icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Kenapa Kalian Membuang Ibu?

Kenapa Kalian Membuang Ibu?

Penulis: Mikhayla_N
icon

Bab 1 Lelah

Jumlah Kata:722    |    Dirilis Pada: 10/01/2024

o begini terus ...." keluh Eliza di sambungan telepo

bakti pada sang ibu, tapi ia tidak sanggup lagi menjalaninya. Tubuhnya benar-benar r

sekarang. Sejak menikah dengan anak tunggal bos tempatnya menjadi karyawan dulu, hidupnya nyaris berubah seratus delapan puluh derajat. Ia awalnya hanya di

njang dari Edo. Beberapa saat menungg

panggil E

mana bisa Mas ngur

elalu sibuk. Akan tetapi, bukankah ia mempunyai istri? Rasanya wajar saja, seorang menantu perempuan mengurus mertuanya yang sudah tua dan sakit-sakitan. Kalaupun sang istri tidak

, tapi aku punya dua balita yang supee aktif. Aku benar-benar kewalahan mengurus ibu, M

naknya udah pada besar. Pasti gak masalah baginya untuk ngurus ibu." Hening bebera

ah nyaris lumpuh, hari ini menguras emosi Eliza. Sejak pagi, ia bolak-balik minta diantar ke kamar mandi. Alasannya sakit

alu akan mogok makan. Apapun yang disediakan Eliza di meja kecil samping ranjan

ita super aktif, seluruh tenaga Eliza benar-benar terkuras. Rasanya ia sudah tidak memiliki kemampuan lagi. Sementara, ji

adaan ini tidak

-

bu, ya kamu lah yang ngurus ibu," ujar Ev

maksud Mbak

nya untuk tetap tinggal bersama. Saat ini, Minah masih sehat. Ia kuat, dan bahkan masih aktif berjualan sarapan pagi

tega meninggalkan ibunya tinggal s

ima harta satu-satunya yang dianggap warisan oleh Eva. Rumah tua milik orang tuanya itu, su

egitul

i menatap dua saudara yang ada di hadapannya. Keduanya sama saja. Hanya

-

ntikan tugas Eliza. Semua beban yang berat itu, hanya terbeban di pundak Eliza seorang. Bahkan, ketika anak keduanya lahir, tidak sedikitpun mengub

bu. Membeli diapers, susu, hingga vitamin dan obat-obatan. Itupun t

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kenapa Kalian Membuang Ibu?
Kenapa Kalian Membuang Ibu?
“Selama tinggal Eliza, anak bungsunya, Minah merasa hidupnya baik-baik saja. Eliza dan suaminya, Agung, menjaga Minah dengan baik. Meski dua anaknya yang lain, mengacuhkannya, Minah masih terawat hidup dalam penjagaan Eliza. Hingga tiba masanya Eliza harus pergi jauh mengikuti sang suami. Mau tidak mau, Minah harus tinggal bersama anak laki-lakinya, Edo. Ketika bersama Edo-lah, yang namanya penderitaan itu mulai dirasakan Minah. Sikap sang menantu, menjadi awal dari segalanya. Hingga hidup Minah berakhir di sebuah Panti Jompo. Dan, di sana jugalah Minah akhirnya mengembuskan napas terakhir, tanpa dampingan satu pun anak yang sangat ia cintai.”
1 Bab 1 Lelah2 Bab 2 Kedua Orang Itu Sama Saja3 Bab 3 Munafik 4 Bab 4 Kalau Saja ....5 Bab 5 Kerinduan 6 Bab 6 Kata Maaf7 Bab 7 Kerinduan Seorang Ibu8 Bab 8 Penolakan Lagi9 Bab 9 Kabar Buruk 10 Bab 10 Jalan Keluar11 Bab 11 Pertemuan 12 Bab 12 Tiga Minggu Yang Lalu13 Bab 13 Pilihan Yang Sulit 14 Bab 14 Lautan Jadi Pemisah15 Bab 15 Kamar Belakang 16 Bab 16 No Diapers No Vitamins17 Bab 17 Ibu Adalah Beban18 Bab 18 Tragedi di Meja Makan19 Bab 19 Sulit Sekali Melepas Rindu20 Bab 20 Buntalan Kain21 Bab 21 Bau Pesing Yang Menyengat22 Bab 22 Ibu Harus Pergi23 Bab 23 Kemana Aku Akan Kalian Bawa 24 Bab 24 Penolakan Lagi25 Bab 25 Isi Hati Luna26 Bab 26 Reni Pergi 27 Bab 27 Batin Reni Menjerit 28 Bab 28 Sepeninggal Reni29 Bab 29 Luna Sakit 30 Bab 30 Panti Jompo31 Bab 31 Ibu Adalah Beban32 Bab 32 Ratapan Hati Minah33 Bab 33 Berakhir di Sini34 Bab 34 Berdamai dengan Keadaan35 Bab 35 Rindu Itu Menyiksa36 Bab 36 Sakit Karena Rindu37 Bab 37 Aku Ingin Pulang38 Bab 38 Bebanmu Bebanku Juga39 Bab 39 Memendam Rindu 40 Bab 40 Kabar Gembira41 Bab 41 Pulang 42 Bab 42 Semoga Tidak Terla43 Bab 43 Minah Kritis44 Bab 44 Kedatangan Eliza45 Bab 45 Anak Durhaka46 Bab 46 Kenyataan Memilukan47 Bab 47 Apa Waktu Itu Akan Tiba 48 Bab 48 Rindu Tak Terucap 49 Bab 49 Semua Gara-gara Kamu50 Bab 50 Sesal Kemudian Tidak Berguna51 Bab 51 Jalan Terbaik52 Bab 52 Kampung Halaman53 Bab 53 Peristirahatan Terakhir 54 Bab 54 Menyesal Tidak Berguna 55 Bab 55 Telah Hilang56 Bab 56 Sepenggal Kata Maaf