icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hasrat Liar Polwan

Bab 3 Hasrat (3)

Jumlah Kata:1710    |    Dirilis Pada: 17/10/2023

tu menekan, kenikmatan yang diberikan Bryan di stadion ibarat menjadi candu yang membuat semua persoalan itu fly terbang lenyap, m

Wajarkah seorang gadis anggota kepolisian yang masih perawan, begitu menju

rakat yang kurang disiplin, kehilangan kendali di tangan seorang warga

penggalan pertanyaan yang terus menggumuliku sepanjang akhir

ni pelecehan. Ya buatku Bryan telah melecehkanku di stadion itu. Tapi apakah aku akan menangkapnya? Ah j

dia pasti kehilangan diriku, karena aktifitas fitnespun kuhentikan. Perasaaan dan pikiran dalam diriku berangsur

tetap menjadi tersangka yang belum men

di stadion. Sumpah Mbak, Bryan tidak ada niat ingin mempermainkan Mbak. Brya

annya malam ini. Kupandangi diriku di depan cermin kamar, masih be

ksi sekali.' Terngiang bisikan mes

endek yang menghiasi tubuhku, mancungnya hidung yang diber

isi yang memberikan laporan kondisi lalu lintas terkini. Namun aku bertugas di sebuah

angkat yang memberiku nafkah sehari-hari, lencana , papan nama dan tanda korps, masih menempel lengkap di bebe

alut BH berwarna putih. Perutku yang ramping dan seksi mulai terekspose. Teringat perlahan bagaimana Bryan memper

gi lutut aku berdiri menghadap cermin. Kuturunkan restleting rokku yang ada di samping kanan pinggul dan kujat

taku dalam hati sambil mengagumi tubuhku sendiri yang

ahkan. Pelan kudengar lantunan lagu romantis beralun dari kamar sahabatku yang tid

han ,sejenak berusaha menghilangkan permasalahn hidup. Ritmis, be

kan bahuku yang kanan naik turun sesuai melodi, berganti bahuku yang kiri. Kepal

...la....la...la

ri seirama. Kubuka membali mataku menghadap cermin, melihat diriku

aku jadi berga

, bersih dan terawat terus goyang Tantri goyang. "Oooh aku mulai merasa begitu horny m

palang besi stadion itu hadir secara nyata di atas kepalaku. Ooh tidak, ternyata bukan hanya palang besi itu yan

hanya mengenakan celana dalam dan beha putih berha

g...." Fantasiku sambil memejamk

ndiri.' Begitu panas rasaku. Begitu bergelora jiwaku, lalu kubuka kaitan beha yang

segar. Di cermin kulihat sepasang payudara montok yang pasti membuat Bryan penasaran. Deng

batinku. Gimana bila kamu melihat ini? kamu

nggi tanganku pemandangan yang kulihat di cermin begitu erotis. Wajahku yang terpantul begitu bin

, Oooooooooooooooh..." jeritku tak tertahan. Rasanya ada sesuatu yang mau mel

ai kugesek perlahan persis seperti yang diajarkan guru seksualku Bryan. Kukangkang

enambah kesan binal, aroma tubuhku yang memancarkan gairah seksual

trus diberikan secara ritmis. Dimulai perlahan beranjak semakin cepat. Semua kulakukan sambil membayangkan Bryan ha

sela-sela hymen keperawananku. Seperti wanita nakal aku berfantasi cela vagina itu ditembus oleh Bryan, pria tampan yang menerbitka

a, penuh bintang, penuh cahaya, seperti surga. Kakiku yang terkangkang lebar seperti kesetrum. Diawali dari

wah tubuhku memberikan reaksi yang tak kalah sensasional. Dalam posisi pangkat terangkat. Vaginaku seperti mengempot, tertutup rapat, untuk bersiap memunt

uk mendorong hasrat apapun i

a dan mengeluarkan klimaksnya. Dalam posisi tubuh terangkat aku terbujur kaku. Aku kehilan

detik kemudian kembal

tku yang terangkat mulai bisa rebah kembali ke kasur, kaki tetap kukangkangkan lebar. Jari-jariku

Badai itu datang lagi untuk kedua kalinya

geden dengan mengangkat pantatku ting

i ekstase. Aku mabuk "Huuuuuuuuuh" Ledakan kedua ini bertahan lebih lama. Sekilas kulihat dicer

lalu. Aku kembali rebah seperti atlet

a. Aku ingin menikmati lendir yang kuhasilkan. Ingin kurasakan bagaimana rasanya. Terus kueksplore bagian

u berusaha mengambil napas lewat hid

" Kubayangkan tangan ini adalah tangannya yang asyi

k juga mengeksplore anusku yang tadi turut membuka menutup tak beraturan.

ntatku, oooh nikmatn

intu anusku. Betapa terkejutnya aku ketika asyik menusuk-nusuk lian

akan itu datang lagi kembali. Lebih da

seperti ada pengeluaran cairan besar-besaran dar

gigiku. Bahkan nikmat itupun dapat terdengar melalui gemeretak gigi yang bersyukur menerima limpahan lahar cairan nikm

ku masuk sampai ke anus. Kudorong ta

kiri yang terhisap masuk kedalam lubang anal 20 detik rasany

angsangan yang masih bergumuruh di sekitar aerola putting susuku. Kug

.." Berusaha kukembalikan

yan.....," lanturku sebelum kesadaranku h

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hasrat Liar Polwan
Hasrat Liar Polwan
“Kebutuhan biologis adalah manusiawi. Tak perduli dia berprofesi apa dalam dunianya, namun nagkah batin jelas tak mengenal tahta, kasta maupun harta.”