icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Aku (Bukan) Anak Mafia

Bab 5 Tom And Jerry

Jumlah Kata:1650    |    Dirilis Pada: 29/12/2023

unjukan masuk shalat maghrib, teman-teman Farrel pamit untuk

kolah, nanti nggak ada yang gue ajak

a berantem sama ratu barbar," Sahut Ras

Geram Rehan, sedangkan Clara

sekarang ada dr

pa?" Tan

nya Rehan dan Clara." sahut Rasya,

jadi bloon," Rasya mendrama, pura-pura mengelus kep

nya tertawa juga

ata kalian teman-teman

nggak ada yang mau ngajarin m

k banget sama Bu Mila, ish mana di kasih wa

anggung jawab, kasih les private gratis selama waktu yang tidak di tentukan

h lu," ke

an Rehan?" T

tadi bawaanya mau marah-ma

pelit!" sahut Tomy,,

t," Rehan seakan tak

ut Tony, mata Rehan melotot

a maksudnya,

ha...!" Peca

mong, karena memang ia yang pendiam, sebenarnya sama juga denga

, asal kita pahami soalnya dulu,

yang pintar"

kepala gue jadi pusing," jawab Elang, "Makanya gue mil

mpret!!" Sahut Tomy. Entah kapan mereka akan s

ales pulang sama si

nbow" Tan

Bowdoh." j

rtawa, mendengar apa y

panggilan kesayangan

erbang?" Clara melotot, bukan

ng juga bawa mobil mini, mana cuma muat empat orang doang," Izmir merasa kesal, seb

reng Rehan.

e pulangnya nan

?" tany

nan sama Farrel."

g lain, tapi jangan salahkan gue, kalau

gue?" Tanya Clara, semuanya pada diam, "

Papi lu marah ke gu

jawab Clar

, ia sebenarnya walau kesal denga

Dan mereka pun berpamitan, tersisa Rehan dan juga Clara di sana. Clara akhirnya memilih tetap tinggal, seb

ehan berdenting, menandaka

empat' tulisan pesan

keluar untuk m

i rumah sakit, sebelumnya mereka melaksanakan sha

at Farrel yang terbaring lemah di atas brankar ka

idak bisa memaafkan diri ibu jika terjadi apa-ap

ata maaf yang kelua

da Tante Indira, mungkin Ibu tidak t

iri sekaligus adik dari Ibu kandungnya

diri anak nomor dua, anak pertama laki-laki. Tinggal di luar kota. Anak kedua Ibu kandung Farrel, anak ketiga Ibu tirinya, anak

*

a minta di antar ke clubing, sedangkan Rehan tidak setuju, sebab merasa bertanggung jawab

yang selalu menghabiskan malam di clubing setiap merasa suntuk. Sambil berjoget dan mabuk-mabuka

rus-terusan begitu?" Ta

Rehan tak bergeming, 'kenap

rumah orang tua Clara, sekaligus s

walnya ingin langsung pulang ke rumahnya, namun berpapasan

ak Rehan," pi

makasih." Jawab Re

dah ada janji sama pacar

au langsung pulang," Reha

ulu." ajak Papa Clara, beliau

kebagian!" Sahut Clara, kedua orang tuanya hanya ge

ikut makan malam. Entah sejak kapan mereka

e empatnya duduk di sana. Muka Clara di tekuk, me

calon suamimu itu

bicara suka asa

pontan Rehan menyodorkan segelas air putih kepadanya. Melihat tingkah keduanya, orang tua Clara merasa bahagi

berkumpul di ruang tamu, setiap Rehan akan

alpukat memang kesukaan Rehan "Mami yang membuat," Lanjut Clara, mendenga

nak?" tanya

iba-tiba Mama Clara sudah berada di sam

tertawa, namun ia tahan. Jus alpukat yang di minum Rehan sudah di tambahi micin, Bayangin saja bag

n." Suruh Mama Clara, beliau

esap minumannya lagi, namun tidak menghabiskannya.

lara, seakan memberi ancaman terhada

ntu, Clara langsung tertawa terbaha

icin, huahahahhahaha!!" Tawa Clara, sa

pikir dengan kelakuan anaknya terebut. Mamanya jadi merasa ber

nya langsung m

sanya kamu ini!" Spontan

itu Mami." ucap C

maaf sana!" b

k bentak Clar

anya seperti apa?" t

a Papanya, yang baru masuk, setelah

pukat buatan Mami di campur micin,"

anya Papanya,

asa tidak enak dengan apa yang di lakukan putr

i Clara yang

amu salah!"

hentakan kakinya, menuju kamarnya. Mamanya ingin kembali marah

ia menghentikan laju kendaraanya, ia langsung turun

, ia berjalan menuju mobilnya dengan gemetar. Mukanya memucat, ia merasa tidak sa

gue. Jemput gue

na?" Tanya Rasya,

gue di racun," katanya, perutnya terasa mual lagi "Hooek,

" Rasya merasa khawatir

sebut merosot dari genggamannya. "Tunggu pembalasan gue

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Aku (Bukan) Anak Mafia
Aku (Bukan) Anak Mafia
“Rehan Putra Narendra (17th) Ia duduk di bangku SMA kelas 11, ia anak yang cuek dan pendiam. Namun sebuah kejadian membuat dirinya menjadi remaja yang mudah marah dan emosional. Ia yang pendiam, dipaksa mengikuti jejak ayahnya sebagai seorang ketua klan. Di usianya yang masih remaja, ia dipaksa menikah dengan teman sekelasnya, sialnya adalah musuh bebuyutannya.”