icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tawaran Gila Suamiku

Bab 5 Tahu Cara Menjamu Tamu

Jumlah Kata:1348    |    Dirilis Pada: 05/10/2023

gugup karena kaki istri Professor Cahyono terus menerus

an menyadari hal itu, membuat Arga rasanya

menghentikkan itu. Namun, wanita itu seolah tidak peduli. Dia hanya tersenyum dan

i menuju ke ruangan tengah dan duduk di sofa, kecu

n di sofa panjang itu, sementar

bawa sebuah nampan dan meletakkannya di atas meja, membuat ketiga orang yang mengobrol di rua

isel langsung membesar dengan tidak percaya. Wanita itu

Gisel ketika melihat bahwa ternyata

h dari 20 juta!" ujar wanita itu dengan tida

ja Gisel terbiasa dengan meminum wine dan t

kan melihat wine sema

egera duduk diantara istrinya dan Gisel setela

l yang dipegang oleh Gisel d

n tamu penting yang datang mengunjungi kami," uj

untuk menuangkan winenya di gelasmu?"

ra mengambil gelas yang m

jawab wanita i

botolnya lagi. Sementara Gisel, dia sedikit menggoyang-goyangkan gelasnya, mencium a

nita itu, atau lebih tepatnya ke

isi gelasnya. Wajah wanita yang berkulit putih itu terlihat

uangkan wine ke dalam gelas wanita itu, lalu akhirnya di

Cahyono sambil mengangkat gelasnya, memberika

tu yang mengangkat gelas merek

u tamu mereka," pikir Gisel yang saat ini memejamkan

in itu, menunjukkan bahwa saat ini dia benar-benar merasa nya

k, mereka juga mau mengeluarkan wine yang sangat mahal

ngguh sa

psikolog, kan?" tanya Gisel tiba-tiba m

hyono menganggu

seperti apa?" tanya Gisel yang tiba-tiba ingin mendenga

nya ketika mendengar itu dan te

i bahwa kamu adalah wanita yang m

ta yang memiliki harga diri yang tinggi. Dia selalu berjalan denga

petualang," ujar Cahyono dengan senyuma

ketika mendeng

riku lebih ke arah konservatif," jawab

tanya Cahyono lalu menye

lagi nada suara pria itu seperti tidak e

nahan gairah mereka," ujar Cahyono menatap ke arah Gisel. "Karena bagi mereka, jik

kal," jawab Gisel tersenyum sambil menopang kepalanya dengan tangannya. "Ini benar-be

enar-benar sangat pinta

Gisel sambil mengangkat tanga

kut mengangkat gelasnya lalu menem

ng bertemu itu langsung terdengar dan keduanya

istri Cahyono itu sedikit memajukan kepalanya unt

aja tiba-tiba menyadari tatapan i

i gaun dengan belahan dada yang rendah itu tiba-tiba menarik gau

tu saja, wanita itu menatap pria itu dengan sudut matanya dan bibirnya s

ihat canggung ketika melihat kelakuan wanita itu yang benar

hah

ra kembali menutup gaunnya dan bersikap seolah-olah tidak ada yang t

anya bercampur menjadi satu membuat dia merasakan pera

r Gisel tiba-tiba sambil menyentuh wa

yiapkan kamar tamu untuk kalian," ujar Cahyono lalu me

nya tidak masalah dengan ge

isel tiba-tiba menyilangkan kakinya dan menatap pria yan

isebut hobi?" tanya balik Cahyo

erbuka lebar, merasa senang karena bertemu dengan orang yang senang mengoleksi musik yang keluar

lki banyak kesamaan!" ujar Cahyo

angat disukai olehmu?" tan

the li

you

Mar

lalu tiba-tiba langsung tertawa karena ternyata keduanya memiliki banyak kesam

rjaku." Cahyono lalu tiba-tiba b

ihatnya?" tanya pria itu

tanpa ragu dan langsung me

g sofa ruang tengah itu sambil berbincang-bincang dan tertawa, men

o, tapi di sisi lain, dia juga terkejut ketika menyadari

nita yang memakai gaun itu tiba-tiba bergerak mendekati Arga

hh

ak bisa menyembunyik

.. benar-be

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tawaran Gila Suamiku
Tawaran Gila Suamiku
“Arga adalah seorang dokter muda yang menikahi istrinya yang juga merupakan seorang dokter. Mereka berdua sudah berpacaran sejak masih mahasiswa kedokteran dan akhirnya menikah dan bekerja di rumah sakit yang sama. Namun, tiba-tiba Arga mulai merasa jenuh dan bosan dengan istrinya yang sudah lama dikenalnya. Ketika berhubungan badan, dia seperti merasa tidak ada rasa dan tidak bisa memuaskan istrinya itu. Di saat Arga merasa frustrasi, dia tiba-tiba menemukan rangsangan yang bisa membangkitkan gairahnya, yaitu dengan tukar pasangan. Yang menjadi masalahnya, apakah istrinya, yang merupakan seorang dokter, wanita terpandang, dan memiliki harga diri yang tinggi, mau melakukan kegiatan itu?”