/0/14642/coverbig.jpg?v=dd8960e577f76656cef327b496411a21&imageMogr2/format/webp)
wanita rendahan seperti dia." Bentak pria paruh baya sembari
n suara yang tidak kalah kerasnya sesekali memukul meja yang berada di samping t
kata kolegamu?" Wanita paruh baya dengan rambut pendek berwarna merah menjelaskan dan memberikan pengertian kepada anak le
ang. Kamu harusnya sadar diri posisimu hanya sekretaris dari keluarga re
hanya mencintainya, Ma, Pa!!" Geram Ra
ernah bahagia jika terus memaksa menikah dengan wanita pilihanmu in
akitkan ini. Sementara Randi mengarahkan tangannya ke arah tanganku, lalu ia genggamkau menikahi wanita yang kau inginkan. Camkan itu!" Bisik Roger pelan namun ketus tepat
h melewati Randi, lalu de
ku keluar dari kantor ini, aku tidak butuh apapun dari Papa da
ganku ini. Begitu besarkah cintanya hingga ia berani melepaskan semua privilage
badan mendengar teriaka
ati sang anak, namun tiba-tiba ia terjatu
an langsung menghampiri suaminya yang
nya dari tanganku dan berlari keluar dari r
!" Teriaknya sembari meno
arah Roger dan memberika
uamiku?" Teriak histeris Air
rtinya gagal jantung." Aku berusaha bangkit dan menc
bertugas di lantai enam belas ini pun d
h Randi yang dilanda kepanikan hebat kal
*
k sadarkan diri ini langsung dilarikan menuju ruang ICU. Ak
ih dahulu." Ucap suster yang mengantarkan ranjan
khawatir dengan kondisi Roger, entah apa yang mereka sedang pikir
ndahkan ke ruangan VVIP." Senyum dokter yang keluar dari rua
n selang oksigen perlahan memanggil n
Claire." Randi antusias menghampiri Roger semba
hidup papa..." Ucap
yang tepat kala meminta persetujuan untuk menikahiku meskipun ko
suara yang samar-samar akibat tertutup selang ok
u telfon Om Luki." J
lah ingin ikut campurnya lantas menanyakan a
, dengan cepat ia pun meletakkan kembali telapak tangan papa
da disini?" Airin yang masih dengan karakter judesnya seolah men
k Randi yang masih keluar
ojek online kan? Kamu kira anak saya supir yang
ah sangat jelas kalimat usir yang dilontarkan oleh Airin, sehingga satu-satunya t
*
enapa nangis begini?" Alexa membukakan pintu seketika bingung sebab air matak
." Alexa, tanteku ini mengusap bahuku sembari mem
menebak apa yang telah terjadi, tent
dua siang. Wajar jika tante bertanya, sebab biasanya aku selalu pulang sore dan bahkan hampir tengah malam karena beban kerja yang masih terus ban
erusahaan kamu." Terlihat jelas bahwa kini tanteku amat penasaran a
lomerat itu....." Tambahnya
/0/14642/coverbig.jpg?v=dd8960e577f76656cef327b496411a21&imageMogr2/format/webp)