icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Suamiku Ternyata Adalah Bosku

Suamiku Ternyata Adalah Bosku

icon

Bab 1 Suami yang Asing

Jumlah Kata:957    |    Dirilis Pada: 11/12/2023

rias berdiri menunggu di area tung

erlalu sejak dia turun dari pesawat. Namun, suami yang m

mengernyit. Sabrina sudah memiliki kesan buruk

an pertama mereka. Bagaimana p

g dan pergi, dia pun mengingat pernikahann

lalu setelah kakeknya m

ergegas pulang menemuinya. Saat itulah kakeknya meny

mana kakeknya telah mengadopsinya dari panti asuhan dan membesarkanny

yang dipilihkan kakeknya untuknya, se

kahan mereka. Ada orang lain yang turun ta

a sendiri. Yang dia ketahui hanyalah naman

at baginya untuk berkompromi. Orang yang menjadi suaminya ti

yang keseratus kalinya. Sepulu

kan ponselnya untuk menghubunginya kakeknya, suara melengki

berhenti di depannya. Jendela di b

a melihat wajah yang dikenalnya, di

aling tidak diharapkannya untuk ditemu

presinya berubah cemberut. "Kembalinya kamu ke sini sangatlah penting. Kita berdua sudah lama tidak bertemu. Sebagai sepup

biasa dengan akti

e atas dan mengatupkan gig

aktirmu makan siang." Setelah meraih kopernya dengan satu tangan, O

sa ikut denganmu." Sa

saat kemudian dia memahami jawabannya. "Apa itu kare

tah kata pun, tetapi ekspresi

mu bahwa dia tidak pernah menghubungimu sejak kalian berdua menika

emukan kata-kata yang t

ku. Bagaimana kamu bisa memercayai pria yang telah mengabaikan keber

membalas dengan nada membela diri, "Tapi K

i janjinya karena pria itu t

. "Bahkan jika kamu masih ingin menunggunya, kamu tidak perlu be

sok tubuh tinggi muncul di tengah kerumu

elepon. "Aku sudah sampai di banda

ngat, Rina mengenakan gaun merah hari ini. Rambutnya

erhenti khawatir?" Mata Mario mengarah pada dua orang

gan deskripsi yang diberikan nene

suk ke mobil seorang pria sementara

ingin. "Aku harus pergi dulu, Nek. N

saat yang sama, kilatan dingin

ponselnya, berb

pada kemudi semakin erat saat dia memperhat

aat dia meminumnya, pria itu merapikan rambutnya dengan penuh kasih sayang.

emuncak dal

menertawakan di

ejutkan? Seharusnya dia sudah

setelah pernikahan mereka. Mereka belum pernah bertemu atau mengenal satu sama l

bibirnya. Dia mengeluarkan pons

kirim, dia menyalakan mobi

-

an bisnis berwarna terang yang sederha

ahaan terkemuka di Sema. Para karyaw

an itu. Dengan resumenya yang luar biasa, dia mendapatkan pekerj

Legina Juniarta, menganta

ria yang akan menjadi bosnya a

linya saat menandatangani buku nikahnya. Hanya orang-orang t

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Suamiku Ternyata Adalah Bosku
Suamiku Ternyata Adalah Bosku
“Untuk memenuhi keinginan terakhir kakeknya, Sabrina mengadakan pernikahan tergesa-gesa dengan pria yang belum pernah dia temui sebelumnya. Namun, bahkan setelah menjadi suami dan istri di atas kertas, mereka masing-masing menjalani kehidupan yang terpisah, dan tidak pernah bertemu. Setahun kemudian, Sabrina kembali ke Kota Sema, berharap akhirnya bertemu dengan suaminya yang misterius. Yang mengejutkannya, pria itu mengiriminya pesan teks, tiba-tiba meminta cerai tanpa pernah bertemu dengannya secara langsung. Sambil menggertakkan giginya, Sabrina menjawab, "Baiklah. Ayo bercerai!" Setelah itu, Sabrina membuat langkah berani dan bergabung dengan Grup Seja, di mana dia menjadi staf humas yang bekerja langsung untuk CEO perusahaan, Mario. CEO tampan dan penuh teka-teki itu sudah terikat dalam pernikahan, dan dikenal tak tergoyahkan setia pada istrinya. Tanpa sepengetahuan Sabrina, suaminya yang misterius sebenarnya adalah bosnya, dalam identitas alternatifnya! Bertekad untuk fokus pada karirnya, Sabrina sengaja menjaga jarak dari sang CEO, meskipun dia tidak bisa tidak memperhatikan upayanya yang disengaja untuk dekat dengannya. Seiring berjalannya waktu, suaminya yang sulit dipahami berubah pikiran. Pria itu tiba-tiba menolak untuk melanjutkan perceraian. Kapan identitas alternatifnya akan terungkap? Di tengah perpaduan antara penipuan dan cinta yang mendalam, takdir apa yang menanti mereka?”