icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gairah Baby Maker

Bab 2 Part 2

Jumlah Kata:1539    |    Dirilis Pada: 23/11/2023

g aduhai betul. Tingginya sekitar sebahuku dengan rambut pendek seleher memamerkan keindahan kulitnya yang putih mulus. Tu

h menjadi bayangan dirinya yang sedang telanjang bulat sedang mendesah-desah menerima genjota

erkeluarga dan punya anak, ini adalah masa-masa tobatku. Tobat dari segala macam kubangan seperti ini. Masa aku

u. Bayangan ia yang sedang berbaring dengan pasrah, kaki

ia dalam keadaan menstruasi sehingga aku uring-uringan di malam pertama gak bisa nyoblos. Sekalinya sudah bisa eh, dianya l

da masalah sebenarnya. Lalu mulai ada masalah ketika Agus mendapat promosi di pekerjaannya dan mulai mengalami kenaikan be

eluargaku? Aku sudah cukup nyaman dengan keadaanku sekarang ini. Keluarga yang bahagia dan aman serta tentram. Masa aku harus mempertaruhkannya karena satu perempuan itu saja? Lagipula aku tidak merasa

ti rumahnya. Tapi perempuan ini gigih amat sampe bela-belain nyari aku dan Salwa yang sedang berjalan-jalan di gang sebelah

casing-nya yang bagus begini malah menggoyahkan iminku. Apalagi imanku memang cukup lemah. Wajah cantik menawannya mal

gan muka memelas. Duh aku jadi membayangkan w

enal sama lakikmu... Itu kan namanya udah selingkuh.

nak loh, bang..." rengeknya. Tubuhnya sampai men

Apa nanti kata orang kalau ketauan

pintar, dukun)... Katanya dia udah diobatin orang yang gak senang dia jadi superpaisor.

in orang laki

. Ada sedikit titik air

dipakai bermain judi di malam hari. Aida duduk memangku Salwa dan aku duduk tak jauh darinya. Kalau di sini

en ke dukun nanya gitu? Bukanny

"Kami coba-coba-lah ke orang tua... Taunya betul, bang... Si Agus dibuat orang biar gak bisa punya anak... Didoainlah kami

h lama menyadarinya sekitar 6-7 bulan ini kala kami bertemu di saat gotong-royong lingkungan. Tapi aku tidak

u... apa katanya?" tan

g katanya... Buktinya gak berhasil juga..." jelasnya

asalah kan ya?" tanyaku lagi berharap dia

agi..." katanya tanpa malu. Ini aib suaminya. Masa diumbar ke lelaki lain. Setelah itu ia baru sad

gus dan Aida. Sesuatu yang mengikuti Agus juga ada di diri Aida walau lemah. Mengenai keadaan, ya guna-guna ini hanya bekerja saat mereka sedang bersenggama saja. Jadi sesering apapun mereka melakukan seks dalam pernikahan mereka, guna-guna yang menggunakan kekuatan jahat ini menghalangi mereka untuk menghasilkan keturunan. Mungkin ini yang kurang dipahami oleh dukun yang beru

Aku gak mau anak dari laki-laki laen-loh... Cuma dari abang As

" tanyaku paok-pao

n rasanya menggigit bibirnya itu. "Ish..." pekiknya kecil menghindar karena aku hampir menc

aen cubit-cubit..." rajuk

Gimana mau masuk?" kataku. Ups! Mampu

.." berseri-seri mukanya mendengar kalimatku sebel

kaget. Kenapa ia menanggapinya begitu.

.." tanpa ragu dinaikkannya sebelah kaos yang dipakainya dan menun

l

idak-tidak! Cepat-cepat aku membuang pandanganku beralih dari sebelah dada

Puting indah berwarna coklat muda dan mencuat keras. Walau hanya sekilas pandang, tetapi

gak tau papanya lagi panas dingin dikasih tontonan begini. Maen sedot aja Salwa padahal pasti gak akan ada susu yang keluar dari sana. "Geli, bang... Lidah

aku, Da..." kataku dengan suara serak dan

ari sana. Kurang, Aida juga mengeluarkan sebelah payudaranya, kaosnya sudah bergulung dibawah lehernya. Sepasang payudaranya sudah menjadi tonto

lwa menangis karena tangan dan kakinya bentol merah digigit nyamuk. "Duh Salwa... Cayank... Gigit nyamu

sambar Salwa dari dekapan Aida

gaja menyenggol kedua benda indah kenyal yang tumbuh menggantung indah di dadanya itu. Sebelum aku sempat balik kanan, ia meremas ke

kaki Salwa bentol-bentol digigit nyamuk kebanyakan maen di k

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gairah Baby Maker
Gairah Baby Maker
“Sekali-kali Aida melirik padaku dan mengangkat alis kirinya memberi kode. Dari posisi jongkoknya aku bisa melihat semua isi dalam bagian rok daster itu. Paha putih mulusnya yang padat mengangkang hingga aku bisa melihat permukaan celana dalam berwarna krem-nya yang tebal tembem abis. Bahannya cukup tipis hingga sinar matahari sore cukup menerangi pemandangan indah yang spektakuler. Ingin kubernyanyi..."Disana... tempat lahir beta..." dengan suara nge-bass dan nyeruduk nyungsep di situ kalau gak ingat-ingat. Jakunku naik-turun berulang kali karena aku meneguk ludah berkali-kali karena aku kehausan sekarang. Haus oleh yang enak-enak sekarang.”