da

ngguin orang h

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dan ternyata cinta
Dan ternyata cinta
“Cinta datang seketika, pertemuan mereka diawali saat berada di burung besi tempat Vita bekerja, yang membawa terbang Andrian menuju pulau Jawa untuk melaksanakan tugas militernya. Pertama melihat wajah cantik Vita, Andria langsung terpanah asmara jatuh cinta pada pandangan pertama, cinta kedua sejoli itu berjalan indah hingga sampai ke pelaminan. Tetapi takdir berkata lain Vita mengajukan surat cerai untuk Andrian, apakah Andrian akan menandatangani surat cerai tersebut?....”
1 Bab 1 Pertemuan2 Bab 2 Pertemuan ke dua3 Bab 3 Menunggu Andrian4 Bab 4 First kiss5 Bab 5 Senja Indah6 Bab 6 Ngrumpi7 Bab 7 Vc an sama dia8 Bab 8 Andrian serius Vita! 9 Bab 9 Kedatangan ortu10 Bab 10 Calon mertua datang ke rumah11 Bab 11 Fatal lagi! 12 Bab 12 Vita pingsan13 Bab 13 Dia darah daging kami14 Bab 14 Di keluarkan dari perusahaan. 15 Bab 15 Kedatangan kak Erlina16 Bab 16 Tradisi pernikahan pedangpora17 Bab 17 Kado pernikahan18 Bab 18 Buket bunga19 Bab 19 Sub rasa air laut20 Bab 20 Ngak tega21 Bab 21 Di manja22 Bab 22 Gagal deh23 Bab 23 Acara 7 bulanan24 Bab 24 Siapa gadis itu25 Bab 25 Sebuah rencana26 Bab 26 Lost moveon27 Bab 27 Rencana bisnis28 Bab 28 Andrian pergi29 Bab 29 Lahiran30 Bab 30 Mengurus baby Zoe31 Bab 31 Mengurus Zoe 232 Bab 32 Tujuh bulan berlalu tanpa Andrian33 Bab 33 Pesawatnya jatuh34 Bab 34 Di usir dari rumah35 Bab 35 Andrian pulang36 Bab 36 Rindu menggebu37 Bab 37 Desahan Vita dan Andrian38 Bab 38 Entahlah39 Bab 39 Di paksa pulang40 Bab 40 Tatapan Anggara41 Bab 41 Tatapan Anggara42 Bab 42 Aku belum mas! 21+43 Bab 43 Ucapan Astuti44 Bab 44 Cuma aku katanya45 Bab 45 Kedatangan Asanti & Reza46 Bab 46 Empat tahun kemudian47 Bab 47 Mbak Susi hamil anak ke 248 Bab 48 Aku menyaksikannya! 49 Bab 49 Menggugat cerai50 Bab 50 Tindakan Hartana51 Bab 51 Berpisah52 Bab 52 Jatuh sakit