ga sudah berusaha untuk memberi pengertian kepadanya tentang status sosial kami, namun nyatanya ia terus memberiku ke
bersama, Cle. Aku juga sama sekali gak melarang kamu untuk menjalin kasih dengannya, namun cinta yang kamu punya untuknya hanya membuatmu
yang tak tertahan airnya tumpah sembari mengingat bagaimana
Meski sudah pertemuan yang kelima kali, nyatanya mereka masih enggan m
ta mengalir tanpa jeda. Sebab ia sudah tahu ak
ergi bersamaku. Mendengar hal tersebut, ayahnya kena serangan jantung dan sekarang masih
Randi dan keluarganya sehingga tidak perlu ada pengorbanan apapun dalam perjalanan cinta kami. Kenapa nasibku begitu menyakitkan, Te? Kenapa?" Emosiku yang sudah
t sangat patah. Tidak hanya diriku yang berkorban jatuh pada perjuangan cinta ini, tapi yang buatku
utuhnya, lantas mengapa aku dibiark
*
lakukan karena pertikaian kemarin tentu saja seantero kantor akan menyindirku. Bahkan mulai dari pintu masuk kantor sudah banyak karyawan yang be
k Randi. Lo gak sadar beda levelnya?" Sindir Catherine bersama teman
dan hanya men
eman yang baik mau ingatin aja, keluarga kaya Pak Roger pasti mau menikahkan putra tunggalnya dengan putri pewaris tahta
ku tidak bisa menentang apapun, sebab apa yang mereka katakan ad
trap..
n juta kian menghampiriku ditengah perudungan ini. Aku menoleh ke arahnya, dan benar sa
Randi memancarkan senyumnya kepada karyawan di kan
isi dulu..." Ucap Catheri
anku dulu?" Ia meno
skipun status kami adalah kekasih namun hal ini hanya berlaku selama di luar kan
g pencakar langit ibukota, ia menyodorkan lembaran dok
lalu tandatangan
bil lembaran kertas tersebut. Dari judul
?" Sedikit ku ting
ama aku Cle, semua akan baik-baik saja." Ia mendekati dirinya kepadaku, menyentuh bahuku dengan tatapan yang amat tajam
*
an penandatanganan sura
ire Rafita binti Almarhum Kaisar dengan ma
eorang penghulu yang membantu da
enyum sumringah kala mendengar kalimat ikrar p
menjadi pasangan suami istri..." Senyum penghul
masing-masing. Berhubung kedua orang tuaku sudah tiada sehingga proses
ntuk selanjutnya berjalan menuju kedua orang tua Randi. Dari arah mataku terlihat mama dan p
nyanya menoleh ke arahku, seb
ri melirik ke arah mamanya yan
dku lalu melangkahkan kakin
, semua akan baik-
pangku dan mencium tangan mamanya, sementara sang mama memeluknya dengan kuat dan tampak ia menumpahkan pula air matanya. L
epakati ya Nak." Terdengar su
n kaku enggan berjabat denganku. Bagi orang asing, sudah jelas keluarga aku dan Randi sudah terlihat kacau sedari awal. Parahnya dalam sura
edua orang tuanya, kini giliranku yang berj
ingin aman hidupmu!" Bisik pelan papanya yang benar saj
/0/14642/coverbig.jpg?v=dd8960e577f76656cef327b496411a21&imageMogr2/format/webp)