icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pengasuh Cantik CEO Duda

Bab 3 Bukan Kamarku!

Jumlah Kata:731    |    Dirilis Pada: 14/01/2024

sti aku sa

a melihat jam di pergelangan tangannya, lalu membalikkan badan untuk segera keluar dari

h ... jangan

mengigau. Terlihat keringat keluar dari pelipis, alis yang menaut serta dahi yang mengerut, bi

ya lirih, mendudukkan dirinya ke tep

t. Jayden reflek tersentak. Dengan mata terpejam, gadis itu berucap untuk tidak meninggalkannya pergi. Beru

uat. "Tidak. Aku harus pergi dar

tidak peduli. Ini keputusan yang baik dari pada ia berakhir melakukan hal gila di luar akal sehatnya. Jayden

is Jayden yang sekarang sudah ber

asuk. Meski dengan kepala yang terasa pusing, Agatha meraih ponselnya yang berada di saku celana

masuk pagi, loh! Awas saja kalau kamu sampai t

a' itu dengan tatapan lelah. Sang sahabat satu-satunya yang ia punya selama di kampus, teramat

i sini. Seingat Agatha, di sebelah ranjangnya tidak ada nakas, melainkan meja belajar. Dan juga

ar, lalu menatap ke sekeliling yang terlihat

!" pekik Agatha yang kem

aku ada

Ruangan yang luas. Terdapat dapur, kamar mandi, meja makan, hingga ruang TV. Ini jelas bukan kos-ko

umam Agatha bingung. Ia mendudukkan

pusing, kemudian dua orang datang entah untuk apa. Dan Agatha tidak tahu apa yang terjadi setelahnya. Kalau benar ia telah dijebak

masalah, siapa yang

isa menyewa tempat ini hanya untuk

-lama di sana. Agatha tidak mau ambil pusing, yang terpenting tubuhnya masih selamat dan tersegel, ia memutuskan untuk melu

melihat pintu yang bernomor. Lantai yang ia pijak sangat kinclong. Tetapi Agatha tidak mau terpesona lama-lama, i

ka dilerai oleh seseorang atau satpam. Agatha juga ber

lakukan pada bajuku?" bentak seo

an kepala sambil memegang stik es k

ni!" Wanita mengenakan dress pendek se

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pengasuh Cantik CEO Duda
Pengasuh Cantik CEO Duda
“Agatha yang merasa lelah dengan cobaan hidup, memutuskan pergi ke bar untuk pertama kalinya. Namun sial, ia malah diberi bir gratis oleh bartender tampan yang membuat kesadarannya hilang. Tanpa Agatha ketahui, ternyata seorang CEO duda kaya yang memperhatikannya sejak awal ... diam-diam menyelamatkannya.”