icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

DIBUANG MANTAN, DIKEJAR CEO SULTAN

Bab 7 Tamu Agung

Jumlah Kata:709    |    Dirilis Pada: 20/01/2024

ngan sedikit rasa khawatir menyergap. Ia menggigiti bibir bawahnya dan ber

rkata lagi. Ia berdiri dari po

h pada Mai, menggandeng tangan kecil gadis itu la

ahunya. Ia pun berbalik kembali ke tujuan

erjalan, tampak ia menepu

na membalikkan tubuh. Matanya memindai menco

benar-benar hilang d

bekerja sebagai anak magang di PT. Niskala Construction hampir lima belas

at Aruna menyapu k

t menghela napas lalu melintas bayangan permasalahan yang

untuk berkencan dengan Anton, lalu hutang pada sahabat ka

harap tekanan di area itu mampu mengurangi berat di dalam tempurung kepalanya. Ia

CEO Dananjaya Group

a itu terdengar cukup mengej

aian rapi berjalan menuju wastafel di sebelahnya lalu mengelua

ersonalia. Departemen Produksi --tempat Aruna bekerja-- dan Departemen Person

riu

uman ke ruang pak General Manager kemaren

ita. Gue bisa punya kesempatan lihat beliau secara lan

pernah l

aja belum pernah," sungut si bla

ncul di media," jawab si blazer krem sambil memul

berdua kagak ngikutin berita, kali. Secara dia o

pernah liat berita," gurau si blazer krem yang

es room itu, meninggalkan Aruna yang masih berdiri di depan wastafel. Meskipun ia

terpenting. Agar kelak ia bisa membawa sang ayah keluar dari rumah yang dikuasai ib

5 siang

k. Aruna mengeluarkan kotak bekal makan siangnya dari tas. Untuk menghemat

h menjadi dingin, tida

k bekalnya, Pak Dharma, manager produksi memangg

n setelah menghampiri dan

ke sebuah kertas kecil yang menempel di botol berukuran 220 ml di tangannya. "Teh ini kesukaan pak

belas men

antarkan ke rua

ur?" Aruna membeo

erintah pak Dharma mengab

er sambil mengeluarkan saputangan dari s

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
DIBUANG MANTAN, DIKEJAR CEO SULTAN
DIBUANG MANTAN, DIKEJAR CEO SULTAN
“Tidak pernah ada dalam bayangan Aruna bahwa ia terpaksa menjadi pengasuh Maira, anak dari CEO di perusahaan tempatnya bekerja. Tapi ia harus melakukannya jika ingin segera keluar dari rumah yang kini dikuasai ibu tirinya dan membawa serta sang ayah yang lumpuh bersamanya. Tidak pernah ia sangka pula ternyata segala sesuatu setelah bekerja di kediaman CEO itu akan menuntunnya pada suatu hal yang membuatnya berada dalam pilihan berat. Membenci atau menerima. Ketika memilih menjauh dari Maira dan Sang CEO, mampukah Aruna bertahan dengan rasa rindu yang tumbuh subur tanpa bisa ia cegah? Mampukah ketulusan Maira --anak angkat CEO-- dan cinta serta kejujuran Brahmana --Sang CEO-- meluluhkan hati Aruna? "Memaafkanmu sama seperti mengabaikan ayahku. Harus kah ku relakan cinta ini?" -Aruna- "Lari kemana pun kau, akan kutemukan dan kubuat kau tak berdaya dalam kungkungan cintaku." -Brahmana-”