icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pengasuh Cantik CEO Duda

Bab 4 Tante, Jangan

Jumlah Kata:637    |    Dirilis Pada: 14/01/2024

u," jawab si gadis kecil yang

mpai wanita kasar itu mengangkat tangan yang sepertinya hendak memuk

jawabku? Dasar anak

tha memekik dan menangkap lengan wanit

campur! Anak ini harus di

a tajam. Sementara si gadis kecil tadi bersembunyi di balik tubuhnya. Agatha pun beralih me

menasehatinya dengan cara yang lebih halus?" Agatha sudah melepas ceka

gkus sebal. "Baju yang aku pake ini sangat mahal! Aku baru memaka

adi hanya karena itu Anda sampai membentak anak ini bahkan mau

mberi anak itu pelajaran!" Lagi-lagi wanita

baju Anda itu masih bisa dibersihkan dengan air." Agatha menden

dan tidak mengulangi lagi kesalahannya

gan spesies wanita yang seperti ini. "Kalau begitu pukul saya

k berpikir sebentar, sebelum akhirnya terse

angan. Ak

nya sedang menatap penuh khawatir, Agatha mendadak terharu. Tetapi ia tida

git semut," ujar Agatha dengan nada lembut. Saat gadis kecil itu

jer kantornya terkesiap melihat Anna sedang bersama seorang gadis. Padahal selama

seseorang yang menggandeng Anna ternyata perempuan yang ia bawa dari bar tadi mal

apa

ka terhenti saat tiba-tiba terdengar suara berat. Secara reflek Agatha

rsadar dan meraih tangan si wanita tadi. "Cepa

ia menahan lengan Agatha. "Tu

di hadapannya kini teramat menawan. Merasa auranya tidak bi

? Mau ikut

nita di hadapannya dengan dingin. "B

ut menunjuk Anna sambil merenggut kes

mpuan di sebelahnya itu meminta saya untuk memukulnya sebagai ganti. Kamu mau ikutan membela juga?" jelas wa

Anda?" tanya Jayd

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pengasuh Cantik CEO Duda
Pengasuh Cantik CEO Duda
“Agatha yang merasa lelah dengan cobaan hidup, memutuskan pergi ke bar untuk pertama kalinya. Namun sial, ia malah diberi bir gratis oleh bartender tampan yang membuat kesadarannya hilang. Tanpa Agatha ketahui, ternyata seorang CEO duda kaya yang memperhatikannya sejak awal ... diam-diam menyelamatkannya.”