icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pembalasan Pada Keluarga Mantan Calon Suamiku

Bab 5 Part 5

Jumlah Kata:1334    |    Dirilis Pada: 29/12/2023

pauk di meja makan. Sebentar lag

a pada sang ibu yang sedang m

u gandeng Mbah

ya ia memapah Abidin yang tampak kesulitan berjalan. Usianya yang sudah terlampau tua, ditambah lagi k

ke mana aja kamu?" tanya Re

pat Meta sekarang kerja. Katanya l

anggilan in

u juga dua har

karang jadi kerja sama Bi Ina,"

u?" Azzalyn menghe

pasar. Padahal kamu masih mu

apa lebih baik kerja jadi penyanyi di

!" Renita yang awalny

rjaan. Lagian kan cuma sementara. Jualan sayur di pasar juga nggak masala

kamu nggak

di pasar itu penghasilannya lebih

jualan sayur. Jadi, apa kamu berminat alih profesi? Jualan sayur aja?" Reni

memuji orang jualan sayur, trus di suruh jadi tukang sayur

*

telinganya pada mulut sang kakek. Karena Abidin tak lagi bisa bicara dengan jelas, membuat Azza

. Atang ... Ini..."suara Abid

ada ibunya. "Tadi siang ada ya

melipat pakaian. Dia memang suka melipat pak

lang pertanyaannya. Dia b

ng datang

a dia k

ng memint

u meminta maaf? Apa dia pantas dimaafkan

dari mana ayahnya tahu kalau tadi siang ada Krisna datang

ah dari sini Bu!

tak. "Ke-kena

urusan dengan mereka. Jangan sampai hidup kita yang selama ini damai, jadi nggak tenang karena mereka. K

erlu banyak biaya. Trus gimana dengan kerjaan k

h dulu dari mereka. Kan Ibu sendiri yang bilang, kalau Tante Riska itu orang yang menghalalkan segala c

kita tetap di sini Azzalyn. Krisna nggak

kiti dan mencampakkan Ibu seenaknya. Jangan jadi orang bodoh Bu! Nggak semudah itu seharusnya Ibu memaafkan dia. Tante Riska dan Oma Narti emang jahat, tapi lebih jahat dia. Ibu tahu kenapa? Karena Tante Riska dan Oma Narti itu orang lain, yang memang bisa saja berbu

alyn

g ke sini lagi? Apa dia minta Ibu untuk kembali sama dia? A

i menjawab, taku

u lebih memilih mengikuti perasaan Ibu daripada logika dan akal sehat, silaka

eharusnya ia semudah itu luluh. Seharusnya ia lebih memikirkan masa depan Azzalyn

akan ke rumah Paman Bandi, mau bilang berhenti kerja sekalian mengambil uang gaji Ibu yang sebagian ditabung padanya."

*

yn baru berumur 2 bulan, Renita datang memohon pekerjaan. Karena iba, Bandi memberi kesempatan pada Renita, dengan tugas mengurus ika

Azzalyn ingin cari suasana baru katanya," ujar Renita tak kalah sedih. Bagaimanapun, Bandi

ambil gaji da

ambah-tambah uang

ah ada yang

beli, beliau memang sudah la

tahu mau pin

encari informasi tentang tempat ting

ngannya. "Ini uang yang kau sisihkan selama beberapa tah

sihkan uang gajinya setiap bulan, sejak Azzalyn lulus SMA. Meski tiap bulan yan

riku untukmu, sebagai ucapan terima kasih karen

ini. Seharusnya aku yang berterima kasih. Jan

kuanggap anakku sendiri. Ini kuberikan untuk dia menikah nant

menyerahkan uang dan menggenggamkannya di tangan Renita. Terasa ta

rangkat, singgahlah dulu ke sini." Suara Bandi bergetar. Reni

terakhirku kerja," kata Renita di sela

esampainya di sana ia melihat Karyo, karyawan

ku izin sebentar ya Mbak,

tikan pekerjaan Karyo. Karyo melesat

upanya sedari tadi sudah memperhatikannya. Seorang wanita berpenampilan layakny

Reni

ska

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pembalasan Pada Keluarga Mantan Calon Suamiku
Pembalasan Pada Keluarga Mantan Calon Suamiku
“"Aku akan membalas perbuatan mereka yang telah membuat aku dan ibuku menderita. Mulai sekarang aku tak akan tinggal diam. Aku sudah cukup bersabar selama ini, tapi sekarang tak ada lagi yang aku takutkan, karena mereka sudah merenggut nyawa orang-orang yang aku sayangi," kata Azzalyn dengan mata penuh kilatan dendam. ************* Azzalyn tidak pernah menyangka kalau sang ibu memiliki masa lalu kelam, yang membawanya pada kenyataan kalau sosok ayah yang selama ini ia yakini telah meninggal ternyata masih hidup. Takdir yang membawanya kembali bertemu dengan sang ayah. Namun hidupnya mendapatkan banyak masalah yang mengharuskan Azzalyn untuk tetap bertahan dan membalas segala perbuatan jahat yang ia terima.”