u tentang keluarga kamu secara kes
pikiran juga perihal ayam ba
h kamu makan, apa yang gak mereka suka, harusnya kamu bilang!"
ang dulu. Oke
u aj
mbilin piringnya sebentar.
u bisa keluar sebent
ni juga ka
ktu sendiri d
terlalu jauh ya." Ia mengingatkan kembali sebab ia am
g mengunci kamarnya ini. Setelahnya aku kembali ke atas ranjang
ng tuanya membenciku?" Batinku, dan diikuti berbag
emudian, dering p
suk kantor?" Tanya Cath
r pun tidak ada yang tahu bahwa kini statusku bukanlah lagi pacarnya Randi, melaink
perusahaan lo letak
a?" Tany
an ada presentasi p
a." Batinku spon
atang, terus sia
a Pak Randi buat datang sekarang,
da di lemari gue, tapi kuncinya gu
Randi. Ku buka pintu kamar yang sedari ku
g tengah sehingga tidak mungkin sekali aku langsung melewatinya tanp
ir anak gue dari kamarnya?" Ya, berbicara dengan Airin adalah sebuah kesalaha
u berdebat dengannya, sebab ada urusan penting d
han yang ternyata Randi masih
a rapat pemegang
nting itu kamu baru kabarin s
enunduk malu, sebab selama menjadi sekretarisnya aku sangat jarang me
lkanku tanpa sepatah katapun menerima
gkah setelahnya, ia menoleh kembal
*
i ruangan kerja, sudah langsung ditagih oleh Catherine
ar. Ini gue a
presentasinya kan?" Ca
kali ini aku melemparkan balik atas perta
Claire tinggal tiga puluh meni
t dulu sekarang, sementara gue antar
tanda setuju dengan sken
a orang manajemen yang tengah diskusi satu sama lain, sebab acara in
ruangan yang berisi bebera
kumen legal ya?" Mereka memast
." Aku menyerahkan dokumen y
kami review terlebih dahulu kira-kira ada yang bisa disatukan dengan mat
ya, nanti segera ku kir
, aku permisi
enarik tanganku d
mu." Bisik Asha sembari terseny
ah satu poinnya terdapat pernyataan bahwa tidak ada satu pun karyawan perusahaan yang boleh tahu tentang acarak
. Cukup aku aja yang tahu." Bisiknya
sul berita pernikahanku ini. Bahkan di sepanjang jalan menuju ruanganku, semua pikiran kusut mampir mendekatiku, menebak semua kemungkinan yang terjadi jika berita
ue harus gimana ya?" Suara Catherine memecahk
Pikiran kosongku tadi beru
lima belas ini." Ia
i tiga puluhnya. Kita punya wakt
keburu C
eskipun Catherine seringkali merudungku, namun kali ini sepertinya aku bisa menyampingkan hal tersebut, sebab profesionalita
atu sisi kami berdua sama-sama panik karena sepertinya waktu yang memang tidak akan cuk
kesesuaian dengan acara rapat kali ini." Lagi dan lagi pikiranku yang
e, ini aja kita belu
gak punya banyak waktu." Pada akhirnya
hingga sampai di sa
re kan?" Tegur seora
/0/14642/coverbig.jpg?v=dd8960e577f76656cef327b496411a21&imageMogr2/format/webp)